Analisis Perbedaan Earnings Response Coefficient (ERC) Sebelum dan Setelah Adopsi IFRS pada Perusahaan yang Tercatat dalam Bursa Efek Indonesia

Fransisca Intan Galantika, I Gede Siswantaya

Abstract


Abstrak

Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) menyebabkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengalami beberapa perubahan. Perbedaan standar akuntansi keuangan menyebabkan komparibilitas laporan keuangan menurun sehingga investor dari berbagai negara sulit untuk mengambil keputusan investasi. Muncullah IFRS sebagai standar akutansi global sebagai acuan dalam menghasilkan pelaporan keuangan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mengenai ada tidaknya perbedaan signifikan antara nilai Earning Response Coefficient (ERC) sebelum dan sesudah adopsi IFRS pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). ERC digunakan sebagai proksi untuk melihat reaksi pasar. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan harga saham bulanan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di BEI pada tahun 2009 hingga 2014. Pemilihan sampel didasarkan pada metode purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ERC sebelum dan sesudah adopsi IFRS ke dalam PSAK pada perusahaan yang terdaftar di BEI.

Kata Kunci: IFRS, Earnings Response Coefficient, Laba, PSAK, Reaksi Pasar.

 

Abstract

 

Convergence of International Financial Reporting Standards (IFRS) causes the Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) undergo some changes. This then leads to differences in comparability of financial statements declining so that investors from various countries is difficult to make investment decisions. Then appeared IFRS as the global accounting standards as a reference in generating quality of financial reporting. This study aimed to analyze whether there was a significant difference between the value of Earning Response Coefficient (ERC) before and after the adoption of IFRS on the companies listed on the Indonesia Stock Exchange. ERC is used as a proxy to see the market reaction. The data used in this research is secondary data in the form of annual financial statements and monthly stock prices. The sample used in this study is a company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2009 to 2014. The sample selection was based on a random sampling method with predetermined criteria. The results of this study prove that there was no significant difference between the ERC before and after the adoption of IFRS into the FRS companies listed on the Stock Exchange.

Keywords: IFRS, Earnings Response Coefficient, Earnings, PSAK, Market Reaction.


Full Text:

PDF

References


Agoglia, C.P., Doupnik, T.S. & Tsakumis, G.T. (2011). Principles-based versus rules-based accounting standards: The influence of standard precision and audit committee strength on financial reporting decisions. The Accounting Review 86 (3), 747-767.

Armstrong, C. S., Barth, M. E., Jagolinzer, A. D., & Riedl, E. J. (2010). Market reaction to the adoption of IFRS in Europe. Accounting Review, No. 1, Vol. 85.

Ball, R. (2006). International Financial Reporting Standards (IFRS): pros and cons for investors. Accounting & Business Research 36, 5-27.

Bangun, D.S. (2014). Analisis Perbedaan Kualitas Laba Sebelum dan Sesudah Adopsi IFRS kedalam PSAK pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi S1 Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang tidak dipublikasikan.

Barth, M. E., Landsman, W.R. & Lang, M.H. (2008). International Accounting Standards and Accounting Quality. Journal of Accounting Research 46 (3): pp.467-498.

Cheng, F., Nasir, A. (2010). Earning Response Coefficients and The Financial Risks of China Commercial Banks. International Review of Business Research Papers Vol. 6 (3), 178-188.

Claudya, U. (2014). Analisis Perbedaan Kualitas Akuntansi Sebelum dan Sesudah Konvergensi IFRS. Skripsi S1 Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang tidak dipublikasikan.

Darmawan, A. (2012). Pengaruh Adopsi IFRS terhadap Earnings Response Coefficient Pada Perusahaan di Inggris dan Jerman. Tesis S2 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang tidak dipublikasikan.

Daske, H., Hail, L., Leuz, C. & Verdi, R. (2008). Mandatory IFRS Reporting Around The World: Early Evidence on The Economic Consequences. Journal of Accounting Research 46, 1085–1142.

Daud, R.M., Syarifuddin, N.A. (2008). Pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure, Timeliness, dan Debt to Equity Ratio Terhadap Earnings Response Coefficient. Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi. Vol.1 (1), 82-101.

Martani, D. (2014). Akuntansi Instrumen Keuangan PSAK 50, 55, 60 Revisi 2014. Diakses dari https://staff.blog.ui.ac.id/martani/2014/11/07/akuntansi-instrumen-keuangan-psak-50-55-60/

Handoyo, B. Y. (2011). Perbedaan Kualitas Laba Sebelum dan Sesudah Adopsi IAS 32 dan 39 pada Perusahaan Perbankan. Skripsi S1 Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang tidak dipublikasikan.

Jogiyanto, H.M. (2012). Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-pengalaman Edisi 1. Yogyakarta: BPFE UGM.

Hayn, C. (1995). The Information Content of Losses. Journal of Accounting and Economic. Vol. 20, pp.125-153.

Hung, M. & Subramanyam, K.R. (2007). Financial Statement Effects of Adopting International Accounting Standards, The Case of Germany. Review of Accounting Standards 12, 623– 657.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2008). Sejarah SAK. Diakses dari http://www.iaiglobal.or.id/prinsip_akuntansi/index.php?id=2.

Jeanjean, T. & Stolowy, H. (2008). Do accounting standards matter? An exploratory analysis of earnings management before and after IFRS adoption. Journal of Accounting and Public Policy 27 (6), 480-494.

Karamanou. I & Nishiotis. G. P. (2009). Disclosure and the Cost of Capital: Evidence from the Market’s Reaction to Firm Voluntary Adoption of IAS. Journal of Business Finance & Accounting, 36(7) & (8), 793–821.

Kusumo, Y. B. & Subekti, I. (2013). Relevansi Nilai Informasi Akuntansi, Sebelum Adopsi IFRS dan Setelah Adopsi IFRS pada Perusahaan yang Tercatat dalam Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Vol. 2 No.1.

Mazars. (2006). IFRS 2005 European Survey. Diakses dari http://www.mazars.com/pdf/Enquete_IFRS_2005_U.K.pdf

Mulyani, S., Asyik, N. F., & Andayani. (2007). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Earnings Response Coefficient pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. JAAI, 11 (1), 35-45. Diakses dari http://dspace.uphsurabaya.ac.id:8080/xmlui/bitstream/handle/123456789/127/Willjayanti.pdf?sequence=1

Widoatmojo, S. (1996). Cara Sehat Investasi di Pasar modal. Jurnalindo Aksan Grafika: Jakarta

Saputra, F.B.B. (2013). Analisis Perbedaan Kualitas Laba Sebelum dan Sesudah Adopsi IAS 39 (2005) Menjadi PSAK 55 (2006) pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi S1 Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang tidak dipublikasikan.

Sayekti, Y, & Ludovicus S.W. (2007). Pengaruh CSR Disclosure terhadap Earning Response Coefficient. Simposium Nasional Akuntansi X, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Scott, R (2009). Financial Accounting Theory, Fifth edition. USA: Prentice Halll.

Securities and Exchange Commission - SEC. (2003). Study Pursuant to Section 108(d) of the Sarbanes-Oxley Act of 2002 on the Adoption by the United States Financial Reporting System of a Principles-Based Accounting System. Diakses dari http://.sec.gov/news/studies/principlesbasedstand.htm.

Sinaga, R.U. (2012). Standar Akuntansi Keuangan per 1 Juni 2012, Kata Pengantar. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia.

Syafrudin, M. (2004). Pengaruh Ketidaktepatwaktuan Penyampaian Laporan Keuangan Pada Earnings Response Coefficient. Simposium Nasional Akuntansi VII.

Wirahardja, R. I. (2010). Adopsi IAS 41 dalam Rangkaian Konvergensi IFRS di Indonesia. Jakarta: Ikatan Akuntansi Indonesia.

Wulandari, K. K., & Wirajaya, I.G.A. (2014). Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap Earnings Response Coefficient. ISSN: 2302-8556 E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 6.3 (2014), 355-369.




DOI: http://dx.doi.org/10.24002/modus.v28i1.664

Refbacks

  • There are currently no refbacks.