Analisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Fenomena Personal Branding dan Flexing di Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.24002/konstelasi.v6i1.15119Keywords:
Personal Branding, Flexing, Media Sosial, Persepsi Mahasiswa, Social ComparisonAbstract
Fenomena personal branding dan flexing di media sosial semakin marak di kalangan mahasiswa, namun batas antara keduanya kerap dipersepsikan secara berbeda oleh setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap fenomena personal branding dan flexing di media sosial, termasuk bagaimana mahasiswa membedakan keduanya, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan persepsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap 11 informan mahasiswa aktif pengguna media sosial yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan thematic analysis dan menghasilkan lima tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai personal branding sebagai pembentukan identitas diri dan investasi karier, sementara flexing dimaknai sebagai pamer pencapaian secara berulang tanpa nilai tambah bagi audiens. Temuan utama penelitian ini adalah bahwa batas antara personal branding dan flexing bersifat subjektif dan tidak mutlak, dipengaruhi oleh karakteristik konten, cara penyampaian, serta kondisi psikologis audiens. Paparan konten tersebut juga terbukti memicu social comparison yang berdampak pada munculnya rasa insecure dan tekanan sosial di kalangan mahasiswa.








