MEDIA SOSIAL (TWITTER) UNTUK KOMUNIKASI TANGGAP DARURAT ERUPSI GUNUNGAPI AGUNG 2017

Main Article Content

Maulida Mutiara Sari
Bevaola Kusumasari
Mohammad Pramono Hadi

Abstract

Media sosial dapat digunakan pada seluruh fase bencana sebagai alat pendistribusianinformasi. Bencana di daerah wisata akan memengaruhi kondisi pariwisata di suatu daerah sepertierupsi Gunung Agung di Bali. Di sisi lain, Gunung Agung menjadi sumber pendapatan utamakawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media sosial Twitterpada bencana erupsi Gunung Agung. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi melaluipengumpulan tweet dengan perangkat lunak kualitatif NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat persamaan informasi yang disebarkan oleh pengguna, juga terdapat perbedaan mengenaijenis informasi yang berasal dari luar lokasi bencana dan di lokasi bencana.

Article Details

Section
Research-based Article
Author Biographies

Maulida Mutiara Sari, Magister Manajemen Bencana, Sekolah Pascasarja UGM

-

Bevaola Kusumasari, Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada

Bevaola Kusumasari is a senior lecturer in Department of Public Policy and Management, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

References

Abedin, B., Babar, A., & Abbasi, A. (2014). Characterization Of The Social Media In Natural Disaster: A Systematic Review. IEEE, 449-454.

Acar, A., & Muraki, Y. (2011). Twitter For Crisis Communication: Lessons Learned From Japan's Tsunami Disaster. Int. J Web Communities, 392-402.

Castillo, C., Mendoza, M., & Poblete, B. (2011, April 28). Information Credibility on Twitter. Dipetik Februari 27, 2018, dari WWW 2011 - Sesion: Informaiton Credibility: http://chato.cl/papers/castillo_mendoza_poblete_2010_Twitter_credibility.pdf

Februariyanti, H. (2014). Implementasi Basis Data XML di Twitter Untuk Layanan Informasi Bencana. Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK, 34-45.

Haddow, G. D., & Haddow, K. S. (2014). Disaster Communications In A Changing Media World (Second Ediition). Elsevier.

Houston, J. B., Hawthorne, J., Perreault, M. F., Park, E. H., Hode, M. G., Halliwell, R. M., et al. (2014). Social Media And Disasters: A Functional Framework For Social Media Use In Disaster Planning, Response, And Research. Disasters Overseas Development Institute, 1-22.

Kusumasari, B. (2014). Manajemen Bencana dan Kapabilitas Pemerintah Lokal. Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Lestari, P., Prabowo, A., & Wibawa, A. (2012). Manajemen Komunikasi Bencana Merapi 2010 pada saat Tanggap Bencana. Jurnal Ilmu KOmunikasi, 173-197.

Liu, B. F., Fraustion, J. D., & Jin, Y. (2016). Social Media Use During Disasters: How Information From and Source Influence Intended Behavioral Responses. Communication Research, 626-646.

Martono, N. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder Edisi Revisi 2. Jakarta: Rajawali Pers.

Megantari, K. (2013). Pengelolaan komunikasi bencana oleh Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Sleman. Tesis Universitas Gadjah Mada.

Möller, C., Wang, J., & Nguyen, H. T. (2018). #Strongerthanwinston: Tourism and Crisis Communication Through Facebook Following Tropical Cyclones in Fiji. Tourism Management, 272-284.

Murthy, D., & Gross, A. J. (2016). Social Media processes In Disasters: Implications Of Emergent Technoogy use. Social Science Research, 1-15.

Nasrullah, R. (2016). Teori dan Riset Media Siber (Cybermedia). Jakarta: Kencana Prenadamedia Grup.

Nasrullah, R. (2017). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rakata Media.

Pariwisata, K. (2018). Dipetik September 26, 2018, dari Siaran Pers: Generasi Pesona Indonesia (GenPI), sebagai Digital Influencer Kepariwisataan Indonesia: http://www.kemenpar.go.id/asp/detil.asp?c=16&id=4024

Rajdev, M., & Lee, K. (2015). Fake and Spam Messages: Detecting Misinformation during Natural Disasters on Social Media. IEEE, 17-20.

Rosyidie, A. (2004). Aspek Kebencanaan Pada Kawasan Wisata. Jurnal perencanaan Wilayah dan Kota, 48-64.

Rucińska, D., & Lechowicz, M. (2014). Natural Hazard and Disaster Tourism. Miscellanea Geogrphica, 17-26.

Setyawan, J. b. (2013). Evaluasi Diseminasi Informasi Kebencanaan Pada Fase Pra-bencana (studi Kasus Manajemen Komunikasi Bencana SKH Kedaulatan Rakyat dan Jogja TV). Tesis Universitas Gadjah Mada.

Severin, W. J., & Tankard Jr, J. W. (2009). Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media Massa. Jakarta: Kencana.

Shen, S., Murzintcev, N., Song, C., & Cheng, C. (2017). Information Retrieval Of A Disaster Event From Cross-Platform Social Media. Information Discovery and Delivery, 220-226.

Simon, T., Avishay, G., & Adini, B. (2015). Socializing in Emergencies -A Review of The Use of Social Media in Emergency SItuations. International Journal of Information Management, 609-619.

Simon, T., Goldberg, A., Aharonson-Daniel, L., Leykin, D., & Adini, B. (2014). Twitter in the Cross Fire-The Use Social Media in the Westgate Mall Terror Attack in Kenya. PLos One.

Sugiyono. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan RD. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Takahashi, B., Tandoc Jr., E. C., & Carmichael, C. (2015). Communication On Twitter During A Disaster: An Analysis Of Tweets During Typhoon Haiyan In The Philippines. Computers in Human Behavior, 392-398.

Xiao, Y., Huang, Q., & Wu, K. (2015). Understanding Social Media Data For Disaster Management. Nat Hazards, 1663-1679.