PEMANFAATAN RUANG PADA RUMAH TINGGAL BURUH SEBAGAI USAHA BATIK TULIS DI DESA WISATA BATIK TULIS LASEM

Arief Satya Wijaya

Abstract


Abstrak: Buruh batik di Desa Babagan mengerjakan batik tulis di ruangan yang digunakan bersama dengan kegiatan rumah tangga. Mengerjakan batik tulis tidak membutuhkan ruang khusus dan dapat memanfaatkan ruang manapun. Pemanfaatan ruang tersebut dianalisa dengan teori wujud dasar ruang, sifat ruang, tipe ruang dan rumah produktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Ada 9 buruh batik yang menjadi unit amatan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Ada beberapa ruang yang dimanfaatkan untuk membatik yaitu dapur, halaman, teras, ruang makan, dan ruang tamu, jadi membatik bisa dilakukan di ruang publik, semi publik, dan ruang servis tetapi tidak dilakukan pada ruang privat karena menimbulkan polusi, pencahayaan dan penghawaannya masih kurang. Penentuan pemanfaatan ruang berdasarkan letaknya yang dekat dengan dapur, toilet, dan ruang penyimpanan alat/bahan, tidak menimbulkan polusi, tidak tampias ketika hujan, ada ruang yang bisa gunakan sambil mengasuh anak, memiliki luas ruangan yang cukup untuk membatik. Tidak ada ruang membatik pada rumah buruh batik, yang ada yaitu tempat untuk membatik. Ruang yang digunakan telah memenuhi luasan ruang yang dibutuhkan untuk proses membatik (nyanting). Sedangkan tipe ruang usaha adalah kombinasi dari tipe campuran dan tipe terpisah.

Kata kunci: pemanfatan ruang; buruh batik; batik tulis; tourist village.

Title: Space Utilization at Worker House as a Batik Business in Batik Tourist Village Lasem

Abstract: Batik workers in Babagan Village work in the room used in together with household activities. Working on batik does not require special space and can use any space. The utilization of space is analyzed by theory of the basic form of space, the nature of space, type of space and productive house. The method used in this research is qualitative method. There are 9 batik workers who become observation units to obtain information needed in the research. There is some space that is used for batik these are kitchen, yard, terrace, dining room, and living room, so batik can be done in public space, semi public and service room but not done in private space because pollution, lighting and natural air still less. Determination of space utilization based on its location close to kitchen, toilet, and tool or materials storage room, no pollution, no exposed to rain splashes, there is space that can use while taking care of children, has enough room. There is no batik space at batik workers' house, which is a place to make batik. Space has sufficient the extent of space required for the process of batik (nyanting). While the type of business space is a combination of mixed types and separate types.

Keywords: space utilization; batik workers; batik tulis; desa wisata.


Keywords


pemanfatan ruang; buruh batik; batik tulis; tourist village; space utilization; batik workers; batik tulis; desa wisata

Full Text:

PDF

References


Ching, F. D.K. Arsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga, 2008.

Handinoto. Arsitektur dan Kota-kota di Jawa pada Masa Kolonial. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012.

Haryadi, dan B. Setiawan. Arsitektur Lingkungan Dan Perilaku. P3SL Dirjen Dikti, Depdikbud, 1995.

Laurens, M. J. Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta: Grasindo, 2005.

Priasukmana, S, dan R. M. Mulyadin. “Pembangunan Desa Wisata : Pelaksanaan Undang-Undang Otonomi Daerah.” Info Sosial Ekonomi, 2001: Vol. 2 No. 1, Hal:37-44.

Silas, J. Home Based Enterprises. Materi Kuliah Seminar, Alur Permukiman Kota dan Lingkungan, Surabaya: Pasca Sarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 1999.

Silas, J. Housing Beyond Home: The Aspect of Resources and Sustainability. Pidato Pengukuhan Guru Besar, Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 1993.




DOI: https://doi.org/10.24002/jars.v13i1.2778

Refbacks

  • There are currently no refbacks.