Modus https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus <p><span id="result_box" lang="en">MODUS is published twice a year, in March and September. This journal publishes empirical and conceptual research in the areas of accounting, economics, business and management and was first published in 1983 by the Faculty of Business and Economics, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This journal welcomes relevant submissions from researchers and academics in the fields of accounting, economics, business and management<span id="result_box" lang="en">.</span></span></p> en-US modus@mail.uajy.ac.id (Elizabeth Fiesta Clara Shinta Budiyono) jokihartono@gmail.com (Joki Hartono) Fri, 22 Mar 2024 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.8 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH KEPUTUSAN INVESTASI, KEBIJAKAN UTANG, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2017-2021) https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/7892 <p><em>The purpose of this study is to analyze the factors that can affect stock prices, especially factors related to financial management functions, namely investment decisions, debt policy, and dividend policy. This research is interesting to discuss because the banking sector has a crucial role in a country's economy, and the factors that affect the stock price of banking companies have become a relevant topic in the financial literature. The novelty of this research lies in the specific focus on banking companies, which is different from previous studies that are more general about certain industries or sectors. This study uses a quantitative approach and is causal associative in nature. The sampling technique used was nonprobability sampling with purposive sampling method and obtained a total of 50 samples of financial statements of banking companies listed on the IDX for the period 2017-2021. The data analysis technique uses multiple linear regression analysis and data processing using the SPSS 25 program. The results showed that debt policy has a negative and significant effect on stock prices, while investment decisions and dividend policy have no effect on stock prices. The results of this study are expected to provide insight to stakeholders, including company management, investors, regulators, and academics, to make better decisions regarding investment in the banking sector.</em><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>investment </em><em>decision; </em><em>debt </em><em>policy</em><em>; </em><em>dividend </em><em>policy</em><em>; </em><em>stock </em><em>price</em><em>.</em></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat memengaruhi harga saham khususnya faktor yang berkaitan dengan fungsi manajemen keuangan, yaitu keputusan investasi, kebijakan utang, dan kebijakan dividen. Penelitian ini menarik untuk dibahas karena sektor perbankan memiliki peran krusial dalam perekonomian suatu negara, serta faktor-faktor yang memengaruhi harga saham perusahaan perbankan telah menjadi topik yang relevan dalam literatur keuangan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus khusus pada perusahaan perbankan, yang berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih umum mengenai industri atau sektor tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan bersifat asosiatif kausal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>nonprobability sampling</em> dengan metode <em>purposive sampling</em> dan diperoleh total 50 sampel laporan keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2017-2021. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan olah data menggunakan program <em>SPSS 25</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan utang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan keputusan investasi dan kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada para pemangku kepentingan, termasuk manajemen perusahaan, investor, regulator, dan akademisi, untuk mengambil keputusan yang lebih baik terkait investasi di sektor perbankan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> keputusan investasi; kebijakan utang; kebijakan dividen; harga saham</p> Aldhera Pradiska Sugianto, Lulu Nurul Istanti Copyright (c) 2024 Modus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/7892 Fri, 22 Mar 2024 00:00:00 +0700 ENTREPRENEURIAL SELF-EFFICACY (ESE) DAN PERANNYA TERHADAP KEBERTAHANAN BISNIS https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8178 <p><em>The number of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in West Java is constantly increasing during 2016-2021 period. Many of them are new ventures which are in the process of introducing their products or services to the market; or are developing their customer base. Previous researches find that new venture viability is determined by owner-manager’s Entrepreneurial Self-Efficacy (ESE). This research aims to analyse three factors that are thought to influence ESE, namely: formal education of entrepreneurship (PFK), family support (DK), and entrepreneurial personality (EP). Furthermore, the effect of ESE to new venture viability will be tested. The samples used in this research are graduate of Bachelor of Management program, X Private University in Bandung Municipality who have undertaken Entrepreneurship courses and owned and managed his or her own business. Data is collected through close-ended questionnaires and is processed using SEM-PLS. Thereafter, a Focus Group Discussion (FGD) was conducted to validate the statistical results. The research finds that: (1) EP significantly and positively affects ESE, and (2) ESE significantly and positively affects new venture viability.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: entrepreneurial self-efficacy (ESE); entrepreneurial personality; new venture viability</em><em>.</em></p> <p>Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat terus meningkat selama periode 2016-2021. Banyak dari pelaku UMKM tersebut adalah usaha mula-mula yang berada pada tahap memperkenalkan produk atau jasa yang ditawarkan ke pasar atau sedang memperkuat basis pelanggan. Beberapa penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa kebertahanan usaha mula-mula dipengaruhi oleh <em>Entrepreneurial Self-Efficacy</em> (ESE) pemilik-pengelola usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tiga faktor yang diduga memengaruhi ESE yakni: pendidikan formal kewirausahaan (PFK), dukungan keluarga (DK), dan <em>entrepreneurial personality</em> (EP). Selanjutnya, penelitian ini akan menguji pengaruh ESE terhadap kebertahanan usaha mula-mula. Sampel dari penelitian ini adalah alumni program Studi Manajemen, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) X di Kota Bandung yang telah mengambil mata kuliah kewirausahaan serta memiliki dan mengelola usaha sendiri. Pengambilan data menggunakan kuesioner <em>close-ended</em> dan teknik pengolahan data menggunakan SEM-PLS. Setelah itu, <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) dilakukan untuk memvalidasi hasil pengolahan data secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) EP berpengaruh positif dan signifikan terhadap ESE; dan (2) ESE berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebertahanan usaha mula-mula.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <em>entrepreneurial self-efficacy</em> (ESE); <em>entrepreneurial personality</em>; kebertahanan usaha mula-mula.</p> Chris Petra Agung, Teresia Debby, Ignasia Tiffani, Budiana Gomulia Copyright (c) 2024 Modus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8178 Fri, 22 Mar 2024 00:00:00 +0700 PENGARUH WORKPLACE SPIRITUALITY DAN ETHICAL LEADERSHIP TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DENGAN EMPLOYEE WELLBEING SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8143 <p>This study aims to provide an empirical explanation of the influence of spirituality in the workplace and ethical leadership on organizational citizenship behavior (OCB) with employee wellbeing as a mediating variable with the object of research employees of PT. Indo Muro Kencana in Central Kalimantan. The questionnaire was distributed online with a total of 296 respondents using a sampling technique, namely quota sampling. The collected data was then analyzed using the SEM-PLS approach (SmartPLS 3.29). The results showed that workplace spirituality has a positive and significant effect on employee wellbeing. Ethical leadership has a positive and significant effect on employee wellbeing. Workplace spirituality has a positive and significant effect on OCB. Ethical leadership has a positive and significant effect on OCB. Employee wellbeing has a positive and significant effect on OCB. The mediating effect of employee wellbeing between workplace spirituality on OCB. The mediating effect of employee wellbeing between ethical leadership on OCB.</p> <p><br />Keywords: workplace spirituality; ethical leadership; employee wellbeing; organizational citizenship behavior.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan secara empiris tentang pengaruh workplace spirituality dan ethical leadership terhadap organizational citizenship behavior (OCB) dengan employee wellbeing sebagai variabel pemediasi dengan objek studi karyawan PT. Indo Muro Kencana di Kalimantan Tengah. Penyebaran kuesioner dilakukan secara online dengan jumlah responden 296 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu quota sampling. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan pendekatan SEM-PLS (SmartPLS 3.29). Hasil penelitan menunjukkan bahwa workplace spirituality berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee wellbeing. Ethical leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee wellbeing. Workplace spirituality berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. Ethical leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. Employee wellbeing berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. Employee wellbeing memediasi pengaruh antara workplace spirituality terhadap OCB. Employee wellbeing memediasi pengaruh antara ethical leadership terhadap OCB.</p> <p><br />Kata kunci: workplace spirituality; ethical leadership; employee wellbeing; organizational citizenship behavior.</p> Ricky Kristiawan, Martinus Parnawa Putranta Copyright (c) 2024 Modus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8143 Fri, 22 Mar 2024 00:00:00 +0700 MENILIK PERAN ETIKA DALAM HOTEL BRANDING: PENGARUH CONSUMER PERCEIVED ETHICALITY TERHADAP CITRA MEREK DAN KOMITMEN MEREK https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8238 <p><em>In the hotel industry, competition is on the rise alongside the increase of international tourists to Indonesia, including the hotel industry in Yogyakarta. The competition drives hotels to meet consumer expectations. One primary expectation of consumers is an ethical image in business and production processes. Thus, Consumer Perceived Ethicality (CPE) has become a key focus in marketing and consumer behavior. CPE is defined as perception that a brand upholds honesty, accountability, and responsibility to stakeholders. Although research on CPE has been extensively conducted in America and Europe, studies within the Asian context are limited. Therefore, this research aims to explore the effect of CPE on brand identification and the impact of brand identification on brand image and commitment. This study employs an explanatory design with a sample of Royal Ambarrukmo hotel customers who have stayed at least twice. </em><em>A total of </em><em>104 respondents were involved and data were analyzed using SEM-PLS. Findings show that CPE positively influences brand identification, which in turn positively affects brand image and commitment. These insights highlight the importance for hospitality businesses to understand and apply the CPE concept in their branding strategies. Future research should focus on how consumers form their opinions about the ethics of a brand.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: consumer perceived ethicality (CPE)</em><em>;</em> <em>b</em><em>rand </em><em>i</em><em>dentification; brand </em><em>i</em><em>mage; </em><em>b</em><em>rand commitment; Royal Ambarrukmo.</em></p> <p>Dalam industri perhotelan, persaingan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, termasuk persaingan industri perhotelan di Yogyakarta. Ketatnya persaingan membuat hotel berlomba memenuhi ekspektasi konsumen. Salah satu ekspektasi utama konsumen saat ini adalah citra etik dalam bisnis dan proses produksi. Konsep <em>Consumer Perceived Ethicality</em> (CPE) telah menjadi sorotan utama dalam kajian pemasaran dan perilaku konsumen. CPE mengacu pada persepsi pelanggan bahwa suatu merek mengedepankan kejujuran, pertanggungjawaban, dan akuntabilitas kepada semua pemangku kepentingan. Meskipun banyak studi mengenai CPE telah dilakukan di benua Amerika dan Eropa, penelitian mengenai CPE di konteks benua Asia masih terbatas. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CPE terhadap identifikasi merek dan dampak identifikasi merek pada citra merek serta komitmen merek. Penelitian ini menggunakan desain eksplanatori dengan sampel yang terdiri dari konsumen hotel Royal Ambarrukmo yang telah menginap minimal dua kali. Sebanyak 104 responden terlibat dan data diolah menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa CPE berpengaruh positif terhadap identifikasi merek, dan identifikasi merek berdampak positif pada citra dan komitmen merek. Temuan ini menunjukkan pentingnya bagi perusahaan di industri perhotelan untuk memahami dan memanfaatkan konsep CPE dalam strategi <em>branding</em> hotel. Untuk penelitian mendatang, disarankan untuk fokus pada bagaimana pendapat konsumen mengenai etika suatu merek.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <em>consumer perceived ethicality</em> (CPE); identifikasi merek; citra merek; komitmen merek; Royal Ambarrukmo.</p> Prihatno, Eliza Nur Amalia, Tegar Satya Putra, Desideria Cempaka Wijaya Murti, Gilang Ahmad Fauzi Copyright (c) 2024 Modus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8238 Fri, 22 Mar 2024 00:00:00 +0700 PERAN KAMPANYE MEDIA SOSIAL, ISU LINGKUNGAN, DAN PERSEPSI EFEKTIVITAS KONSUMEN TERHADAP NIAT BELI PRODUK PENGGANTI KEMASAN SEKALI PAKAI https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8329 <p style="margin: 0cm; text-align: justify; line-height: 115%;"><em><span lang="EN-US" style="color: black;">This research aims to analyze the effect of social media marketing through campaigns by involving the role of product knowledge, green awareness, price consciousness, perceived consumer effectiveness, and attitudes on purchase intention of single-use packaging replacement products. The data for this research were obtained from a questionnaire with 137 respondents who use environmentally friendly products in Indonesia as a sample tested using purposive sampling technique. This research uses quantitative research with descriptive analysis techniques using the SPSS 25 program and statistical analysis using WarpPLS 7.0. The main findings of this research show that environmental concern has a significant influence that affects consumer purchase intention towards single-use packaging replacement products. Besides, product knowledge and price consciousness also have a significant role in influencing purchase intention for single-use packaging replacement products. Moreover, another finding of this research is that consumer attitudes and perceptions also have a major influence on purchase intention. The contribution of this research is expected to influence people to consider switching to a sustainable lifestyle by using single-use packaging replacement products.</span></em></p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify; line-height: 115%;"><span lang="EN-US"> </span></p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify; line-height: 115%;"><strong><em><span lang="EN-US" style="color: black;">Keywords</span></em></strong><em><span lang="EN-US" style="color: black;">: Social Media Campaigns; Green Product; Perceived Consumer Effectiveness.</span></em></p> <p style="margin: 0cm; text-align: center; line-height: 115%;" align="center"><strong><span lang="EN-US" style="color: black;"> </span></strong></p> <p style="margin: 0cm; text-align: center; line-height: 115%;" align="center"><span lang="EN-US"> </span></p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify; line-height: 115%;"><span lang="EN-US" style="color: black;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran media sosial melalui kampanye dengan melibatkan peran pengetahuan produk, kesadaran lingkungan, kesadaran harga, persepsi efektivitas konsumen, dan sikap terhadap niat beli produk pengganti kemasan sekali pakai. Data untuk penelitian ini diperoleh dari kuesioner dengan 137 responden yang menggunakan produk ramah lingkungan di Indonesia sebagai sampel yang diuji dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif menggunakan program SPSS 25 dan analisis statistik menggunakan WarpPLS 7.0. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan yang mempengaruhi niat beli konsumen terhadap produk pengganti kemasan sekali pakai. Selain itu, <em>product knowledge</em> dan <em>price consciousness</em> juga memiliki peran yang signifikan dalam mempengaruhi niat beli terhadap produk pengganti kemasan sekali pakai. Selain itu, temuan lain dari penelitian ini adalah sikap dan persepsi konsumen juga memiliki pengaruh besar terhadap niat beli. Kontribusi dari penelitian ini diharapkan dapat mempengaruhi masyarakat untuk mempertimbangkan beralih ke gaya hidup berkelanjutan dengan menggunakan produk pengganti kemasan sekali pakai.</span></p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify; line-height: 115%;"><span lang="EN-US"> </span></p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify; line-height: 115%;"><strong><span lang="EN-US" style="color: black;">Kata kunci: </span></strong><span lang="EN-US" style="color: black;">kampanye media sosial; produk ramah lingkungan; persepsi efektivitas konsumen.</span></p> Fania Rahmadina, Yudi Sutarso Copyright (c) 2024 Modus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8329 Fri, 22 Mar 2024 00:00:00 +0700 NIAT BELI PRODUK HIJAU DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI INDONESIA https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8462 <p><em>Green consumption has become the focus of consumers and companies. </em><em>The Sustainable Development Goals (SDGs) raise many sustainability issues. </em><em>Responsible consumption and production is one of the goals of the Sustainable Development Goals (SDGs). Consumption of environmentally friendly products can reduce the environmental and social impact caused by production and consumption. The purpose of this study is to determine the purchase intention of green products and the factors that influence it, namely </em><em>attitude, subjective norms, perceived behavioral control, price awareness, perceived consumer effectiveness, green product</em> <em>knowledge, </em><em>and </em><em>green product awareness. This research is quantitative research</em><em> with</em> <em>self-administered survey online. 174 respondents were taken using non-probability sampling with</em><em> purposive sampling The first stage of data analysis is instrument testing, then multiple linear regression analysis. F-test and t-test for research model testing and hypothesis testing. </em><em>The results showed that attitude</em> <em>affected</em><em> the purchase intention of green products (H1 supported), subjective norms had no effect on the purchase intention of green products (H2 was not supported), perceived behavioral control</em><em> had an effect on the purchase intention of green products (H3 supported), price awareness affected the purchase intention of green products (H4 supported), perceived consumer effectiveness </em><em>does not affect the purchase intention of green products (H5 is not supported), knowledge of green products affects the purchase intention of green products (H6 supported). Awareness</em><em> of green products affects the purchase intention of green products (H7 supported).</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: purchase intention green product; Theory of Planned Behaviour; price consciousness; perceived consumer effectiveness.</em></p> <p>Konsumsi hijau telah menjadi fokus konsumen dan perusahaan. <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) mengangkat banyak masalah keberlanjutan. <em>Responsible consumption and production</em> adalah salah satu tujuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Konsumsi produk ramah lingkungan dapat mengurangi dampak lingkungan dan sosial yang disebabkan oleh produksi dan konsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui niat beli produk hijau dan factor-faktor yang mempengaruhinya yaitu <em>attitude, </em>norma subjetif, <em>perceived behavioral control,</em> kesadaran harga,<em> perceived consumer effectiveness,</em> pengetahuan produk hijau, kesadaran produk hijau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan <em>self-administered survey</em> secara online. 174 responden diambil menggunakan <em>non probability sampling</em> dengan <em>purposive sampling</em> Tahap pertama pada analisis data adalah pengujian instrument, selanjutnya analisis regresi linear berganda. Uji F dan Uji t untuk pengujan model penelitian dan pengujian hipotesis. Hasilnya menunjukkan bahwa <em>attitude </em> berpengaruh pada niat beli produk hijau (H1 terdukung), norma subjektif tidak berpengaruh pada niat beli produk hijau (H2 tidak terdukung), p<em>erceived behavioral control</em> berpengaruh terhadap niat beli produk hijau (H3 terdukung), kesadaran harga berpengaruh terhadap niat beli produk hijau (H4 terdukung), p<em>erceived consumer effectiveness </em>tidak berpengaruh terhadap niat beli produk hijau (H5 tidak terdukung), pengetahuan produk hijau berpengaruh terhadap niat beli produk hijau (H6 terdukung), dan kesadaran produk hijau berpengaruh terhadap niat beli produk hijau (H7 terdukung).</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: niat beli produk hijau; <em>Theory of Planned Behaviour;</em> kesadaran harga; <em>perceived consumer effectiveness</em>.</p> Maria Angela Diva Vilaningrum Copyright (c) 2024 Modus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8462 Fri, 22 Mar 2024 00:00:00 +0700 AUDIT REPORT LAG: ANALISIS SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8601 <p><em>The aim of this research is to empirically research the audit report lag before and during the covid 19 pandemic. Financial audit processes are significantly affected by this pandemic due to the policy of physical distancing. This policy will have an impact on the method of financial audit. In this situation, the accounting profession introduces remote auditing. Even though using the current state of technology, it still raises a question about the capability of auditor and auditee to respond and adjust with this new approach. Finally, this situation has an impact on the audit report lag. This research utilizes secondary data from Bursa Efek Indonesia specifically on manufacturing companies. The result indicates that audit report lag significantly different between before and during the covid 19 pandemic. These findings indicate that remote auditing supported by the current technology will not automatically answer the audit problems especially on data gathering, testing and interpreting. It takes time for both auditor and auditee to adjust with the situation and this significant changes. This research contributes with the fruitful insight for the profession to be more equipped in the future. </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>:</em> <em>audit report lag; covid-19 pandemic; financial statement audit; remote audit.</em></p> <p>Riset ini bertujuan menguji secara empiris <em>audit report lag</em> sebelum adanya pandemi covid-19 dan di saat pandemi covid-19. Pandemi Covid 19 memberikan dampak signifikan dalam proses pelaksanaan audit laporan keuangan. Pembatasan fisik pergerakan manusia memaksa audit dilaksanakan dengan metode <em>remote auditing.</em> Perubahan yang dilakukan secara cepat dan metode yang berubah signifikan dapat berdampak pada lamanya waktu pelaksanaan audit yang pada akhirnya dapat mempengaruhi aspek relevansi informasi. Riset ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan dan informasi pendukung lain pada perusahaan manufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Uji <em>Wilcoxon</em> dioperasikan untuk menunjukkan apakah terdapat perbedaan antara audit<em> report lag</em> sebelum adanya pandemi covid-19 dan <em>audit report lag</em> saat pandemi covid-19. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan <em>audit report lag</em> sebelum pandemi covid-19 dan <em>audit report lag</em> saat pandemi covid-19. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi informasi sebagai <em>backbone</em> pelaksanaan audit tidak serta merta mampu mengatasi problem di lapangan saat pelaksanaan audit laporan keuangan. Perlu waktu bagi auditor untuk melakukan penyesuaian dengan perubahan besar yang terjadi, mekanisme yang digunakan dan teknologi informasi yang diterapkan saat pelaksanaan audit laporan keuangan. Riset ini memberikan insight penting bagi profesi auditor untuk mempersiapkan secara khusus menghadapi perkembangan teknologi informasi dalam penyajian dan pemeriksaan laporan keuangan.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <em>audit report lag</em>; pandemi covid-19; audit laporan keuangan; <em>remote.</em></p> Totok Budisantoso, Nuritomo, Thirza Mellyfica Copyright (c) 2024 Modus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8601 Fri, 22 Mar 2024 00:00:00 +0700 PENGUJIAN MODEL KECENDERUNGAN BERHUTANG MASYARAKAT METROPOLITAN https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8529 <p><em>Modern consumer lifestyles have a negative impact on people’s welfare. Currently, debt is an indication of modern consumer behavior because income is considered insufficient to meet needs and wants. This causes society to become more consumptive. </em><em>What factors influence the tendency to get into debt is an interesting issue to research. This research aims to examine materialism, self-control, savings orientation, and income in influencing propensity to indebtedness in metropolitan communities. Sampling was carried out purposively in two metropolitan areas, namely DKI Jakarta and its surroundings and Surabaya and its surroundings. Data were collected using a survey by distributing questionnaires to the community in both areas where the unit of analysis was the family. The data analysis technique used in this research is Partial Least Square.</em> <em>The results of this research show that of the four variables tested, there are two variables that have a significant effect on the </em><em>propensity to indebtedness</em><em>, namely materialism and self-control. The savings orientation and income variables were proven to have no effect on the </em><em>propensity to indebtedness. </em><em>Materialism has a significant positive effect on the </em><em>propensity to indebtedness</em><em>, meaning that the higher an individual's materialistic attitude, the higher the </em><em>propensity to indebtedness</em><em>. Self-control has a significant negative effect on </em><em>propensity to indebtedness</em><em>, meaning that the higher a person's self-control, the lower </em><em>propensity to indebtedness. </em><em>The implication of the results of this research is that metropolitan communities should reduce their materialistic attitudes and increase their self-control in order to be able to reduce the </em><em>propensity to indebtedness</em><em> so that ultimately the community can be free from debt.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>propensity to indebtedness;</em> <em>materialism; self control;</em> <em>savings orientation; income.</em></p> <p>Gaya hidup konsumen modern memberikan dampak negatif pada kesejahteraan hidup masyarakat. Saat ini berhutang merupakan salah satu indikasi perilaku konsumen modern karena pendapatan dianggap kurang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Hal ini mengakibatkan masyarakat menjadi lebih konsumtif. Faktor apa saja yang mempengaruhi kecenderungan berhutang merupakan isue yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji materialisme, pengendalian diri, orientasi menabung, dan pendapatan dalam mempengaruhi kecenderungan berhutang masyarakat metropolitan. Pengambilan sampel dilakukan secara <em>purposive</em> pada dua wilayah metropolitan yakni DKI Jakarta dan sekitarnya serta Surabaya dan sekitarnya. Pengumpulan data dengan menggunakan survei dengan menyebarkan kuesioner pada masyarakat di kedua wilayah tersebut dimana unit analisisnya adalah keluarga. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>Partial Least Square</em>. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dari keempat variabel yang diuji, terdapat dua variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan berhutang yakni materialisme dan pengendalian diri. Untuk variabel orientasi menabung dan pendapatan terbukti tidak berpengaruh terhadap kecenderungan berhutang. Materialisme berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan berhutang, artinya semakin tinggi sikap materialime individu semakin tinggi kecenderungan berhutang. Pengendalian diri berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan berhutang, artinya semakin tinggi pengendalian diri seseorang semakin rendah kecenderungan berhutangnya. Implikasinya adalah bahwa masyarakat metropolitan sebaiknya menurunkan sikap materialismenya serta meningkatkan pengendalian dirinya agar mampu menurunkan kecenderungan berhutang yang akhirnya masyarakat dapat terbebas dari hutang.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: kecenderungan berhutang; materialisme; pengendalian diri; orientasi menabung; menabung.</p> <p> </p> Aka Naefs, Rr. Iramani Copyright (c) 2024 Modus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ojs.uajy.ac.id/index.php/modus/article/view/8529 Fri, 22 Mar 2024 00:00:00 +0700