Kadar Logam Timbal (Pb) dan Sulfur (S) Pada Tanaman Ketapang Badak (Ficus lyrata Warb)

Authors

  • Victoria Intan Sari Tukan, Indah Murwani Wibowo Nugroho Jati

DOI:

https://doi.org/10.24002/biota.v4i1.2365

Keywords:

Ketapang Badak, Timbal (Pb), Sulfur (S), stomata, klorofil

Abstract

Pencemaran udara semakin hari semakin bertambah parah seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang digunakan sehingga perlu memperbanyakjenis tanaman yang dapat menyerap bahan pencemar seperti Pb dan Sulfur. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kemampuan tanaman Ketapang Badak menyerap logam berat Pb dan Sulfur, (2) mengetahui pengaruh penyerapan logam berat Pb dan Sulfur terhadap kadar klorofil pada tanaman Ketapang Badak, dan (3) mengetahui pengaruh penyerapan logam berat Pb dan Sulfur terhadap stomata daun tanaman Ketapang Badak. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali pengulangan untuk setiap stasiun. Hasil uji dianalisis dengan program SPSS  Anava dan Korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Ketapang Badak memiliki kemampuan menyerap Pb dan Sulfur namun tidak tergolong dalam tanaman yang memiliki kemampuan tinggi menyerap Pb dan Sulfur. Kemampuannya menyerap Pb sebesar 18,397 – 26,971 mg/kg dan menyerap Sulfur sebesar 0,117 - 0,130%. Kadar total klorofil tanaman menjadi kurang lebih sebesar 1,397 - 1,467 mg/g dan nilai indeks stomata tanaman menjadi kurang lebih sebesar 41,63 – 46,45.

References

Eviati dan Sulaeman. 2009. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk Edisi ke2. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Hidayati, S.R. 2009. Analisis Karakteristik Stomata, Kadar Klorofil dan Kandungan Logam Berat Pada Daun Pohon Pelindung Jalan Kawasan Lumpur Porong Sidoardjo. Skripsi Universitas Islam Negeri Malang, Fakultas Sains Dan Teknologi Jurusan Biologi. Diakses 12 Desember 2012. lib.uin-malang.ac.id/02520020-s-roifatul-hidayah Ismunadji, M. dan Zulkarnain, I. 1977. Sulphur Deficiency of Lowland Rice in Java. Center Research Institute Agriculture. Kimbal, J.W. 1983. Biology Fifth Edition Jilid 1. Jakarta.: Penerbit Erlangga. Megia, R., Ratnasari, Hadisunarso. 2015. Karakteristik Morfologi dan Anatomi, serta Kandungan Klorofil Lima Kultivar Tanaman Penyerap Polusi Udara Sansevieria trifasciata. Jurnal Sumberdaya Hayati 1 (2) : 34 – 40. Meriko, L. & Abizar. 2017. Struktur Stomata Daun Beberapa Tumbuhan Kantong Semar (Nepenthes spp.). Berita Biologi 16(3): hal 325 – 329

Riyono, H. S. 2007. Beberapa Sifat Umum Dari Klorofl Fitoplankton. Oseana 32 (1) : 23-31 Saeni, M.S. 1995. The Correlation Between The Concentraion Of Heavy Metals (Pb, Cu And Hg) in The Environment and in Human Hair. Bulletin Kimia 9: 63-70 Sarudji, D. 2010. Kesehatan Lingkungan Cetakan Pertama. Bandung: CV Karya Putra Darwati.

Susilo, M.J. dan Dhaniaputri, M. 2016. Analisis Potensi Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Kampus Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional II Tahun 2016. Progam Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan,Yogyakarta. Taufiq, A. 2014. Identifikasi Masalah Keharaan Tanaman Kedelai. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Malang. U.S.EPA. 2007. SW-846 Test Method 7000B. https://www.epa.gov/hw-sw846/sw-846-testmethod-7000b-flame-atomic-absorptionspectrophotometry. diakses 2 Desember 2018 Wiharja. 2002. Identifikasi Kualitas Gas SO2 Di Daerah Industri Pengecoran Logam Ceper. Jurnal Teknologi Lingkungan 3 (3) : 251- 255. Wilmer CM. 1983. Stomata. London: Lonman Inc.

Yahya, W. 2015. Variasi Penggunaan Ionizer Dan Jenis Bahan Bakar Terhadap Kandungan Gas Buang Kendaraan. Jurnal AUTINDO Politeknik Indonusa Surakarta 1(2) :48-53.

Downloads

Published

25-07-2019