Karakterisasi Genetik Anjing Kintamani Menggunakan Petanda Mikrosatelit

I Ketut Puja

Abstract


Karakterisasi molekuler anjing Kintamani berperan penting dalam penentuan status trah dan mencegah penurunan kemurnian akibat perkawinan silang dengan trah anjing lain. Anjing Kintamani sangat popular di Bali. Anjing Kintamani dipercaya berasal dari Kintamani, Bangli, tetapi asal usulnya sampai kini belum jelas. Mikrosatelit merupakan runutan nukleotida terulang yang didistribusikan secara acak dalam gen vertebrata. Lokus mikrosatelit ini telah diketahui sangat polimorfik, karena keragaman jumlah nukleotida yang terulang. Mikrosatelit merupakan petanda allel utama yang dapat digunakan untuk pemetaan gen, genetika populasi dan identifikasi individu serta alat untuk mengungkap karakter genetik hewan. Pada penelitian ini diungkap karakteristik genetik anjing Kintamani menggunakan mikrosatelit. Jumlah dan ukuran allel pada 425 anjing Kintamani dianalisis menggunakan 116 macam primer mikrosatelit. DNA diisolasi dari sel hasil swab pipi. Amplifikasi 116 lokus mikrosatelit menggunakan PCR dalam 12 multiplek. Produk PCR dipisahkan dengan gel bis-akrilamid 6% dalam automated DNA sequencer. Flurosesnsi yang dihasilkan dideteksi dengan program Genescan 3.1, dan program Strand versi 2.2.39 digunakan untuk menghitung jumlah allel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah allel yang didapat adalah 1128. Jumlah allel perlokus berkisar antara 3 (AHT136) sampai 41 (FH2138). Rataan PIC adalah 0,68 dan semua lokus bersifat polimorfik.

Keywords


anjing kintamani, mikrosatelit, polymorphic information content (PIC)

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24002/biota.v11i3.2546

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.