ANALISIS PENANGGULANGAN KELONGSORAN TANAH PADA RUAS JALAN GUNUNG TUGEL PATIKRAJA BANYUMAS

Arwan Apriyono, Sumiyanto Sumiyanto, Nanang Gunawan Wariyatno

Abstract


Gunung Tugel is an area that located Patikraja Region, Southern Banyumas. The
topography of the area is mostly mountainous with a slope that varies from flat to steep. This
condition makes to many areas of this region potentially landslide. In 2015, a landslide
occurred in Jalan Gunung Tugel. The Landslide occurred along 70 meters on the half of the
road and causing traffic Patikraja-Purwokerto disturbed. To repair the damage of the road and
avoid further landslides, necessary to analyze slope stability. This study is to analyze landslide
reinforcement that occurred at Gunung Tugel and divides into 3 step. The first step is field
investigation to determine the condition of the location and dimensions of landslides. The
second step is to know the soil parameters and analyzes data were obtained from the field. And
the final step is analyzed of the landslide reinforcement by using data obtained from the
preceding step. In this research, will be applied three variations of reinforcement i.e. retaining
wall, pile foundation and combine both of pile foundations and retaining wall. Slope stability
analysis was conducted using limit equilibrium method. Based on the analysis conducted on
the three variations reinforcement, combine both of pile foundations and retaining wall more
recommended. Application of and combine both of pile foundations and retaining wall is the
most realistic option in consideration of ease of implementation at the field. From the
calculations have been done, in order to achieve stable conditions need retaining wall with
dimensions of 2 meters high with 2,5 meters of width. DPT is supported by two piles of each
cross-section with 0.3 meters of diameter along 10 meters with 1-meter in space.

 

Abstrak: Gunung Tugel adalah salah satu daerah yang terletak di Kecamatan Patikraja

Kabupaten Banyumas bagian selatan. Kondisi topografi daerah tersebut sebagian besar berupa
pegunungan dengan kemiringan yang bervariasi dari landai sampai curam. Hal ini
menyebabkan banyak daerah di wilayah Gunung Tugel yang berpotensi terjadi bencana tanah
longsor. Pada tahun 2015, peristiwa longsor kembali terjadi di ruas Jalan Gunung Tugel.
Kelongsoran yang terjadi sepanjang 70 meter pada separuh badan jalan tersebut menyebabkan
arus lalu lintas patikraja-purwokerto menjadi terganggu. Untuk memperbaiki kerusakan jalan
dan mencegah kelongsoran kembali, diperlukan analisis perkuatan tanah terhadap lereng
tersebut. Studi analisis penanggulangan kelongsoran jalan yang terjadi di Gunung Tugel ini
dilakukan dengan tiga tahapan. Tahapan pertama adalah investigasi lapangan untuk
mengetahui kondisi lokasi dan dimensi longsor serta mengambil sampel tanah di lapangan.
Tahap kedua adalah melakukan pengujian parameter tanah dan analisis data yang diperoleh
dari lapangan. Tahapan yang terakhir adalah analisis penanggulangan longsor dengan
menggunakan data yang diperoleh dari tahapan sebelumnya. Pada penelitan ini, akan
diterapkan tiga variasi perkuatan lereng yaitu dinding penahan tanah (DPT), turap dan DPT
yang dikombinasikan dengan pondasi tiang. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan metode
keseimbangan batas. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap ketiga variasi
perkuatan, DPT dengan kombinasi tiang pancang lebih direkomendasikan. Penerapan DPT
yang dikombinasikan dengan minipile merupakan pilihan yang paling realistis dengan
pertimbangan tingkat kemudahan pelaksanaan di lapangan. Dari perhitungan yang telah
dilakukan, untuk mencapai kondisi stabil diperlukan DPT dengan dimensi tinggi 2 meter
dengan lebar bawah 2,5 meter. DPT tersebut ditopang oleh dua tiang tiap penampang
melintang dengan diameter 0,3 meter sepanjang 10 meter dengan jarak antar tiang 1 meter.


kata kunci: tanah longsor, perkuatan tanah, metode keseimbangan batas


Keywords


landslide; soil reinforcement; limit equillibrium method

References


Apriyono A, Sumiyanto, Nanang G.W, (2015), Laporan Analisis Stabilitas Lereng pada Jalan Gunung Tugel Patikraja Banyumas, Laboratorium Mekanika Tanah UNSOED : Purwokerto

Das B.M., (1994), Principle of Foundation Engineering, PWS-KENT Publishing Company, Boston

Fathani, T. F., (2007), Longsor dan Gerakan Tanah, Bahan Kuliah MPBA FTSL-UGM, Yogyakarta.

Hardiyatmo, (2002), Teknik Pondasi 1, Beta Offset, Yogyakarta

Irawadi, (2015), Bahaya, Jalur Alternatif Purwokerto-Cilacap Ambles Sepanjang 50 Meter, http://jateng.tribunnews.com/2013/12/27/bahaya-jalur-alternatif-purwokerto-cilacap-ambles-sepanjang-50-meter” download : 4 Juli 2016

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, (2006), Pengenalan Gerakan Tanah, http://merapi.vsi.esdm.go.id/vsi download: 16 April 2008.

Surono, (2010), Workshop Penguatan Kemampuan Daerah dalam Pengurangan Resiko Bencana Tanah Longsor di Indonesia, Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Suryolelono K.B., (2002), Bencana Alam Tanah Longsor Perspektif Ilmu Geoteknik, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar, Yogyakarta: Fakultas Teknik UGM.

Widodo,P.B, (2012), Musim Hujan, 78 Desa di Wilayah Banyumas Rawan Terkena Longsor, "http://jateng.tribunnews.com/2014/11/02/musim-hujan-78-desa-di-banyumas-rawan-terkena-longsor” download : 4 Juli 2016.


Full Text: PDF

DOI: 10.24002/jts.v14i1.1017

Refbacks

  • There are currently no refbacks.