Pengembangan produk ecovault berbahan limbah kertas menggunakan pendekatan Design Thinking
DOI:
https://doi.org/10.24002/jtimr.v4i1.13723Kata Kunci:
Design Thinking, ecovault, daur ulang, bubur kertas, penyimpananAbstrak
Peningkatan jumlah sampah berbahan dasar selulosa mendorong perlunya pemanfaatan limbah
kertas menjadi produk yang lebih bernilai guna. Material ini memiliki potensi untuk dikembangkan
sebagai produk fungsional apabila diolah melalui proses perancangan yang sistematis. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan ecovault, yaitu wadah penyimpanan ramah lingkungan berbahan
kardus dan bubur kertas, menggunakan pendekatan Design Thinking. Pada tahap empathize, survei
dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna, yang menunjukkan tingginya dukungan
terhadap penggunaan material daur ulang. Tahap define menghasilkan dua permasalahan utama,
yaitu rendahnya pemanfaatan limbah kertas dan kebutuhan akan produk penyimpanan berukuran
kecil namun menarik. Ide awal diwujudkan dalam bentuk pot bunga berbasis render 3D, yang
kemudian diuji melalui proses pembuatan prototipe. Prototype pertama mengalami kendala
struktural sehingga dilakukan perbaikan desain dengan mengubah bentuk pot dari tabung menjadi
kotak. Perubahan ini meningkatkan stabilitas, kekuatan, dan kerapian struktur pada prototype akhir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kertas dapat diolah menjadi produk penyimpanan
fungsional dan estetis melalui pendekatan perancangan yang tepat.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Salma Aulia Husin, Sahiba Sahila, Rachmah Nanda Kartika, Fadillah Tri Widiawati, Florenthia Meylianthi, Kholifaturrahma, Erlangga Saputra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




