Proses Adaptasi Komunitas Pondok Pesantren Waria Al – Fatah di Dusun Jetisharjo Kota Yogyakarta
Kata Kunci:
Komunitas Waria, Pondok Pesantren, Proses AdaptasiAbstrak
Keberadaan waria dalam kehidupan bermasyarakat kerap dianggap sebagai bentuk dari penyimpangan sosial seperti pandangan negatif, diskriminasi, serta keterpinggiran sosial sehingga keberadaannya tidak mudah untuk diterima masyarakat. Sebagai respon dari kondisi ini, komunitas waria di Yogyakarta mendirikan Pondok Pesantren Waria Al – Fatah sebagai ruang aman dan pusat bimbingan agama. Setelah pindah ke lingkungan baru di Dusun Jetisharjo, komunitas ini kembali menghadapi tantangan sosial dari masyarakat sekitar setempat. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui proses adaptasi komunitas waria di Pondok Pesantren Waria Al – Fatah dengan masyarakat Dusun Jetisharjo. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui kesulitan yang dihadapi waria dalam proses adaptasi. Penelitian inimenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi kegiatan pondok pesantren, dan wawancara mendalam dengan tiga orang santri serta Ketua RT setempat. Konsep adaptasi Soerjono Soekanto digunakan dalam penelitian ini mengacu pada proses individu, kelompok, atau unit sosial menyesuaikan dengan norma, perubahan,dan kondisi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi dilakukan melalui ‘sowan’ ke Ketua RT dan RW, mengundang warga dalam kegiatan pondok pesantren, melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial. Meski demikian, komunitas waria masih menghadapi kendala seperti penolakan awal kepindahan, kesulitan membangun kepercayaan, kecurigaan warga tentang komunitas gay hingga pada kekhawatiran akan pengaruh buruk pada anak-anak yang tinggal disekitarnya.
Referensi
Agustani, H. (2009). Psikologi Perkembangan: Pendekatan Ekologi Kaitanya dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada Remaja. Bandung: Refika Aditama.
Faidah, M. & Abdullah, H. (2013). “Religiusitas dan Konsep Diri Kaum Waria”. Jurnal Studi Gender Indonesia, Vol.4, No.1, 1-14.
KBBI. (2024). Definisi Kesulitan.
Koeswinarno. (2004). Hidup Sebagai Waria. Yogyakarta: LKIS.
Idrus, N. I., & Hymans, T. D. (2014). “Balancing Benefits and Harm: Chemical Use and Bodily Transformation Among Indonesia's Transgender Waria”. International Journal of Drug Policy, 25(4), 789-797.
Istiqomah, Nisa. (2023). “Proses Adaptasi Kehidupan Sosial Waria Di Kelurahan Gunung Kelua Kota Samarinda”. Jurnal Pembangunan Sosial, 11 (3): 218-230.
Sa’dan, Masthuriyah. 2020. Santri Waria Kisah Kehidupan Pondok Pesantren Waria Al – Fatah Yogyakarta. Yogyakarta: Diva Press.
Sears, D.O. (1985). Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.
Soekanto, Soerjono. 2009. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Method). Bandung: Alfabeta.

