Transformasi Digital: Penggunaan AI Pada Pelaporan Emisi Gas Rumah Kaca Nasional Sesuai Paris Agreement
DOI:
https://doi.org/10.24002/prosidingkonstelasi.v3i1.13507Keywords:
artificial intelligence, pelaporan emisi, tanggung jawab negaraAbstract
Penelitian ini membahas tantangan pelaporan emisi Gas Rumah Kaca nasional dalam kerangka Paris Agreement yang menuntut akurasi, konsistensi, dan transparansi data melalui Enhanced Transparency Framework. Dalam praktiknya, mekanisme pelaporan yang masih sangat bergantung pada input manual dan koordinasi birokratis berpotensi menimbulkan kesenjangan antara data administratif dan kondisi ekologis di lapangan, khususnya terkait deforestasi dan perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan komparatif untuk menganalisis kewajiban hukum negara dalam pelaporan emisi serta implikasi penerapan teknologi Artificial Intelligence sebagai alat bantu teknis. Analisis difokuskan pada prinsip tanggung jawab negara, asas itikad baik, dan kewajiban transparansi dalam hukum internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence berpotensi meningkatkan integrasi data lintas sektor, verifikasi perubahan tutupan lahan, dan konsistensi metodologis pelaporan emisi. Namun, efektivitas pendekatan ini sangat bergantung pada kualitas data awal, desain kelembagaan, serta kerangka regulasi yang mengatur akuntabilitas dan pengawasan manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Artificial Intelligence tidak dapat dipandang sebagai solusi tunggal, melainkan sebagai instrumen pendukung dalam model tata kelola hibrida yang bertujuan memperkuat integritas pelaporan emisi nasional serta mendukung pemenuhan kewajiban hukum internasional Indonesia secara lebih akuntabel dan bertanggung jawab. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kebijakan iklim nasional berkelanjutan.





