Metode Sensitif untuk Identifikasi Pencemaran Babi pada Makanan Tanpa Diolah dengan Teknik Amplifikasi PCR

Endang Tri Margawati , Muhamad Ridwan, Indriawati Indriawati

Abstract


Pada era globalisasi akhir-akhir ini, tidak mungkin menghindar dari masuknya bahan
makanan olahan atau tanpa diolah dari luar negeri. Tujuan penelitian ini yaitu menguji
sensitivitas (kerentanan) teknik PCR untuk deteksi kandungan rendah kontaminan daging babi
pada daging sapi mentah. Sebanyak 5 tingkat kontaminan daging babi (0,05; 0,10; 0,15; 0,20
dan 0,25%) dalam 5 gram berat total campuran daging telah diuji. Ke lima campuran daging
dan 100% daging sapi serta 100% daging babi, dikoleksi DNA nya menggunakan kit DNA
(QIAGEN). Satu pasang primer spesifik untuk porcine Leptin digunakan dalam amplifikasi
DNA dengan kit PCR. Suhu annealing ditentukan dengan optimasi PCR terlebih dahulu. Dua
siklus PCR (25 dan 35) diaplikasikan dalam amplifikasi. Produk PCR divisualisasi pada
1020% gradient PAGE untuk spesifik porcine Leptin. Hasil menunjukkan bahwa ukuran
potongan Leptin (152pb) telah teridentifikasi pada ke lima sampel sampuran maupun pada
control positif (pork), namun tidak terindikasi pada kontrol negatif (daging sapi). PCR dengan
35 siklus menghasilkan tampilan pita lebih baik dari 25 siklus. Studi ini menyarankan bahwa
PCR dengan 35 siklus dapat digunakan sebagai metode cepat untuk identifikasi pencepamaran
daging babi dengan dengan tingkat sensitivitas pencemaran daging babi sampai 0,05%.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24002/biota.v16i2.117

Refbacks

  • There are currently no refbacks.