MEMBACA MAKNA TRADISIONALITAS PADA ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL

Riandy Tarigan

Abstract


Abstract: Traditional architecture built by the community is based on the view of cosmology and cultural symbolism that is owned by the community. This view is manifested into signs and meanings contained in space and architectural forms. Each of these spaces and forms is interpreted and trusted by the community to be the standard and always passed on to the next generation. Culture that occurs in society always changes and develops and can influence the meanings contained in the elements of the sign on the traditional house. The problem of this research is how to read the dynamics of meaning that occur due to the development of residents' needs to find out the dynamics of meaning that occurs in elements of traditional homes. The purpose of this study is to find out how the dynamics of the meaning are known and understood precisely through the signs contained in architectural elements. The object of the selected study is a Javanese traditional house which until now is still inhabited by some people who are on the north coast of Java in general and Kudus in particular. As a result, reading the dynamics of the meaning of traditional houses needs to be done with an interpretive approach to each element of elementary and complementary functions, as a whole, intact and interrelated (holistic).

Keywords: Sign, dynamic meanning, traditional house, Kudus

Abstrak: Arsitektur tradisional dibangun oleh masyarakat dilandasi pandangan kosmologi dan simbolisme budaya yang dimiliki masyarakat. Pandangan tersebut diwujudkan menjadi tanda dan makna yang tertuang dalam ruang dan bentuk arsitektur. Setiap ruang dan bentuk dimaknai dan dipercayai oleh masyarakat menjadi hal yang baku dan diturunkan ke generasi berikutnya. Kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat selalu berubah dan berkembang dan mempengaruhi makna-makna yang terdapat pada elemen-elemen tanda pada rumah tradisional. Masalah penelitian ini adalah bagaimana cara membaca dinamika makna yang terjadi akibat perkembangan kebutuhan penghuni untuk mengetahui dinamika makna yang terjadi pada elemen-elemen rumah tradisional. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana dinamika makna diketahui dan dipahami secara tepat melalui tanda-tanda yang terdapat pada elemen arsitektur. Objek studi adalah rumah tradisional Jawa yang sampai saat ini masih dihuni oleh sebagian masyarakat yang berada di pantai utara Jawa pada umumnya dan Kudus pada khususnya. Hasilnya, membaca dinamika makna rumah tradisional perlu dilakukan dengan pendekatan interpretatif pada setiap unsur fungsi elementer dan komplementer, secara menyeluruh, utuh dan saling terkait (holistik).

Kata kunci : tanda, dinamika makna, rumah tradisional, Kudus.



Keywords


tanda, dinamika makna, rumah tradisional, Kudus, Sign, dynamic meanning, traditional house

Full Text:

PDF

References


Adiyanto, J. (2011). Konsekuensi Filsafati Manunggaling Kawulo lan Gusti pada Arsitektur Jawa. Surabaya: Program Doktor, Bidang Keahlian Arsitektur, Program Pasca Sarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Alifuddin, M., 2018. Potret Islam dalam Bingkai Kearifan Lokal: Studi Makna Arsitektur Kampung Naga. Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 12(2), p.112.

Bonta, J. P. (1979). Architecture and its Interpretation : A Study of Expressive Systems in Architecture. New York: Rizzoli.

Fauzy, B, Antariksa, P. Salura. (2012). Memahami Relasi Konsep Fungsi, Bentuk dan Makna Arsitektur Rumah Tinggal Masyarakat Kota Pesisir Utara di Kawasan Jawa Timur, Kasus Studi : Rumah Tinggal di Pecinan Kampung Karangturi dan Kampung Jawa Sumber Girang, Lasem. Seminar Nasional Dies Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra "Towards Emphatic Architecture" (pp. -). Surabaya: Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra.

Gantini, C.; J. Prijotomo; Y. Saliya. (2012). Guna dan Fungsi pada Arsitektur Bale Banjar Adat di Denpasar, Bali. Kota, Tinjauan Multi-Perspektif (pp. 65-68). Bandung: Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI).

Hidayatun, M. (1999, Juli 1999). Pendopo dalam Era Modernisasi Bentuk, Fungsi dan Makna Pendopo pada Arsitektur Tradisional Jawa dalam Perubahan Kebudayaan. Jurnal Dimensi Teknik Arsitektur, Vol. 27, No. 1, 37-47.

Koentjaraningrat. (1987). Sejarah Antropologi I. Jakarta: UI Press.

Koentjaraningrat. (1996). Pengantar Ilmu Antropologi Jilid I. Jakarta: Rineka Cipta.

Moustafa, A. (1988). Architectural Representation and Meaning : Towards a Theory of Interpretation. Massachusetts: The Massachusetts Institute of Technology.

Muqoffa, M. (2010). Rumah Jawa dalam Dinamika Peruangan dan Hubungan Gender, Kasus : Komunitas Kampung batik Laweyan Surakarta. Surabaya: Program Doktor, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITS.

Noble, A. (2007). Traditional Building : A Global Surveu of Structural Forms and Cultural Functions. London & New York: I.B. Tauris.

Palmer, R. (1969). Hermeneutika : Teori Baru Mengenai Interpretasi (terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Peursen, P. (1988). Strategi Kebudayaan. (D. Hartoko, Trans.) Yogyakarta: Kanisius.

Piliang, Y. A. (2003). Hipersemiotika : Tafsir Cultural Studies atas matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Pitana, T. (2007, Juli). Reproduksi Simbolik Rumah Tradisional Jawa : Memahami Ruang Hidup Material Manusia Jawa. Jurnal Gema Teknik, No. 2, Th. X, 126-133.

Preziosi, D. (1979). The Semiotics of the Built Environment : an Introduction to Architectonic Analysis. Bloomington & London: Inidana University Press.

Ranjabar, J. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia : Suatu Pengantar. Bogor: Ghalia Indonesia.

Ronald, A. (2005). Nilai-nilai Arsitektur Rumah Tradisional Jawa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Salura, P. (2015). Sebuah Kritik : Arsitektur yang Membodohkan. Jakarta: Gakushudo.

Sardjono, AB dkk;. (2015). Rumah Dagang di Kota Lama Kudus. Jurnal Modul, Vol 15 No. 1, 1-12.

Sumardiyanto. (2016). Persistensi Makna Zona Publik dan Privat pada Rumah Tradisional Masyarakat Jawa di Desa Jagalan dan Kelurahan Purbayan Kota Gede, Yogyakarta. Bandung: Program Doktor Arsitektur, Sekolah Pascasarjana, Universitas Katolik Parahyangan.

Sutrisno, M., & Putranto, H. (Eds.). (2005). Teori-teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Tarigan, R. (2013). Pola Pembagian Lahan Pekarangan di Rumah Tradisional Jawa Berdasar Sistem Pembagian Warisan, Studi Kasus: Jeron Beteng, Kraton, Yogyakarta. Jurna Tesa Arsitektur, 31-41.

Tarigan, R. (2017). Tantangan Pelestarian dan Perubahan Terhadap Manfaat Ruang Tradisional Akibat Pengaruh Kegiatan Industri Rumah Tangga; Studi Kasus: Rumah Tinggal Tradisional Kudus. Jurnal Arsitektur Komposisi, 77-84.

Tasmuji, dkk. (2011). Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press.

Ven, C. (1991). Ruang dalam Arsitektur (terjemahan). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Widayat, R. (2004). Krobongan Ruang Sakral Rumah Tradisional Jawa. Dimensi Interior, Vol. 2, No. 1, 1 - 21.

Zevi, B. (1957). Architecture as Space. New York: Da Capo Press.




DOI: https://doi.org/10.24002/jars.v12i3.2202

Refbacks

  • There are currently no refbacks.