PDF

Arief Setiawan, Ni Putu Ayu Khrisna Murti, Syavira Ayuningsih
Abstract
Salah satu pusat kegiatan yang perlu analisis dampak lalu lintas adalah gedung pertemuan. Namun, standar tarikan perjalanan belum ada dan akan memberi dampak pada ruas jalan di sekitarnya. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui besaran tarikan perjalanan serta dampak lalu lintas yang terukur akibat adanya gedung pertemuan pada ruas jalan dan simpang tak bersinyal di Kota Palu. Penelitian dilakukan pada gedung Mary Glow (MG) sebagai salah satu gedung pertemuan terbesar di Kota Palu. Perhitungan tarikan perjalanan menggunakan analogi dari Gedung MG sebelumnya. Survei tarikan perjalanan dilakukan dengan menghitung traffic movement per 15 menit di pintu masuk Gedung MG dan simpang tak bersinyal selama event dan tidak ada event kemudian dibandingkan. Kinerja ruas jalan dan simpang tak bersinyal berdasarkan MKJI 1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran tarikan perjalanan dapat ditentukan berdasarkan kendaraan yang keluar-masuk area gedung pertemuan dengan menggunakan analogi terhadap kapasitas gedung. Kasus pembangunan Gedung MG untuk lima tahun mendatang menunjukkan bahwa pengoperasian gedung pertemuan dapat menurunkan tingkat pelayanan secara signifikan pada simpang tidak bersinyal yaitu dari tingkat pelayanan C menjadi D, sedangkan pada ruas jalan tidak signifikan yaitu tingkat pelayanan tetap B.
References

Black, J.A., 1979, ”Urban Accessibility and Transport Policy”. Transport and Communication Bulletin for Asia and the Pacific, United Nations: Economic and Social Commission for Asia Pacific.

BPS, 2018, Produk Domestik Regional Kota Palu menurut Lapangan Usaha 2013-2017, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu, Palu.

BPS, 2020, Kota Palu Dalam Angka 2019, Ba-dan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu, Palu.

Dirjen Hubdat, 1996, Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, Departemen Perhubungan Direktur Jenderal Perhubu-ngan Darat (Dirjen Hubdat), Jakarta.

Ditjen Bina Marga, 1997, Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), Direktorat Jenderal Bina Marga, Bina Jalan Kota (Binkot), Jakarta.

Horonjeff et.al, 2010, Planning and Design of Airports, Fifth Edition, USA.

ITE, 2012, Trip Generation, 9th Edition, Institute of Transportation Engineers (ITE, Washington, D.C.

Mahmudah, N., 2016, ”Pemodelan Bangkitan Perjalanan Pelajar di Kabupaten Sleman”, Jurnal Teknik Sipil, Vol. 13, No. 4 April 2016, Halaman 301-307.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, 2006, Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 14 Tahun 2006, Jakarta.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, 2015, Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 96 Tahun 2015, Jakarta.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, 2015, Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu lintas, Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 75 Tahun 2015, Jakarta.

NAASRA, 1988, Guide to Traffic Engineering Practice, National Association of Australian State Road Authorities (NAASRA), Sydney.

OpenStreetMaps, 2020, Peta lokasi penelitian, https://www.openstreetmap.org/#map=17/-0.90063/119.87007 [diakses 12 Mei 2020, 02:23PM]

Prasetya, S.W., 2019, Penyiapan MAT dalam Pemodelan Transportasi, Materi Pelatihan Analisis Dampak Lalu Lintas (tidak dipublikasikan).

Samsat Kota Palu, 2019, Jumlah Kepemilikan Kendaraan Kota Palu 2008-2018, Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), Palu.

Tamin, O. Z., 2000, Perencanaan dan Pemodelan Transportasi, Edisi Kedua, Penerbit Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Weller, P., 2007, ”Transport Impact Guidelines for Site Development: Literature Review”, Land Transport New Zealand Research Report 327 Part II, Wellington, NZ.