Optimasi Metode Ekstraksi DNA pada Melon (Cucumis melo L.) Berdasarkan Suhu, Lama Inkubasi, dan Kondisi Daun

Dewi Retnaningati

Abstract


Abstract

 

Melon is a fruit commodity that has high economic value and is in demand by the community, so it has the potential to be developed. Therefore it is necessary to study various sciences, one of which is the molecular approach. DNA is an essential element in molecular research. The right extraction technique will determine the quality and quantity of DNA produced. The temperature and incubation time applied in the DNA extraction technique, as well as the quality of the leaves as a source of plant DNA, are among the determining factors for the quality and quantity of extracted DNA, so it is necessary to carry out an assessment and optimization. This study aims to assess the optimal temperature and incubation time in extracting DNA from material (melon leaves) under different conditions. Research activities include planting melon seeds, collecting leaf samples, DNA extraction and quantitative DNA testing. The results showed that the concentration and purity of DNA extracted from cold leaves was higher than that from fresh leaves. The highest DNA concentration was obtained from the 65 ° C incubation treatment for 20 minutes, namely 2707.6 ng / μl, and the highest DNA purity was obtained from the 70 ° C incubation treatment for 10 minutes, namely 1.94 from leaf material that had been cooled overnight at a temperature of -20 ° C .

 

Abstrak

 

Melon merupakan salah satu komoditas buah yang bernilai ekonomi tinggi dan diminati masyarakat, sehingga potensial untuk dikembangkan. Oleh karenanya perlu pengkajian dari berbagai ilmu salah satunya dengan pendekatan molekuler. DNA merupakan unsur yang cukup esensial dalam riset molekuler. Teknik ekstraksi yang tepat sangat menentukan kualitas dan kuantitas DNA yang dihasilkan. Suhu dan lama inkubasi yang diterapkan dalam teknik ekstraksi DNA, serta kualitas daun sebagai sumber DNA tanaman merupakan salah satu faktor penentu kualitas dan kuantitas DNA hasil ekstraksi, sehingga perlu dilakukan pengkajian dan optimasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji suhu dan lama inkubasi yang optimal dalam mengekstraksi DNA dari bahan (daun melon) dengan kondisi yang berbeda. Kegiatan penelitian meliputi penanaman benih melon, koleksi sampel daun, ekstraksi DNA dan uji kuantitatif DNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan kemurnian DNA hasil ekstraksi dari daun dingin lebih tinggi dibandingkan dari daun segar.  Konsentrasi DNA tertinggi diperoleh dari perlakuan inkubasi 65°C selama 20 menit, yaitu 2707.6 ng/μl, dan kemurnian DNA tertinggi diperoleh dari perlakuan inkubasi 70°C selama 10 menit, yaitu 1.94 dari bahan daun yang sudah didinginkan semalaman pada suhu -20°C.


Keywords


DNA extraction, DNA isolation, melon DNA, DNA incubation, plant DNA samples, Ekstrasksi DNA, Isolasi DNA, DNA Melon, inkubasi DNA, Sampel DNA Tanaman

Full Text:

PDF

References


Aras, S., A. Duran & G. Yenilmez. 2003. Isolation of DNA for RAPD Nalysis From Dry leaf Material of some Hesperis L. specimens. Plant Molecular Biology Reporter. 21: 461a- 461f

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2015. Indonesia Kaya Berbagai Melon Unggulan. http://hortikultura.pertanian.go.id/?p=547. Diakses 13 Maret 2020

Ferniah, R. S. & Pujiyanto, S. 2013. Optimasi Isolasi DNA Cabai (Capsicum annuum L.) Berdasar Perbedaan Kualitas dan Kuantitas Daun serta Teknik Penggerusan. BIOMA, Vol.156, No. 1, Hal. 14-19

Garcia J, Oliver M, Paniagua HG & de Vicente MC, 2000. Comparing AFLP, RAPD and RFLP markers for Measuring Genetic Diversity in Melon. Theor Appl Genet. vol 1 (101): 860-864

Huda, I. N. & daryono, B. S. 2013. Analisis Variasi Genetik Melon (Cucumis melo L.) Kultivar Gama Melon Basket Dengan Metode Random Amplified Polymorphic DNA. Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi, Vol 1, No. 1, hal 41-50

Langga, I. F., Restu, M. & Kuswinanti T. 2012. Optimalisasi Suhu dan Lama Inkubasi dalam Ekstraksi DNA Tanaman Bitti (Vitex cofassus Reinw) serta Analisis Keragaman Genetik Dengan Teknik RAPD-PCR. J. Sains & Teknologi, Vol.12 No.3 : 265 – 276

Ling, M. and L. Feldman. 2010. A rapid TRIzol-based two-step method for DNA-free RNA extraction from Arabidopsis siliques and dry seeds. Biotechnol Journal. 5 (2): 183-186.

Muladno. (2002). Seputar Teknologi Rekayasa Genetika. Bogor: Pustaka Wirausaha Muda.

Nicholl, D. S. T. 1993. An Introduction to Genetic Engineering. Department of Biological Science, University of Praisly.

Restu, M., Mukrimin, &Gusmiaty. 2012. Optimalisasi Teknik Ekstraksi dan Isolasi DNA Tanaman Suren (Toona Sureni Merr.) untuk Analisis Keragaman Genetik berdasarkan Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Jurnal Natur Indonesia 14(2): 138-142

Sambrook, J., E. F., Fritsch, and T. Maniatis. 1989. Molecular Cloning: A Laboratory Manual. 3rd Edition. Cold Spring Harbor Laboratory Press. Cold Spring Harbor, N.Y. 87 p.

Subandiyah, S. 2006. Polymerase Chain Reaction untuk Deteksi atau Identifikasi Patogen Tumbuhan. Beberapa Metode Ekstraksi DNA. Pelatihan dan Workshop Identifikasi DNA dengan Aplikasi PCR. Malang. hlm. 43-50.

Surzycki, S. 2000. Basic Techniques in MolecularBiology. Springer-Verlag, Berlin, Heidelberg, New York.

Syafaruddin & T.J. Santoso. 2011. Optimasi teknik isolasi dan purifikasi DNA yang efisien dan efektif pada kemiri sunan (Reutalis trisperma (Blanco) Airy Shaw). Jurnal Penelitian Tanaman Industri. 17(1):11-17.

Syukur, M., S. Sujiprihati, & R. Yunianti. 2012. Teknik Pemuliaan Tanaman. Penebar Swadaya, Jakarta. 348 p.

Yowono, T. 2008. Bioteknologi Pertanian. Yogyakarta: UGM Press.




DOI: https://doi.org/10.24002/biota.v5i2.4096

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.