Embriogenesis Somatik dari Eksplan Benih Gandum Tropis (Triticum aestivum L.)

Endang Pudjihartati , Maria Marina Herawati

Abstract


Embriogenesis somatik dalam penelitian ini menggunakan eksplan embrio dewasa (benih)
gandum tropis varietas Dewata dan galur R-036 dan R-040 koleksi Pusat Studi Gandum
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW, meliputi tahap induksi dan proliferasi. Penelitian ini
bertujuan mendapatkan genotipe gandum tropis yang mudah di kultur secara in vitro dan
medium yang baik dalam rangka memperoleh Embrio Somatik (ES). Pada tahap induksi, benih
gandum dikultur pada empat konsentrasi 2,4-d (2; 2,5; 3 dan 3,5 ppm). Pada tahap proliferasi
diteliti empat komposisi media yang mengandung 2,5 dan 3 ppm 2,4-d dengan dan tanpa 0,5
ppm BAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ES dan skor ES primer relatif tertinggi
dari varietas Dewata pada 3 ppm 2,4-d, galur R-040 pada 2,5 ppm 2,4-d, dan galur R-036 pada
2 ppm 2,4-d. Eksplan gandum galur R-036 menghasilkan jumlah ES dan skor ES primer relatif
tertinggi dibandingkan genotipe lain. Mutu benih yang digunakan mempengaruhi respons
eksplan dalam menghasilkan jumlah ES dan skor ES primer dan kurang mempengaruhi
jumlah ES dan skor ES sekunder. Pada tahap proliferasi, jumlah ES sekunder relatif tertinggi,
dari galur R-036 pada 2,5 ppm 2,4-d, sedangkan varietas Dewata dan R-040 berturut-turut
pada 2,5 ppm dan 3,0 ppm 2,4-d. Aplikasi 2,4-d yang dikombinasikan dengan BAP dapat
menurunkan jumlah ES, tetapi hanya cenderung menurunkan skor ES sekunder pada ketiga
genotipe. Pada skor ES hasil proliferasi tidak diamati adanya pengaruh komposisi ZPT yang
diteliti (2,4-d dan BAP) pada varietas Dewata dan galur R-040, sedangkan pada galur R-036
skor ES sekunder maksimum pada 2,5 ppm 2,4-d.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24002/biota.v17i2.136

Refbacks

  • There are currently no refbacks.