Analisis Kuantitatif Sel Purkinje Cerebellum Mencit (Mus musculus L.) setelah Induksi Ochratoksin A Selama Periode Organogenesis

Arum Setiawan , Mammed Sagi , Widya Asmara , Istriyati Istriyati

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah sel Purkinje cerebellum anak mencit umur 21 hari
(pascasapih) setelah induksi Ochratoksin A selama periode organogenesis. Tiga puluh ekor
mencit bunting dibagi secara acak menjadi 5 kelompok perlakuan dengan masing-masing 6
ulangan. Ochratoksin A dilarutkan dalam Sodium Bicarbonat, diberikan secara oral pada saat
kebuntingan hari ke 7 sampai hari ke -14. Dosis perlakuan Ochratoksin A adalah 0,5 ; 1,0; 1,5
mg/kg bb dan sebagai kontrol tidak diberi perlakuan, serta kontrol placebo diberi perlakuan
pelarut Sodium Bicarbonat. Induk mencit dipelihara sampai melahirkan. Pada umur ke 21 hari
(pascasapih), anak mencit dikorbankan dan diambil bagian otaknya. Otak mencit selanjutnya
dipreparasi dengan metode parafin dan pewarnaan menggunakan pewarnaan Haematoksilin
Eosin. Data jumlah sel Purkinje dianalisis dengan Anava Satu Arah dan dilanjutkan dengan uji
DMRT untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Ochratoksin A yang diberikan pada mencit bunting selama periode organogenesis
menyebabkan terhambatnya pertumbuhan jumlah sel Purkinje mencit perlakuan yang ditandai
dengan semakin menurunnya jumlah sel Purkinje dibandingkan dengan kontrol dan kontrol
placebo.

Full Text:

PDF PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24002/biota.v16i2.108

Refbacks

  • There are currently no refbacks.