Inventarisasi Fauna di Taman Kehati Lido, Bogor, Jawa Barat

Authors

  • Iwan Setiawan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (Indonesian Environmental Information Centre) Green Network
  • Aldio Dwi Putra Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (Indonesian Environmental Information Centre) Green Network
  • Wahab Abdhul Fattah Al'aziz Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (Indonesian Environmental Information Centre) Green Network
  • Aulia Nuroktafaedi Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (Indonesian Environmental Information Centre) Green Network
  • Cacas Suwarna PT. Tirta Investama-Plant Citeureup (PT. TIV-PC)

DOI:

https://doi.org/10.24002/biota.v7i3.4683

Keywords:

inventarisasi, fauna, konservasi, taman kehati

Abstract

PT. Tirta Investama-Plant Citeureup (PT. TIV-PC) merupakan perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) dan telah meraih penghargaan lingkungan PROPER biru atas ketaatan berlebih melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati. PT. TIV-PC telah mengembangkan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Lido sebagai sarana perlindungan sumber mata air yang menjadi bahan baku industrinya. Taman Kehati Lido (TKL) yang memiliki luar area 5.46 Ha telah memperkaya vegetasi yang ada dan mendukung kondisi habitat berbagai jenis satwa. Penelitian ini bertujuan memantau spesies fauna serta mempelajari struktur dan komposisi komunitas satwaliar di Taman Kehati Lido. Inventarisasi satwa menggunakan metode transek dengan menggunakan jalan dan sungai sebagai transek serta pemasangan jaring kabut (mist net) untuk mengamati semua spesies fauna. Burung diamati dengan metode IPA dan transek. Hasil penelitian ini menemukan 35 spesies satwa vertebrata (9 spesies mamalia, 18 spesies burung, 13 spesies herpetofauna, 4 spesies capung, dan 14 spesies kupu-kupu). Indeks keanekaragaman jenis total komunitas satwa adalah 3,5725 dan indeks kemerataan jenisnya 0,9767. Taman Kehati Lido (TKL) yang terletak di sekitar pabrik terbukti mampu menjadi habitat berbagai jenis satwa.

References

Alikodra H. S. (1990). Pengelolaan Satwaliar Jilid I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Aqua Group. (2020). Aqua Lestari dalam Laporan keberlanjutan 2011-2012. www. aqua. com.

Bailey J. A. (1984). Principles of Wildlife Management. John Wiley and Sons. Chichester.

Beritasatu. 2015. BKSDA Ciamis dan Polres Tasikmalaya Sita 21 Ekor Kukang dari pedagang. https://www.beritasatu.com/news/134886/bksda-ciamis-dan-polres-tasikmalaya-sita-21-ekor-kukang-dari-pedagang Diakses pada tanggal 28 September 2022

Blomberg, S., dan Shine, R. (2004). Reptiles. In: Sutherland WJ (ed). Ecological Census Techniques: A Handbook. Cambridge University Press. Cambridge.

CITES. (2014). Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. http://www. cites. org.

Das, I. 2015. Field guide to the reptiles of South-East Asia. Bloomsbury Publishing. London.

Dasmann, R. F. (1964). Wildlife Biology. John Wiley & Sons Inc. New York.

Gibbons, D. W., Hill, D., dan Sutherland, W. J. (2004). Birds In: Sutherland WJ (ed). Ecological Census Techniques: A Handbook. Cambridge University Press. Cambridge.

Gunawan, H., Sugiarti, U. S., Mukarom., dan Tahrodin. (2014a). Baseline study keanekaragaman hayati flora dan fauna Taman Kehati Lido. PT. Aqua Golden Mississippi Desa Ciburuy dan Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Halliday, T. R. (2004). Amphibians In: Sutherland WJ (ed). Ecological Census Techniques: A Handbook. Cambridge University Press. Cambridge.

Iskandar, D. T. (2002). Amfibi Jawa dan Bali. Puslitbang Biologi LIPI-GEF Biodiversity Collections Project. Bogor.

IUCN-WCU. (2001). IUCN Red List Categories and Criteria Version 3. 1. IUCN-The World Conservation Union. Gland, Switzerland.

Aqua. (2015). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Berikan Anugerah PROPER Hijau kepada AQUA Grup. http://www. aqua. com/.

Kochert, N. M. (1986). Raptors In:Cooperrider AY, Boyd RJ, Stuart HR (eds). Inventory and Monitoring of Wildlife Habitat. US. Government Printing Office. Washington.

Kusrini, M. D. (2013). Panduan Bergambar identifikasi Amfibi Jawa Barat. Kerjasama Fakultas Kehutanan IPB dan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati. Jakarta.

MacKinnon, J. K. dan Phillips, B. V. B. (1992). Panduan Lapangan Burung-Burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Birdlife International - Indonesia Program. Bogor.

MacKinnon, J. (1991). Panduan Lapangan Pengenalan Burung-Burung di Jawa dan Bali. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Magurran, A. E. (1988). Ecological Diversity and Its Measurement. Croom Helm. London.

Odum, E. P. (1994). Fundamentals of Ecology, 3rd ed. Samingan T (terj. ). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Paine, R. T. (1995). A Conversation on Refining the Concept of Keystone Species. Conserv Biol 9(4): 962-964.

Kambuaya, B. (2012). Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia (Permen LH) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Taman Keanekaragaman Hayati. Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Jakarta.

Habibie, B. J. (1999). Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Jakarta.

Pomeroy, D. (1992). Counting Birds. African Wildlife Foundation. Nairobi. Kenya.

Sutherland, W. J. (2004). Ecological Census Techniques. Cambridge University Press. Cambridge.

Sutherland, W. J. (2004). Mammals. In: Sutherland WJ (ed). Ecological Census Techniques: A Handbook. Cambridge University Press. Cambridge.

Soeharto. (1990). Undang Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Jakarta.

Van Lavieren, L. P. (1983). Wildlife Management in The Tropics, II. School of Environmental Conservation management. Bogor.

Wiersum, K. F. (1973). Syllabus Wildlife Utilization and Management in Tropical Regions. Agricultural University. Wageningen.

Downloads

Published

30-10-2022

Issue

Section

Articles