Literasi Informasi Melawan Hoaks Bidang Kesehatan di Komunitas Online

Christiany Juditha

Abstract


This study aims to describe the development of information literacy in online communities to fight hoaxes in the health sector. The research method used is qualitative content analysis. The results show the seven pillars of information literacy, which are identification, coverage, planning, information gathering, evaluation, management and presentation of information are built into the Indonesian Hoaxes group. Anyone can participate by asking questions, discussing, and clarifying hoaxes in online media. Administrator and community members have the same role to give each other information literacy so that they get the same understanding of the truth information.

Keywords


hoax, Indonesia Hoaxes, information literacy, online community

Full Text:

PDF

References


ALA-American Library Association. (1989). Presidential Committee on Information Literacy: Final Report. Diakses dari website: www.ala.org/acrl/legalis.html pada 27 Agustus 2018.

Basuki, Y, Akbar P., Roos, M. (2013). Komunitas Online: Pergeseran Terminologi Komunitas Dari Geddesian Menuju Era Informasi Dalam Konteks Perencanaan Transportasi Perkotaan. Jurnal Tata Loka Volume 15 Nomor 1, Februari 2013, 63-75. Planologi Undip.

Behrens, S. (1994). A conceptual analysis and historical review of information literacy. College and Research Libraries, 55,309-322.

Chen, Y. Y., Suet-Peng Y., dan Adzlan I., 2014. Email hoax detection system using levenshtein distance method. Journal of computers, (2)9, pp.441-446.

Gumilar, G. (2017). Literasi Media: Cerdas Menggunakan Media Sosial Dalam Menanggulangi Berita Palsu (Hoax) oleh Siswa SMA. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Beranda Vol .1, No. 1 (2017). Diakses dari website: http://jurnal.unpad.ac.id/pkm/article/view/16275 pada 1 Agustus 2018.

Hummel, J. & Lechner, U. (2002). Social Profiles of Virtual Communities. Proceedings of the 35th Hawaii International Conference on Systems Sciences.

Juditha, Christiany. (2018). Interaksi Simbolik Dalam Komunitas Virtual Anti Hoaks Untuk Mengurangi Penyebaran Hoaks. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol. 19 No. 1 Juni 2018.

Juliswara, Vibriza. (2017). Mengembangkan Model Literasi Media yang Berkebhinnekaan dalam Menganalisis Informasi Berita Palsu (Hoax) di Media Sosial. Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 4 No. 2 ,Agustus 2017.

Kemenkes. (2017). Kemenkes Serius Perangi Hoax Kesehatan. Diakses dari website: http://www.depkes.go.id/article/view/17121900003/kemenkes-serius-perangi-hoax-kesehatan.html, pada 26 Agustus 2018.

Kiernan, Roisin. (2017). With the rise of Fake News on Social Media, can Information Literacy impact how students evaluate information on their social media channels? Dissertation. Information & Library Management at Dublin Business School. MSc Information & Library Management. Diakses dari website: https://esource.dbs.ie/bitstream/handle/10788/3319/msc_kiernan_r_2017.pdf?sequence=1&isAllowed=y, pada 2 Agustus 2018.

Mariela, A. P. (2017) Literasi Informasi Hoax Di Media Sosial: (Mengungkap Pola Konsumsi Informasi Digital Terkait Fenomena Hoax Oleh Digital Natives Universitas Brawijaya). Thesis. Malang: Universitas Brawijaya.

Mastel. (2017). Hasil Survey Mastel Tentang Wabah Hoax Nasional. Diakses dari situs: http://mastel.id/infografis-hasil-survey-mastel-tentang-wabah-hoaks-nasional/ pada 1 Agustus 2018.

Nasrullah, Rulli. 2014. Teori dan Riset Media Siber (Cybermedia). Jakarta: Kencana Prenadamedia Group

Pertiwi, W. K. (2017). Survei: 90 Persen Informasi Kesehatan di Medsos Menyesatkan. Diakses dari website: https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/906076-survei-90-persen-informasi-kesehatan-di-medsos-menyesatkan, pada 1 Agustus 2018.

Pertiwi, W. K. (2018). Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia. Diakses dari website: https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia, pada 1 Agustus 2018.

Pratama, A. B. (2016). Ada 800 Ribu Situs Penyebar Hoax di Indonesia. Diakses dari website: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20161229170130-185-182956/ada-800-ribu-situs-penyebar-hoax-di-indonesia pada 1 Agustus 2018.

Ramadhan, B. (2017). Survei: Hoax Paling Banyak di Media Sosial Soal Info Kesehatan. Diakses dari website: https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/05/02/opa9ng330-survei-hoax-paling-banyak-di-media-sosial-soal-info-kesehatan, pada 23 Agustus 2018.

Respati, Sheila. (2017). Mengapa Banyak Orang Mudah Percaya Berita "Hoax"? Diakses dari website:https://nasional.kompas.com/read/2017/01/23/18181951/mengapa.banyak.orang.mudah.percaya.berita.hoax pada 1 Agustus 2018.

Ronald. (2017). Kemenkominfo klaim sudah blokir 6000 situs penyebar Hoax. Diakses dari website: https://www.merdeka.com/peristiwa/kemenkominfo-klaim-sudah-blokir-6000-situs-penyebar-hoax.html, pada 1 Agustus 2018.

Sconul. (2011). The SCONUL 7 Pillars of Information Literacy: Core Model for Higher Education. Diakses dari website: http://www.sconul.ac.uk/sites/default/files/documents/coremodel.pdf, pada 1 Agustus 2018.

Snelson, C. L. (2016). Qualitative and Mixed Methods Social Media Research: A Review of the Literature. International Journal of Qualitative Method 2016:1-5.

Unesco. (2008). Information for all programme. Towrd Information Leteracy Information. Diakses dari website: http://uis.unesco.org pada 27 Agustus 2018.

Williams, RN and Slife BD.(1995. What’s behind the research: Discovering hidden assumptions in the behavioral sciences. United Stated of America: Sage Publication, Inc.




DOI: https://doi.org/10.24002/jik.v16i1.1857

Refbacks

  • There are currently no refbacks.