Pembekuan Zigot untuk Menjaga Kontinuitas Produksi Bibit Kerang Mutiara di Indonesia

Syachruddin AR

Abstract


Zigot kerang mutiara terbentuk melalui fertilisasi di luar tubuh (external fertilization). Zigot
yang terbentuk akan tumbuh dan berkembang menjadi larva dan spat kemudian menempel
pada kolektor. Bibit tersebut dipelihara di laut, tetapi tingkat kematiannya sangat tinggi (99%)
dan tingkat keberhasilannya sampai insertio sangat rendah (1,0–1,5%) sehingga produksi
mutiara sulit untuk ditingkatkan. Penyimpanan zigot dalam N2-cair pada musim seasonal gamet
merupakan peluang yang baik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Permasalahannya:
Apakah zigot yang disimpan dalam N2-cair dapat dijadikan sebagai stok bibit dalam budidaya
kerang mutiara. Tujuan penelitian: ingin mengetahui umur zigot yang paling cocok untuk
disimpan pada suhu dingin (196
o
C) setelah dilindungi dengan gliserol serta pertumbuhan dan
perkembangan zigot pasca penyimpanan. Hasilnya menunjukkan bahwa umur zigot antara
15’–45’ pasca fertilisasi sangat baik untuk disimpan dalam N2-cair dan dapat tumbuh atau
berkembang dengan baik sampai menjadi spat. Zigot yang disimpan dalam N2-cair dapat
dijadikan stok bibit dalam usaha budidaya kerang mutiara. Penelitian ini perlu
disempurnakan, karena ada beberapa hal yang ditemukan, antara lain media penyimpanan
zigot cukup menggunakan gliserol dan sucrosa kemudian disimpan dalam tabung N2-cair tanpa
dibilas dengan MDPBS (Modified Dulbecco’s Phosphat Buffer Saline). Pengusaha budidaya
kerang mutiara diharapkan dapat membuat laboratorium penyimpanan zigot untuk stok bibit
guna menjaga kontinuitas produksi bibit kerang mutiara di Indonesia.

Full Text:

PDF PDF


DOI: https://doi.org/10.24002/biota.v16i2.112

Refbacks

  • There are currently no refbacks.