Kerentanan Palatogenesis Mencit (Mus musculus L.) terhadap Induksi Cleft Palate TCDD

Salomo Hutahaean , Soesanto Mangkoewidjojo , Mammed Sagi , Widya Asmara

Abstract


Telah dilakukan percobaan untuk menentukan tahapan palatogenesis pada mencit (Mus
musculus L.) yang rentan terhadap efek polutan 2,3,7,8-Tetraklorodibenzo-p-dioksin (TCDD).
Percobaan dirancang mengikuti Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial (4X3). Empat
puluh delapan ekor mencit bunting dicekok TCDD dengan dosis 0 (kontrol), 5, 10, atau 20 μg/kg
bb. Perlakuan diberikan pada hari kebuntingan (Hk) 9−10, 11−12, atau 13−14. Mencit kontrol
dicekok pelarut saja (98,5% minyak wijen + 1,5% DMSO). Pada Hk 18 mencit dibius lalu
dibunuh dengan teknik cervical dislocation, persentase fetus cleft palate (cp) dihitung, derajat
penutupan palatum diberi skor, preparat dengan ketebalan 6 µm dibuat, dan mikrostruktur
kraniofasial diamati. Hasil menunjukkan, pemberian TCDD antara hari ke 9 dan 12
menginduksi cacat cp, dengan kecenderungan hasil tertinggi pada pemberian Hk 910.
Perlakuan TCDD dosis 10 atau 20 μg/kg bb pada Hk 910 menghasilkan fetus cacat cp >90%.
Persentase fetus cp tetap tinggi pada pemberian Hk 1112, khususnya pada kelompok dosis 20
μg/kg bb (87,3%). TCDD dosis terendah (5 μg/kg bb) menginduksi cp dominan bercelah sempit,
menunjukkan adanya hambatan pada tahap fusi. Dosis 10 dan 20 μg/kg bb menginduksi cp
bercelah sedang atau lebar, mengisyaratkan terjadi hambatan pada tahap inisiasi atau elevasi.
Disimpulkan, seluruh tahapan palatogenesis rentan terhadap efek TCDD, namun tahap paling
rentan adalah tahap fusi palatum.

Full Text:

PDF PDF


DOI: https://doi.org/10.24002/biota.v16i2.100

Refbacks

  • There are currently no refbacks.