Identifikasi Telur Fertil dan Infertil menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Radial Basis Function (RBF) Berdasarkan Citra Tekstur

Muhammad Ali Ma'mun, Mutaqin Akbar

Abstract


Telur fertil adalah telur ayam yang dapat menetas dan dijadikan bibit ayam atau bisa disebut DOC (Day Old Chick). Sedangkan telur infertil merupakan telur yang tidak dapat menetas atau telur yang tidak mengalami perkembangan embrio pada saat penetasan. Proses identifikasi telur fertil dan telur infertil pada penelitian ini menggunakan metode radial basis function (RBF) diawali dengan proses akuisisi citra pada telur fertil dan telur infertil sehingga mendapatkan 150 data citra. Ekstraksi ciri yang digunakan yaitu gray Level Co-occurrence Matriks (GLCM) untuk mengidentifikasi objek atau pola citra agar mampu memberikan informasi yang detail tentang fitur suatu citra. Fitur yang digunakan yaitu Contrast, Correlation, Energi dan Homogeneity. Data citra yang telah didapatkan dibagi menjadi dua data yaitu, data latih dan data uji, 100 untuk data latih dan 50 untuk data uji. Identifikasi telur fertil dan telur infertil menghasilkan jaringan terbaik dengan error goal 0.0 (default), spread 0.1, lapisan tersembunyi 100, dan maksimum iterasi 1000. Pada lapisan tersembunyi, fungsi aktivasi yang digunakan adalah fungsi aktivasi Gaussian. Hasil pengujian identifikasi telur fertil dan telur infertil dapat diukur berdasarkan nilai akurasi. Berdasarkan model jaringan terbaik, untuk pelatihan diperoleh nilai akurasi tertinggi sebesar 100% dan untuk pengujian diperoleh nilai akurasi tertinggi sebesar 96%.

Full Text:

PDF

References


A. N. Yusuf, “Pengaruh Berbagai Konsentrasi Garam Dalam Pembuatan Telur Asin Dari Berbagai Jenis Telur Terhadap Nilai Organoleptik Sebagai Sumber Belajar,” Univ. Muhammadiyah Malang, pp. 11–41, 2017.

B. A. B. Ii and A. Telur, “Penetapan kadar..., Dea Rizky Varcania, FMIPA UI, 2008,” pp. 7–48, 2008.

T. Informatika, P. Teknik, U. A. Dahlan, J. T. Elektro, F. T. Industri, and U. A. Dahlan, “Dengan Grey Level Cooccurrence Matrix,” no. 2, 2017.

R. A. P. Dewi Nurdiyah, Stefanus Santosa, “Klasifikasi Citra Telur Fertil dan Infertil dengan Analisis Tekstur Gray Level Co-Occurence Matrix dan Support Vector Machine,” J. Teknol. Inf., vol. 11, no. 2, pp. 116–126, 2015.

R. S. Falasev, “Matriks Kookurensi Aras Keabuan ( Gray Level Co-Ocurrence Matrix ),” 2011.

A. Purnomo, “Aplikasi Pemrograman C # Untuk Analisis Tekstur Kayu Parquet Dengan Menggunakan Metode Grey Level Co-occurrence Matrix ( GLCM ),” pp. 1–15.

A. . & Shalahudin, “Bab Ii Landasan Teori,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2018, [Online]. Available: https://repository.bsi.ac.id/index.php/unduh/item/215072/File-10_Bab-II-Landasan-Teori.pdf.

D. Nurdiyah and I. A. Muwakhid, “Perbandingan Support Vector Machine Dan K-Nearest Neighbor Untuk Klasifikasi Telur Fertil Dan Infertil Berdasarkan Analisis Texture Glcm,” J. Transform., vol. 13, no. 2, p. 29, 2016, doi: 10.26623/transformatika.v13i2.324.

G. T. Situmorang, A. W. Widodo, and M. A. Rahman, “Penerapan Metode Gray Level Cooccurence Matrix ( GLCM ) untuk Ekstraksi Ciri pada Telapak Tangan,” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 3, no. 5, pp. 4710–4716, 2019.

A. P. Engelbrecht, Computational intelligence: an introduction, 2nd ed. Chichester, England ; Hoboken, NJ: John Wiley & Sons, 2007.

D. Purwitasari, G. I. Pusposari, and R. Sulaiman, “Pembelajaran Bertingkat pada Arsitektur jaringan Syaraf Fungsi Radial Basis,” Semantik, vol. 2011, no. Semantik, 2011.

I. Iskandar and E. Resdifa, “Penerapan Metode Radial Basis Function Dengan Jumlah Center Dinamis Untuk Klasifikasi Serangan Jaringan Komputer,” vol. 5, no. 2, pp. 78–85, 2019.

D. Rosadi, R. T. Handayanto, Maimunah, and R. N. Whidhiasih, “Adaptif Neuro Fuzzy Inference System ( ANFIS ) dalam Pengidentifikasi Kualitas Telur Ayam Ras Berdasarkan Warna Kerabang,” Informatics Educ. Prof., vol. 3, no. 1, pp. 53–66, 2018.

R. Y. Dillak et al., “PENERAPAN JARINGAN SARAF TIRUAN RADIAL BASIS FUNCTION PADA DIAKNOSA DAN MEDICAL PRESCRIPTION PENYAKIT,” vol. 2012, no. semnasIF, pp. 115–121, 2012.

A. Z. Abidin et al., “1.3 Pembatasan Masalah,” pp. 1–7.




DOI: https://doi.org/10.24002/konstelasi.v1i2.4238

Refbacks

  • There are currently no refbacks.