TIPOLOGI ARSITEKTUR RUMAH SABU (AMMU HAWU), SEBUAH PENDEKATAN DESKRIPTIF ANTROPOLOGIS

Pilipus Jeraman

Abstract


Abstract: The architecture of the house of Sabu (ammu hawu) is one of the riches of vernacular architecture that still exists in East Nusa Tenggara and is well preserved by the ethnic Sabu community, which inhabits the islands of Sabu and Raijua Island. This research provides a descriptive description of the typological characteristics of Sabu's house architecture (ammu hawu) and its settlement environment. The typology study on Sabu house (ammu hawu) was developed with a descriptive anthropological approach. The results showed that the architecture of the house of Sabu (ammu hawu) has distinctive characteristics that are in harmony with the cultural background of the Sabu community. Based on the typology of functions and forms known to the typology of houses on Sabu island there are three typologies, namely ammu hawu (roukoko), ammu atta, and ammu jawa.

Keywords: typology, ammu hawu, descriptive, anthropological

Abstrak: Arsitektur rumah Sabu (ammu hawu) adalah salah satu kekayaan arsitektur vernakular yang masih eksis di Nusa Tenggara Timur dan terpelihara dengan baik oleh masyarakat etnis Sabu, yang mendiami Pulau Sabu maupun Pulau Raijua. Penelitian ini memberi gambaran deskriptif tentang karakteristik tipologi arsitektur rumah Sabu (ammu hawu) dan lingkungan permukimannya. Kajian tipologi terhadap rumah Sabu (ammu hawu)  ini dikembangkan dengan pendekatan deskriptif antropologis. Hasil penelitian menunjukkan, arsitektur rumah Sabu (ammu hawu) memiliki karakteristik khas yang selaras dengan latar belakang kebudayaan masyarakat Sabu. Berdasarkan tipologi fungsi dan bentuk diketahui tipologi rumah di pulau Sabu ada tiga tipologi, yakni ammu hawu (roukoko), ammu atta, dan ammu jawa.   

Kata kunci: tipologi, ammu hawu, deskriptif, antropologis.



Keywords


tipologi, ammu hawu, deskriptif, antropologis, typology, ammu hawu, descriptive, anthropological

Full Text:

PDF

References


Biro HUMAS Setda NTT (2004): Hole Ritual Budaya Masyarakat Sabu. Biro Humas Setda NTT.

Jeraman, P. (2000): Studi Morphologi Dalam Konstruksi Bangunan Tradisional Di Nusa Tenggara Timur. Tesis Pasca Sarjana – Jurusan Arsitektur FTSP ITS, Surabaya.

Jeraman, P. (2011) Keanekaragaman Arsitektur Vernakular NTT, Keajegan dan Dinamika Perkembangannya. Jurnal Tekstur Vol. 1 No.02 Desember 2011 – Jurusan Arsitektur Unwira Kupang.

Kana, N.L. (1978): Dunia Orang Sabu Sawu. Satu Lukisan Analitis Tentang Azas-Azas Penataan Dalam Kebudayaan Orang Mahara di Sawu, Nusa Tenggara Timur. Disertasi Doktor – Universitas Indonesia, Jakarta.

Kana, N L (1983): Dunia Orang Sabu Sawu. Penerbit Sinar Harapan, Jakarta.

Kana, C. dkk (1986): Arsitektur Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah, Jakarta.

Kaho, R R (2005): Orang Sabu dan Budayanya. Penerbit Jogja Global Ilmu, Yogyakarta.

Kelompok Kerja Arsitektur vernacular (1992): Arsitektur Proto Mongoloid – Negroid – Austroloid. Jurusan Arsitektur Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Diterbit dalam rangka Jambore Mahasiswa Di Lahore Pakistan.

Liliweri, A (1989): Inang Hidup dan Baktiku. Penerbit Tim Penggerak PKK Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Mentayani, I. (2008). Jejak Hubungan Arsitektur Tradisional Suku Banjar dan Suku Bakumpai. Dimensi Jurnal Teknik Arsitektur, 36(1), 54–64.

Nuri, R, dkk (1984): Pola Permukiman Pedesaan Daerah Nusa Tenggara Timur. Penerbit Departemen Pendidikan Kebudayaan Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Pekudjawang, U (1987): Mosaik Pariwisata Nusa Tenggara Timur. Penerbit Dinas Pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Prijotomo, J (1988): Pasang Surut Arsitektur Di Indonesia. Penerbit CV. Ardjun, Surabaya.

Purbadi, Y. D. (2017). Continuity And Change Dalam Arsitektur Vernakular: Kajian Fenomena Lopo di Desa Kaenbaun. Seminar Nasional Riset dan Teknologi Terapan 2017 (RITEKTRA 2017), 69–82.

Rostiyati, A. (2013). Typology of Traditional House of Wana Village in East Lampung. Patanjala, 5(3), 459–474.

Setijanti, P., Silas, J., Firmaningtyas, S., & Hartatik. (2012). Eksistensi Rumah Tradisional Padang Dalam Menghadapi Perubahan Iklim dan Tantangan Jaman. Simposium Nasional RAPI XI FT UMS, 54–62.

Utama, PT. Siar Plan (2003): Kajian Permukiman Adat Terpencar (Laporan Proyek). Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah – Direktorat Jenderal Perumahan dan Permukiman – Proyek Pengembangan Perumahan Dan Permukiman NTT.




DOI: https://doi.org/10.24002/jars.v12i3.2204

Refbacks

  • There are currently no refbacks.