City as Memory in Five Bells and The Root of All Evil

R.A. Vita N.P.A.

Abstract


Membaca sebuah kota melalui teks menunjukkan bahwa kota sering digambarkan sebagai sesuatu yang rumit (Cohen dkk., 1997). Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis representasi kota rumit Sydney dan Jakarta dalam karya sastra perempuan, dalam hubungannya dengan gender dan budaya. Diskusi ini memakai analisis teks untuk mengungkap pesan-pesan dalam novel Jones yang berjudul Five Bells dan novel Anggraeni yang berjudul The Root of All Evil. Memakai konsep chronotope yang dimunculkan oleh Bakhtin, penulis menemukan bahwa kedua novel menunjukkan kota-kota yang resah melalui lensa ingatan para individunya. Kerumitan ini terlihat dalam identitas individual dan dalam ide-ide masyarakat patriarkal dan kota yang maskulin

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24002/jik.v12i2.474

Refbacks

  • There are currently no refbacks.