DESAIN BERBASIS ERGONOMI; STUDI ERGONOMI PADA FASILITAS PENUNJANG PELAYANAN KEFARMASIAN; Studi Kasus Apotek di Jalan Jenderal Sudirman, Purworejo

Michael Edo D

Abstract


Abstract: Nowadays health becomes important, thats why many people even in health body still need medicine or vitamin to protect their body, especially today health body didn’t recognize time. Enterpreneur catch these business opportunity and realize it into a pharmac. An pharmacy in Jenderal Sudirman Street at Purworejo is one example of a response to the opportunity, thus providing a complete variety of types of drugs as well as 24-hour service. However, because of limited land availability, the shophouse became the answer. Shophouses transformed into a place of business that is cultivated good and comfortable. How the application of ergonomics of a pharmacy that located in a shophouse. Through the function conversion of the building, the availability, requirement and quality of the space and supporting things for pharmacy, should remain acommodated properly when used by users for 24 hours each day. This study reached by direvt observation and through inerviews with pharmacy employees as users of the space, so we can know the user needs with a proper ergonomics which adapted to its space.

Keywords : Ergonomics, Pharmacy, Quality of Space, 24 Hours

Abstrak: Kesehatan saat ini menjadi hal penting, sehingga banyak orang dalam keadaan sehat sekalipun tetap membutuhkan obat ataupun multivitamin guna menjaga stamina agar tetap sehat, terlebih lagi daya tahan tubuh mausia tidak mengenal waktu. Pengusaha menangkap peluang tersebut dan merealisasikannya ke dalam sebuah apotek. Apotek di Jalan Jenderal Sudirman, Purworejo merupakan salah satu contoh respon terhadap peluang baik tersebut, sehingga menyediakan ragam jenis obat yang lengkap serta pelayanan 24 jam. Namun, karena keterbatasan lahan yang ada, maka ruko menjadi jawabannya. Ruko disulap menjadi sebuah tempat usaha yang diusahakan baik dan nyaman. Bagaimana penerapan ergonomi sebuah apotek yang terletak di sebuah ruko. Melalui alih fungsi bangunan, ketersediaan dan kualitas ruang serta pendukung ruang apotek harus tetap terakomodasi dengan baik, saat digunakan oleh penggunanya selama 24 jam setiap harinya. Studi ini ditempuh dengan melakukan observasi langsung serta melalui wawancara dengan karyawan apotek selaku pelaku ruang, sehingga dapat diketahui kebutuhan ruang dengan ergonomi yang tepat dan sesuai dengan wadahnya.

Kata Kunci : Ergonomi, Apotek, Kualitas Ruang, 24 Jam

 


Keywords


Ergonomi; Apotek; Kualitas Ruang; 24 Jam; Ergonomics; Pharmacy; Quality of Space; 24 Hours

Full Text:

PDF

References


Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

Standar Laboratorium Farmasi : Pendidikan Tenaga Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI - Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2010.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Simposium / Laporan Penelitian / Jurnal :

Made, I. Gede Arimbawa. 2010. Ergonomi Sebagai Konsideran Esensial dalam Proses Desain. Makalah Seminar Akademik FSRD ISI Denpasar.

Wibowo, Heru. 2013. Studi Ergonomi tentang Keluhan-keluhan Fisik yang dialami Karyawan di Unit Perpusatakaan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Skripsi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Chiara, Joseph De & Michael J. Crosbie. 2001. Time-Saver Standards for Building Types - Fourth Edition. Singapore : McGraw-Hill Book Co.

Juwana, Jimmy S. 2005. Panduan Sistem Bangunan Tinggi untuk arsitek dan praktisi bangunan. Jakarta : Erlangga.

Nurmianto, Eko. 2008. Ergonomi : Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya : Guna Widya.

Sutalaksana, dkk. 1979. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung : Penerbit ITB.

Sutalaksana, dkk. 2006. Teknik Perancangan Sistem Kerja. Bandung : Penerbit ITB.




DOI: https://doi.org/10.24002/jars.v11i1.1085

Refbacks

  • There are currently no refbacks.