PDF

Michael Alan Kristianto, Erwin Panucci Ajie, Hermawan Hermawan, Budi Setiyadi
Abstract
Dalam kurun waktu 10 tahun ini, industri konstruksi memperlihatkan tingkat pertumbuhan yang signifikan. Namun pada saat yang bersamaan industri konstruksi diindikasikan sebagai sumber waste terbesar jika dibandingkan terhadap industri yang lain. Waste yang ditimbulkan selama proses konstruksi tidak hanya mempengaruhi produktivitas proyek, tetapi juga mempengaruhi lingkungan. Oleh karena itu, perlu diidentifikasi besar waste di konstruksi khususnya pada pekerjaan struktur di bangunan tingkat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waste yang berada pada proyek konstruksi terutama pada pekerjaan struktur atas beton bertulang di bangunan tingkat tinggi. Obyek penelitian ini adalah waste material proyek gedung bertingkat dengan studi kasus pada pembangunan Proyek Rumah Sakit X di Semarang. Identifikasi waste dilakukan melalui kajian pustaka, observasi dan data sekunder. Variable waste yang ditinjau pada penelitian ini adalah kayu, baja tulangan, beton, dan kawat bendrat. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa waste material paling banyak berupa kayu yang digunakan pada bekisting. Persentase waste yang berasal dari penggunaan kayu pada bekisting berkisar 85%. Selanjutnya persentase waste yang berasal dari baja tulangan berkisar antara -0,24% sampai dengan 0,99%. Penyebab waste utama pada kayu sebagai bekisting, diindikasikan bahwa proses pembongkaran yang kurang baik, sehingga tidak dapat digunakan kembali.
References

Alwi, S., Hampson, K.D., dan Mohamed, S.A., 2002. Non-Value-adding Activities: A Comparative Study of Indonesian and Australian Construction Project, Australia,157.

Alwi, S., Hampson, K.D., dan Mohamed, S.A., 2002. “Waste in Indoneisan Con-struction Projects: 1st International Conference of CIB W107 -Creating a sustainable Construction Industry in Devel-oping Countries, South Afrika”. Bagian pengertian tangga diperoleh dari situs https://civilengginering.wordpress.com/tag/struktur-bangunan/. Diunduh pada tanggal 18 Januari 2019, Pukul 19.58 WIB

Ervianto, I.W. (2005). Manajemen Proyek Konstruksi Edisi Revisi. Yogyakarta

Horsley A., France C. and Quartermass B., (2003), “Delivering Energy Efficient Buildings: A Design Procedure to Demonstrate Environmental and Eco-nomic Benefits”, Journal of Construc-tion Management and Economics, Vol. 21, 345.

Munawaroh. (2003), Principle of Manage-ment Construction. Jendela Ilmu: Sema-rang

Nawy, E. G., (1990), Beton Bertulang Suatu Pendekatan Dasar, Erlangga, Jakarta Nemati K. M. (2007), Formwork for Concrete. University of Washington

Nurhayati (2010) Manajemen Proyek. Graha Ilmu: Jogjakarta

Polat, G., Ballard, G., (2004), Waste in Turk-ish Construction: Need for Lean Con-struction Techniques

Purnawan, P.Y., (2017), Pengelolaan Limbah untuk Pekerjaan Struktur pada Proyek Konstruksi di Daerah Istimewa Yogyakarta. UAJY

Shah, M.M. (2008), Encyclopedia of ecolo-gy. Elsevier: Amsterdam

SNI 07-2052-2002, Baja Tulangan Beton

SNI 1726: 2012, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Ban-gungan Gedung dan Non Gedung.

Wahyudi, L. Rahim, S. A., (1999), Struktur Beton Bertulang Standar Baru SNI T-15-1991-03, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Yahya, K. dan Boussabaine, A.H. (2004), “Eco-costs of sustainable construction waste management”, Proceedings of the 4th International Postgraduate Re-search Conference, Salford, pp. 142-50.