Respons Pembentukan Kalus Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) dengan Penambahan Naphtalene Acetic Acid dan Benzyl Amino Purin Secara In Vitro

Authors

  • Nurhayati Anwar Riau University
  • Mayta Novaliza Isda Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.24002/biota.v5i3.3232

Keywords:

Gotu Kola, Centella asiatica (L.) Urb., Callus culture, BAP, NAA

Abstract

Abstract

Gotu kola (Centella asiatica (L.) Urb.) is a medicinal plant that contains chemical compounds as triterpenoids and saponins.  The chemical compounds can be produced quickly using in vitro callus induction.  The callus is a very important source of planting material in regenerating new plants.  Therefore, by inducing callus the need for seedling in large quantities achievable in a short time.  This study aimed to determine the effect of the BAP single and combination of BAP and NAA, and determine the effective concentration of a BAP single and combination of BAP and NAA on callus induction of gotu kola leaf explant using in vitro method.  This study used Complete Randomized Design (CRD) which consisted of nine treatments (control, 1 mg/l BAP, 2 mg/l BAP, 1 mg/l BAP + 0,1 mg/l NAA, 2 mg/l BAP + 0,1 mg/l NAA, 1 mg/l BAP + 0,3 mg/l NAA, 2 mg/l BAP + 0,3 mg/l NAA, 1 mg/l BAP + 0,5 mg/l NAA, 2 mg/l BAP + 0,5 mg/l NAA) with five replication for each treatment. Data obtained from observation were analyzed descriptively.  The results of this research showed that a single BAP and combine of BAP and NAA were able provide a response in the form of colour, swelling and callus formation.  The best concentration that from the most optimal callus and the highest callus growth (+++) is the treatment of P5 ( 1 mg/l BAP + 0,3 mg/l NAA) which is equal to 100% with the caracteristics of green callus and callus covering the entire surface of explants.  All the callus produced was textured compact, while the colour of the callus was green and brown.

Keywords: Gotu Kola (Centella asiatica (L.) Urb.), Callus, BAP, NAA

 

Abstrak

Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) merupakan tanaman berkhasiat obat yang mengandung berbagai bahan aktif seperti triterpenoid dan saponin.  Bahan aktif tersebut dapat diproduksi dengan cepat menggunakan teknik induksi kalus secara in vitro.  Kalus merupakan sumber bahan tanam yang sangat penting dalam meregenerasi tanaman baru.  Oleh karena itu, dengan menginduksi kalus kebutuhan bibit dalam jumlah banyak dapat dicapai dengan waktu singkat.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan BAP tunggal dan kombinasi BAP dan NAA, dan menentukan konsentrasi terbaik dari penambahan BAP tunggal dan kombinasi BAP dan NAA terhadap pembentukan kalus dari eksplan daun pegagan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 9 (sembilan) perlakuan (kontrol, 1 mg/l BAP, 2 mg/l BAP, 1 mg/l BAP + 0,1 mg/l NAA, 2 mg/l BAP + 0,1 mg/l NAA, 1 mg/l BAP + 0,3 mg/l NAA, 2 mg/l BAP + 0,3 mg/l NAA, 1 mg/l BAP + 0,5 mg/l NAA, 2 mg/l BAP + 0,5 mg/l NAA) dan masing-masing diulang sebanyak 5 (lima) ulangan.  Data hasil pengamatan yang diperoleh dibahas secara deskriptif karena tidak semua ulangan menghasilkan kalus.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan BAP tunggal dan kombinasi penambahan BAP dan NAA mampu memberikan respons pada eksplan daun pegagan berupa perubahan warna, pembengkakan dan terbentuknya kalus.  Konsentrasi terbaik yang mampu membentuk kalus paling optimal dan pertumbuhan kalus paling tinggi (+++) yaitu perlakuan P5 ( 1 mg/l BAP + 0,3 mg/l NAA) yakni sebesar 100% dengan ciri-ciri kalus berwarna hijau dan kalus menutupi seluruh permukaan eksplan.  Semua kalus yang dihasilkan bertekstur kompak, sedangkan warna kalus yang dihasilkan hijau dan coklat.

Katakunci: Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.), Kalus, BAP, NAA

References

Basri AHH. 2008. Kajian Pemanfaatan Kultur In Vitro dalam Perbanyakan Tanaman Bebas Virus. Agrica Ekstensia. 10 (1): 66.

Denish A. 2007. Percobaan Perbanyakan Vegetatif Kamaitan (Lunasia amara Blanco) melalui Kultur Jaringan. [Skripsi]. IPB. Bogor.

Fitrianti A. 2006. Efektivitas Asam 2,4-Dikloropenoksiasetat (2,4-D) dan Kinetin pada Medium MS dalam Induksi Kalus Sambiloto dengan Eksplan Potongan Daun. [Skripsi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNS. Semarang.

Hanifah N. 2007. Pengaruh Konsentrasi NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Eksplan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) secara In Vitro. [Skripsi] Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.

Indah PN & D. Ermavitalini. 2013. Induksi Kalus Daun Nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn.) pada Beberapa Kombinasi Konsentrasi 6-Benzyl Amino Purine (BAP) dan 2,4-Diclorophenoxyacetic Acid (2,4-D). Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2(1). 2337-3520.

Khaniyyah S, N.A. Habibah, Sumadi. 2012. Pertumbuhan Kalus Daun Dewa (Gynura procumbens L. Merr) dengan Kombinasi 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid dan Kinetin secara In Vitro. Jurnal Biosantifika. 4 (2): 33-40.

Kurniana ROB. 2017. Pengaruh Variasi Zat Pengatur Tumbuh BAP dan NAA terhadap Pembentukan Organ, Kalus, dan Senyawa Aktif pada Daun Zodia (Evodia suavaolens Scheff.). [Skripsi]. Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi. Surakarta.

Roy SK & S. Raha. 1996. Clonal Propagation of Azadiractha indica by In Vitro Culture. Plant Tissue Culture Science Publisher. 149-54.

Silalahi M. 2015. Pengaruh Modifikasi Media Murashige-Skoog (MS) dan Zat Pengatur Tumbuh BAP terhadap Pertumbuhan Kalus Centella asiatica L. (Urban.). Jurnal Pro Life. 2(1): 14-23.

Sutardi. 2016. Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh. Jurnal Libang Pertanian. 35(3): 121-130.

Sriskandarajah SE, V. Prise, P.I. Motyka, M. Dobrev, Serek. 2006. Regenerative Capacity of Cacti Schlumbergera and Rhipsalidopsis in Relatioan to Endogeneous Phytohormones, Cytokinin Oxidase and Peroxidase Activities. Journal Plant Growth Regul. 25: 79-88.

Wahyuningtiyas L, R.S Resmisari, Nashichuddin. 2014. Induksi Kalus Akasia (Acacia mangium) dengan Penambahan Kombinasi 2,4-D dan BAP pada Media MS. [Skripsi] Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi. Jakarta.

Winarto WR, M. Surbakti. 2003. Khasiat dan Manfaat Pegagan (Centella asiatica L.). Jakarta: Agromedia Pustaka.

Downloads

Published

2021-04-18

Issue

Section

Articles