Effect of AMF Inoculation on the Growth of Combretocarpus rotundatus (Miq) on a Peat Soil from Central Kalimantan (For Restoration Ex-Mega Rice Project Central Kalimantan)

Authors

  • Burhanuddin Burhanuddin
  • Siti Kabirun
  • Bostang Radjagukguk
  • Sumardi Sumardi

DOI:

https://doi.org/10.24002/biota.v15i1.2649

Keywords:

Peat-swamp forest, ex-MRP

Abstract

Diperlukan teknik silvikultur dengan memanfaatkan jamur mikoriza arbuskula (JMA) untuk memulihkan hutan rawa gambut yang terdegradasi. JMA berperan penting pada pertumbuhan dan ketahanan hidup pohon-pohonan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan bentuk dari JMA di hutan rawa gambut yang sudah terdegradasi pada blok C bekas pengembangan lahan gambut satu juta ha di Kelampangan Kalimantan Tengah. Kondisi lahan hanya ditumbuhi vegetasi jenis-jenis pioner. Contoh tanah diambil dibawah perakaran lima jenis tanaman pioner (Melastoma sp, Combretocarpus sp, Acacia sp, Cratoxylon sp, dan Nephrolepsis sp), kemudian contoh tanah dihitung jumlah spora dengan metode saringan basah. Jumlah spora terbanyak ada di bawah perakaran tanaman Melastoma sp, kemudian Acacia sp, dan Combretocarpus sp. Didapatkan tiga genus JMA: Glomus, Gigaspora, dan Acaulospora. Penelitian di rumah kaca bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi JMA jenis Glomus sp TD15, Glomus sp D32, dan Gigaspora sp pada semai perepat (C. rotundatus). Hasil penelitian menunjukkan JMA memberikan pengaruh pada parameter semai yang diukur. Jenis JMA Glomus sp TD15 meningkatkan pertumbuhan semai perepat yang ditunjukkan oleh parameter tinggi semai, diameter semai, dan jumlah daun per tanaman. Pada media gambut semai C. rotundatus sangat tergantung pada asosiasi JMA dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Downloads

Published

2019-10-22