EVALUASI PENATAAN PERABOTAN SECARA ERGONOMI BERDASARKAN POLA AKTIVITAS PENGGUNA RUANG, Studi Kasus: Ruang Baca Perpustakaan Daerah Kalimantan Tengah

David Ricardo

Abstract


Abstract: Library is the place and the source of knowledge. To facilitate employees as well as visitors, a comfortable space is an important criteria to be fulfilled in designing library building. In regional library of Central Borneo, reading rooms were most frequently used. According to library concept, the level of comfort depended on some important factors, especially interior design. The arrangement of the furniture is the focus of this study related do the comfortable criteria to be analyzed in library design. The techniques in this study were observation, interviews, and literature study. The data were analyzed then compared to the standards of furniture arrangement based on ergonomics and anthropometry approach. This study found that the library level of comfort was still below the standards. The suggestions were: (1) rearrange the furniture in the reading room to meet the standard; (2) rearrange a clear division of the reading zones, and put the proper distance among bookshelf; and (3) change the circulation paths into one-way paths.

Keywords: library reading rooms, ergonomics, visitor activities, furniture

Abstrak: Perpustakaan adalah tempat dan sumber pengetahuan. Kenyamanan ruang merupakan salah satu syarat penting yang harus dipenuhi dalam perancangan bangunan perpustakaan agar dapat memfasilitasi pegawai maupun pengunjung perpustakaan. Ruang baca merupakan ruangan yang paling banyak digunakan pada Perpustakaan Daerah Kalimantan Tengah. Menurut konsep perpustakaan, tingkat kenyamanan ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain perancangan interior. Fokus penelitian ini pada penataan perabot guna memenuhi kriteria kenyamanan sebuah perpustakaan yang dikaji dengan menggunakan pendekatan ergonomis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara serta studi literatur. Data kemudian dianalisa dan dibandingkan dengan standar penataan perabot berdasarkan pendekatan ergonomis dan antropometris. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa kenyamanan ergonomis dan antropometris pada ruang baca Perpustakaan Daerah Kalimantan Tengah belum sesuai standar. Rekomendasi untuk penataan perabotan ruang baca perpustakaan yaitu: penataan dan ketegasan zona baca dan pendukungnya, penataan jarak antar rak buku, dan perubahan jalur sirkulasi menjadi searah.

Kata kunci: ruang baca perpustakaan, ergonomi, aktivitas pengguna, perabotan


Keywords


library reading rooms; ergonomics; visitor activities; furniture; ruang baca perpustakaan; ergonomi; aktivitas pengguna; perabotan

Full Text:

PDF

References


Anugrah, Dexa & Ardoniz. 2013. Penataan Ruangan di Perpustakaan Umum Kota Solok. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, Vol. 1, No. 2: 1-8.

Ching D.K, Francis. 2008. Arsitektur: Bentuk, Ruang, dan Tatanan. Jakarta: Erlangga.

Neufert, Ernst. 2002. Data Arsitek Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Panero, Julius & Zelnik, Martin. 1979. Dimensi Manusia & Ruang Interior. Jakarta: Erlangga.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Katalog Dalam Terbitan. 2006. Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Khusus. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Katalog Dalam Terbitan. 2009. Pedoman Tata Ruang dan Perabot Perpustakaan Umum. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 2011. Profil Perpustakaan Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Indonesia. Jakarta: Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan.

Suptandar, Pramudji. 1999. Disain Interior: Pengantar Merencana Interior untuk Mahasiswa Arsitektur. Jakarta: Djambatan.

Swasty, Wirania. 2010. Merancang Rak Buku Kreatif. Jakarta: Griya Kreasi




DOI: https://doi.org/10.24002/jars.v11i3.1187

Refbacks

  • There are currently no refbacks.