Variasi Respon Anggrek Hasil Induksi Rhizoctonia Terhadap Infeksi Odontoglossum ringspot virus (ORSV)

Authors

  • Mahfut Mahfut Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
  • Fania Nur Izzati Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
  • Eti Ernawiati Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
  • Sri Wahyuningsih Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.24002/biota.v7i1.4373

Keywords:

anggrek, Phalaenopsis amabilis, Dendrobium discolor, Rhizoctonia, Odontoglossum ringspot virus, variasi gejala

Abstract

Anggrek sangat terkenal karena memiliki corak, bentuk, ukuran, dan warna bunga beranekaragam. Phalaenopsis dan Dendrobium termasuk jenis anggrek yang diminati sehingga produksinya perlu ditingkatkan secara kuantitas maupun kualitas. Adanya infeksi virus Odontoglossum ringspot pada anggrek menjadi salah satu kendala dalam budidaya anggrek. Odontoglossum ringspot virus (ORSV) merupakan virus yang banyak menginfeksi anggrek dan menimbulkan gejala pada bagian daun berupa mosaik, nekrosis, klorotik, kelayuan serta daun menggulung. Upaya pengendalian infeksi ORSV dapat memanfaatkan mikroorganisme, seperti Rhizoctonia yang akan berasosiasi dengan perakaran anggrek membentuk simbiosis mutualisme yang kemudian dapat menyediakan nutrisi bagi anggrek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari respon anggrek Phalaenopsis amabilis dan Dendrobium discolor terinduksi Rhizoctonia terhadap infeksi ORSV. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial menggunakan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Phalaenopsis amabilis lebih rentan terinfeksi ORSV daripada Dendrobium discolor, dengan gejala yaitu daun mosaik, nekrotik, dan malformasi pada kisaran waktu 11 hari setelah inokulasi dengan Rhizoctonia . Hal ini mengindikasikan bahwa inokulasi Rhizoctonia pada Dendrobium discolor yang terinfeksi ORSV memberikan ketahanan yang lebih baik dibandingkan pada Phalaenopsis amabilis.  

References

Andri, K.B. (2011). Laporan Rancang Bangun Pengembangan Agribisnis Tanaman Bunga Anggrek Kota Batu. Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Batu, Malang.

Akin, H.M. (2006). Virologi Tumbuhan. Kanisius, Yogyakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2005). Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Anggrek. Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Batu, Malang.

Choliq, F.A., Tutung, H.A. & Erlina, P. (2018). Identifikasi Penyakit yang disebabkan oleh Virus pada Tanaman Anggrek Cattleya sp. di Malang, Jawa Timur. Agroradix 2(1): 1-13.

Humaira, M., Agus, P., Sudarsono. & Dewi, S. (2020). Multiplikasi Tunas In Vitro Angrrek Phalaenopsis dan Analisis Keragaman Genetik dengan Marka SNAP. Jurnal Agron Indonesia 47(3): 59-67.

Lakani, I., Suastika, G., Damayanti, T.A. & Mattjik, N. (2015). Respons Ketahanan Beberapa Spesies Anggrek Terhadap Infeksi Odontoglossum Ringspot Virus. Jurnal Hort 25(1): 71-77.

Mahfut. & Daryono, B.S. (2014). Deteksi Odontoglossum ringspot virus Terhadap Anggrek Alam di Hutan Wonosadi, Gunung Kidul. Biogenesis 2(2):101-108.

Mahfut., Daryono, B.S., Tri Joko. & Susamto, S. 2016 . Survei Odontoglossum Ringspot Virus (ORSV) yang Menginfeksi Anggrek Alam Tropis di Indonesia. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 20(1): 1-6.

Mahfut., Daryono, B.S. & Susamto, S. 2017a . Deteksi Odontoglossum ringspot virus (ORSV) yang Menginfeksi Anggrek Asli Koleksi Kebun Raya di Indonesia. Jurnal Fitopatologi Indonesia 13(1): 1- 8.

Mahfut., Daryono, B.S. & Susamto, S. 2017b. Identifikasi Molekuler DNA Kloroplas Pada Anggrek Terinfeksi Odontoglossum Ringspot Virus(ORSV) di Magelang, Jawa Tengah. Proceeding Seminar Nasional Pengendalian Penyakit Pada Tanaman Pertanian Ramah Lingkungan II Perhimpunan Fitopatologi Indonesia Komisariat Daerah Yogyakarta, Solo, dan Semarang (pp. 354-360). Yogyakarta, Indonesia.

Minarni, I.Y., Mahfut, Wahyuni, S., & Handayani, T.T. (2021). Seleksi Ketahanan Tanaman Anggrek (Orchidaceae) Terhadap Odontoglossum ringspot virus (ORSV). Teknosains. 15(2): 228-233.

Navalinskiene M, Raugalas J. & Samuitiene M. (2005). Viral diseases of flower plants 16. Identification of virus affecting orchids Cymbidium Sw. Biologija 2: 29- 34.

Nontachaiyapoom, S., Sasirat, S., & Manoch, L. (2010). Isolation and identification of Rhizoctonia-like fungi from roots of three orchid genera, Paphiopedilum, Dendrobium, and Cymbidium, collected in Chiang Rai and Chiang Mai provinces of Thailand. Mycorrhiza 20(7): 459–471.

Soelistijono, R. (2014). Efektifitas Rhizoctonia Mikoriza dalam Menginduksi Ketahanan Anggrek Phalaenopsis amabilis Terhadap Fusarium sp. Agrineça 14(2): 154-161.

Sopialena. (2017). Segitiga Penyakit Tanaman. Mulawarman University Press. Samarinda

Sulandari, S., Suseno, R., Hidayat, S.H., Harjosudarmo, J. & Sosromarsono S. (2006). Deteksi dan kajian kisaran inang virus penyebab penyakit daun keriting kuning cabai. Hayati. 1(13):1–6.

Syahierah P. 2010. Respon berbagai jenis anggrek (Orchidaceae) terhadap infeksi Cymbidium mosaic virus (CymMV) dan Odontoglossum ringspot virus (ORSV). Skripsi. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Tjahjono, B. 1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Widiastoety, D., Nina, S. & Muchdar, S. 2010. Potensi Anggrek Dendrobium dalam Meningkatkan Variasi dan Kualitas Anggrek Bunga Potong. Jurnal Litbang Pertanian 29(3): 101-109.

Downloads

Published

08-03-2022