Efek Ekstrak Teh Hijau terhadap Kadar Malondialdehid Nitrit Oksida dan Glutation Peroksidase Darah Tikus Putih Terpapar Plumbum

Hernayanti Hernayanti , Ahmad Hamim Sadewa , Bambang Hariono

Abstract


Plumbum bersifat toksik terhadap manusia. Teh hijau digunakan untuk mengobati penyakit
karena mengandung catechin. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek catechin ekstrak teh
hijau sebagai kelator Pb. Sebanyak 36 ekor tikus Wistar digunakan dalam penelitian ini. Tikus
dibagi 6 kelompok, 6 ekor per kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif. Kelompok II
sampai VI diberi Pb asetat selama penelitian (66hari). Kelompok II sebagai kontrol positif tidak
diberi perlakuan. Kelompok III, IV, dan V pada hari ke 35 diberi ekstrak teh hijau masing-
masing 0,75 g/kgbb, 1,5 g/kgbb dan 3 g/kgbb. Kelompok VI diberi dimerkaprol dosis 3 g/kgbb
sebagai pembanding. Ada tidaknya beda nyata antar perlakuan dianalisis dengan ANOVA
diikuti dengan uji Duncan untuk mengetahui letak perbedaan. Parameter yang diukur adalah
malondialdehid, aktivitas glutation peroksidase dan nitrit oksida, diukur dengan komersial kit.
Hasil penelitian menunjukkan semua dosis ekstrak teh hijau dapat menurunkan MDA, Pb
darah dan meningkatkan GPx serum serta NO. Dosis 3 g/kgbb optimum dalam menurunkan
kadar MDA dari 2,75–0,07 µmol/L dan Pb darah dari 2,35–0,02 ppm. GPx serum meningkat
dari 58,5–177 µmol/L dan NO serum dari 1,27,95 µmol/L. Simpulan hasil penelitian, ekstrak
teh hijau dapat digunakan sebagai kelator Pb.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24002/biota.v17i1.123

Refbacks

  • There are currently no refbacks.