Model Sistem Pakar Untuk Diagnosis Penyakit Anemia Dengan Metode Forward Chaining dan Certainty Factor

Authors

  • Raymond Sutjiadi Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Informatika Indonesia Surabaya
  • Titasari Rahmawati Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Informatika Indonesia Surabaya
  • Michael Steven Kurniawan Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Keywords:

sistem pakar, anemia, forward chaining, certainty factor, diagnosis penyakit

Abstract

Anemia merupakan salah satu penyakit yang sering diabaikan oleh masyarakat karena memiliki gejala yang mirip dengan kondisi lain, seperti tekanan darah rendah, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penanganan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem pakar untuk diagnosis awal penyakit anemia menggunakan metode Forward Chaining dan Certainty Factor. Sistem pakar dirancang untuk mengidentifikasi delapan jenis anemia berdasarkan gejala yang dirasakan pengguna, dengan tingkat keyakinan diagnosis yang dihitung berdasarkan nilai kepastian dari pakar dan pengguna. Pengetahuan sistem diperoleh melalui wawancara dengan dokter sebagai pakar medis, kemudian direpresentasikan dalam bentuk aturan (rule-based system). Proses inferensi dilakukan menggunakan metode Forward Chaining dengan pendekatan Breadth-First Search, sedangkan metode Certainty Factor digunakan untuk menangani ketidakpastian gejala yang saling tumpang tindih. Sistem dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development dan diuji menggunakan black box testing, usability testing, serta uji validasi terhadap hasil diagnosis pakar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik, tingkat usability mencapai 93,06%, dan tingkat validitas diagnosis sebesar 90,9%. Dengan demikian, sistem pakar ini dinilai layak digunakan sebagai sarana deteksi dini dan edukasi penyakit anemia, serta dapat membantu pengguna memperoleh diagnosis awal sebelum melakukan pemeriksaan lanjutan ke tenaga medis.

Downloads

Published

2026-01-31