Keanekaragaman Famili Asteraceae di Pematang Sawah Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Denpasar

Authors

  • Cantik Azzaroiha Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
  • Fira Naimatul Husna Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
  • Meirna Rahayu Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
  • Salma Nur Salsabila Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
  • Ulin Nuha Hanifah Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.24002/biota.v7i3.5237

Keywords:

Asteraceae, vegetasi, tumbuhan bawah, keanekaragaman, Denpasar

Abstract

Asteraceae merupakan famili yang memiliki keanekaragaman tinggi dan memiliki jumlah spesies terbesar kedua pada Kingdom Plantae. Tanaman hias, obat dan pangan merupakan tiga fungsi utama famili Asteraceae. Pene;itian ini dilakukan untuk mengetahui indeks keanekaragaman (H’) famili Asteraceae yang terdapat di pematang sawah Desa Ubung Kaja Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai keanekaragaman famili Asteraceae di persawahan Desa Ubung Kaja sehingga kegunaannya bisa lebih dioptimalkan. Desa Ubung Kaja memiliki wilayah yang sebagian besar merupakan lahan kering, digunakan berupa lahan sawah dan fasilitas umum. Prosedur kerja dalam pengamatan ini dimulai dari menetapkan lokasi, melakukan pengamatan, mendokumentasikan sample spesies, mendeskripsikan spesies ke dalam tabel identifikasi, mentabulasi data untuk memperoleh indeks keanekaragaman (H’) dan mengolah data dalam bentuk pembahasan. Spesies Asteraceae yang ditemukan yaitu Acmella oleracea, Eclipta prostrata, Emilia sonchifolia, Sphagneticola trilobata dan Tagetes erecta. Indeks keanekaragaman famili Asteraceae di kawasan persawahan Desa Ubung Kaja Kota Denpasar adalah sedang, dengan nilai (H’ = 1,4). 

References

Beti, J. A. (2020). Marigold (Tagetes erecta L.) Tanaman Hias Potensial Multiguna. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Peternakan Terpadu Ke-3. Jawa Tengah: 158-166.

Bisht, V. K., dan Purohit. V. (2010). Medicinal and Aromatic Plants Diversity of Asteraceae in Uttarakhand. Nature and Science 8(3): 121-128.

Dahlan, M. M. U. (2011). Komposisi Jenis Tumbuhan Bawah Pada Tegakan Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) (Studi Kasus di Areal Kampus IPB Darmaga Bogor) [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Farisy, Agassi, Ayu, Suffan dan Salamah., (2019). ASTERACEAE. UI Publishing. Jakarta.

Isaac, S., dan Michael, W. B. (1995). Handbook in research and evaluation: A collection of principles, methods, and strategies useful in the planning, design, and evaluation of studies in education and the behavioral sciences. Edits publishers.

Khanal, B. (2014). Effects of Growing Conditions of Marigold in Ilam District, Nepal. Faculty, Department of Horticulture and Floriculture Management. Tribhuvan University. Nepal.

Lawrence. (1958). Taxonomy of Vascular Plants. Edisi Ke-3. The Macmillan Company. New York.

Nirwani, Z. (2010). Keanekaragaman Tumbuhan Bawah yang Berpotensi Sebagai Tanaman Obat di Hutan Taman Nasional Gunung Leuser Sub Seksi Bukit Lawang [Thesis]. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Ramadhani, N., dan Sumiwi, A. S. (2015). Aktivitas antiinflamasi berbagai tanaman diduga berasal dari flavonoid. Jurnal Farmaka 14(2): 111-123.

Ridhwan. (2012). Tingkat keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya di indonesia. Journal Biology Education 1(1): 1-17.

Rojas-Sandoval, J. (2018). Tagetes erecta (Mexican marigold) Invasive Species Compendium. Wallingford, UK: CABI. DOI:10.1079/ISC.52641.20203483362.

Sawada, I., Fachrul, R., Ito, T., Ohmukai, Y., Maruyama, T., dan Matsuyama, H. (2012). Development of a hydrophilic polymer membrane containing silver nanoparticles with both organic antifouling and antibacterial properties. Journal of Membrane Science 387: 1-6.

Sucipto, E. (2014). Berbagai Manfaat Dibalik Keindahan Bunga Marigold. Alam Pedia. http://alampedia.blogspot.co.id/2014/09/marigold-bunga-yang-indah-dan.html.

Syamsuri., dan Istamar. (1993). Pengetahuan Lingkungan. Proyek OPF IKIP. Malang.

Notohadiprawiro, T. (1998). Tanah dan Lingkungan. Direktorat Jendral Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Oosting, H. J. (1956). The Study of Plant Community. W. H. Freeman and Company. San Francisco.

Van Steenis, C. G. G. J., dan Suryowinoto. (2008). Flora Untuk Sekolah di Indonesia. PT. Pradnya Paramita. Jakarta.

Wahyu. (2019). Cara Budidaya Marigold. https://petaniberdasi-media-blog spotcom/2019/01/cara- budidayabunga-marigold-lengkap.html.

Waluyo, S.. Arini., Nindya., Respatie, dan D. W. (2015). Pengaruh takaran sp36 terhadap pertumbuhan, hasil dan kadar karotena bunga Cosmos sulphureus Cav. dan Tagetes erecta L. di dataran rendah. Vegetalika 4(1): 1-14.

Wijayakusuma, H. M., Hembing., Setiawan., Dalimartha, A. S., dan Wirian. (1994). Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Pustaka Kartini. Jakarta.

Winarto, L. (2014). Tagetes erecta. sumut.litbang.deptan.go.id.

Downloads

Published

30-10-2022

Issue

Section

Articles