Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Siwalan (Borassus flabellifer L.) yang Diaktivasi dengan Kalium Hidroksida (KOH)

Authors

  • Merpiseldin Nitsae
  • Lans Asideo Lano
  • Mellissa E. Ledo

DOI:

https://doi.org/10.24002/biota.v5i1.2948

Keywords:

Arang Aktif, Karbonisasi, Pirolisis, Tempurung Siwalan, Borassus flabellifer L., Adsorben, Nusa Tenggara Timur

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan arang aktif teraktivasi KOH dari limbah tempurung Siwalan yang ada di Nusa Tenggara Timur terutama di daerah pesisir pantai.  Pembuatan arang aktif dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap karbonisasi dan aktivasi. Pada proses karbonisasi tempurung Siwalan dibakar dalam alat pirolisis sederhana dengan oksigen terbatas. Selanjutnya, dilakukan aktivasi arang dengan cara direndam KOH dengan variasi 0,1 M; 0,5M; dan 1M selama 24 jam.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif KOH terhadap aktivitas arang tempurung Siwalan . Karakteristik arang yang dihasilkan memenuhi SNI 06-3730 dengan kriteria terbaik 6,56% kadar air; 8,55% kadar abu; bilangan iodin sebanyak 2163,36 mg g-1; dan daya serapmetilen biru sebanyak 438,52 mg g-1. Daya adsorbsi arang aktif tempurung Siwalan terhadap iodin dan metilen biru yang tinggi (lebih besar dari SNI) menunjukkan bahwa arang aktif tempurung Siwalan dapat digunakan sebagai adsorben.

References

Atmayudha, A. 2007. Pembuatan Karbon Aktif Berbahan Dasar Tempurung Kelapa dengan Perlakuan Aktivasi Terkontrol Serta Uji Kinerjanya. Dalam Shofa, 2012. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.

Gustama, A. 2012. Pembuatan Arang Aktif Tempurung Kelapa Sawit Sebagi Absorben Dalam Pemurnian Biodiesel. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Jamilatun, Siti., Intan D.I., Elza N.P., 2014, Karakteristik Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dengan Pengaktivasi H2SO4 Variasi Suhu dan Waktu. Simposium Nasional Teknologi Terapan, 2: 31-38

Kurniawan, I. K G. I., dan J. P. G. Sutapa. 2012. Pembuatan dan Pemanfaatan Arang aktif dari tempurung buah lontar (Borrasus flabellifer Linn) Sebagai Absorben Limbah Batik Kayu. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan, UGM.

Kushdarini, E., A. Budiyanto, D. Ghafarunnisa. 2017. Produksi Karbon Aktif dari Batubara Bituminus dengan Aktivasi Tunggal H3PO4, Kombinasi H3PO4-NH4HCO3, dan Termal. Reaktor, Vol. 17(2).

Lestari, K.D.F.L., Ratnani, R.D., Suwardiyono, Kholis, N., 2017. Pengaruh Waktu dan Suhu Pembuatan Karbon Aktif dari Tempurung Kelapa sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah dengan Suhu Tinggi Secara Pirolisis. Inovasi Teknik Kimia (2)1: 32-38.

Miranti, 2012. Karbon Aktif Bambu dengan Metode Aktivasi Terkontrol Menggunakan Aktiving Agent KOH dan HP3PO4. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.

Pari, G., D. Tohir, Mahpudin dan J. Ferry. 2006. Arang Aktif Serbuk Gergaji Kayu Sebagai Bahan Adsorben pada Pemurnian Minyak Goreng Bekas. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. Vol. 24(4). Penelitian Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Pari, G. 2010. Peran dan Masa Depan Arang yang Prospektif untuk Indonesia. Jakarta: Pusat Penelian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Pitumila, J. 2014. Pembuatan Karbon Aktif dari Batubara. Promine, Vol. 1(1).

Rismawati dan Nasrullah. 2012. Informasi Singkat Perbenihan. Sulawesi: BPTH.

Ramadhan, R.B., Solihin, S., dan Pulungan, L. (2016). Kajian Pembuatan Karbon Aktif Batubara Sub-Bituminus (Coalite) dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk untuk Memenuhi Spesifikasi Ekstraksi Logam Emas. Prosiding Teknik Pertambangan, Vol. 2(1).

Sahara, E., Sulihingtyas, W.D., Mahardika, I. P. A. S..2017. Pembuatan dan Karakterisasi Arang Aktif dari Batang Tanaman Gumitir (Tagetes erecta) yang Diaktivasi dengan H3PO4. Jurnal Kimia (11) 1: 1-9.

Sanada, R. A., S. S. Moersidik, N. Suwartha. 2014. Adsorpsi Zat Warna Kationik (Methylene Blue) Menggunakan Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Batu Bara serta Efesiensi Regenerasinya. Depok: Universitas Indonesia.

Downloads

Published

2020-06-11