Keterbukaan Informasi BPPTKG Yogyakarta dalam Menghadapi Krisis Erupsi Merapi

Main Article Content

Khairul Syafuddin
Dian Purworini

Abstract

BPPTKG Yogyakarta bertugas memberikan informasi mengenai aktivitas Merapi.Keterbukaan informasi menjadi aspek dalam keberhasilan mitigasi bencana erupsi Merapi.Penelitian ini menggunakan contigency theory dan metode deskriptif kualitatif. Peneliti melihatproduksi informasi BPPTKG berfokus di media center. Media center memiliki tiga divisi, yaituclearing house, content production, dan buzzer. Tugas mereka adalah mengonstruksi informasiuntuk masyarakat agar informasi yang disebarkan mudah dipahami. Hasil penelitian ini jugamelihat bahwa BPPTKG telah menjadi institusi kebencanaan yang memiliki keterbukaan informasi.Namun demikian, hal tersebut kurang didukung dengan adanya kebijakan internal mengenaiketerbukaan informasi terkait produksi konten media sosial.

Article Details

Section
Research-based Article

References

Badara, M. S. (2017). The Relevant of Contingency Theory and Stewardship Theory on the Internal Audit Research. Journal of World Economic Research, 6(2), 17–22. https://doi.org/10.11648/j.jwer.20170602.11

Betts, S. C. (2003). Contingency Theory: Science Or Technology? Journal of Business & Economics Research (JBER), 1(8), 123–130. https://doi.org/10.19030/jber.v1i8.3044

Coombs, W. T. (2010). Parameters for Crisis Communication. In W. T. Coombs & S. J. Holladay (Eds.), The Handbook of Crisis Communication (1st ed., pp. 17–53). West Sussex: Blackwell Publishing Ltd.

DeVito, J. A. (2011). Komunikasi Antarmanusia. (L. Saputra, Y. I. Wahyu, & Y. Prihantini, Eds.) (1st ed.). Tangerang Selatan: KARISMA Publishing Group.

Fearn-banks, K. (2011). Crisis Communications: A Casebook Approach, Fourth Edition (4th ed.). UK: Routledge Taylor & Francis Group.

Krisnawati, E. (2016). Perilaku Konsumsi Media Oleh Kalangan Remaja dalam Pencarian Informasi (Studi Kasus Perilaku Remaja di Kota Salatiga dalam Penggunaan Media dalam Perspektif Teori Ketergantungan Media). Jurnal Komunikatif, 5(1), 43–69.

Lestari, P., Sembiring, I. D. P. B., Prabowo, A., Wibawa, A., & Hendariningrum, R. (2013). Manajemen Komunikasi Bencana Gunung Sinabung 2010 Saat Tanggap Darurat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(2), 139–158.

Lucinda. (2011). Pemimpin Indonesia dalam Penanganan Bencana, Sebuah Refleksi Tentang Kesigapan Pemimpin Indonesia Menghadapi Bencana. In E. H. Susanto (Ed.), Komunikasi Bencana (pp. 39–59). Yogyakarta: Mata Padi Pressindo.

Mahaswari, M. (2012). Jalin Merapi : Penggunaan Media Baru dan Gerakan Sosial Penanggulangan Bencana. Jurnal Komunikasi Indonesia, I(2), 67–76. https://doi.org/https://doi/org/10.7454/jki.v1i2.7821

Mauroner, O., & Heudorfer, A. (2016). Social Media in Disaster Management : How Social Media Impact the Work of Volunteer Groups and Aid Organisations in Disaster Preparation and Response. International Journal Emergency Management, 12(2), 196–217. https://doi.org/10.1504/IJEM.2016.076625

Mitigasi Bencana Gunung Api. (2016). Retrieved from http://merapi.bgl.esdm.go.id/pub/page.php?idf=10

Mondal, D., Chowdhury, S., & Basu, D. (2015). Role of Non Governmental organization in Disaster Management. Research Journal of Agricultural Sciences, 6, 1485–1489.

Nasrullah, R. (2016). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi (2nd ed.). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Patterson, O., Weil, F., & Patel, K. (2010). The Role of Community in Disaster Response: Conceptual Models. Population Research and Policy Review, 29, 127–141. https://doi.org/10.1007/s11113-009-9133-x

Prajarto, N. (2008). Bencana , Informasi dan Keterlibatan Media. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 11(3), 1–24. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jsp.10989

Prastya, N. M. (2011). Komunikasi Krisis di Era New Media dan Social Media. Jurnal Komunikasi, 6(1), 1–20.

Priyowidodo, G., & Luik, J. E. (2013). Literasi Mitigasi Bencana Tsunami untuk Masyarakat Pesisir di Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Jurnal EKOTRANS, 13(1), 47–61.

Pujileksono, S. (2015). Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Malang: Kelompok Intrans Publishing.

Purworini, D., Kuswarno, E., Hadisiwi, P., & Rahmat, A. (2017). Crisis Communication in an Internal Conflict: A Social Constructionist Perspective. Pertanika Journal of Social Sciences & Humanities, 25(S).

Rahman, A. Z. (2015). Kajian Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Manajemen Dan Kebijakan Publik, 1(1), 1–14.

Sadono, R., Hartono, Machfoedz, M. M., & Setiaji. (2017). Monitoring Land Cover Changes in the Disaster-Prone Area : A Case Study of Cangkringan Sub-District , the Flanks of Mount Merapi, Indonesia. Forum Geografi, 31(2), 209–219.

Sellnow, T. L., & Seeger, M. W. (2013). Theorizing Crisis Communication. UK: Willey-Blackwell.

Subiyanto, I. (2016). Melacak Mitos Merapi Peka Membaca Bencana, Kritis Terhadap Kearifan Lokal. (A. Pulung, Ed.) (1st ed.). Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher.

Syarif, A., Unde, A. A., & Asrul, L. (2014). Pentingnya Komunikasi Bencana dan Informasi pada Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Kota Makassar. Jurnal Komunikasi KAREBA, 3(3), 142–152.

Tidur Panjang, Apakah Letusan Gunung Merapi Bakal Lebih Dahsyat. (2018). Retrieved February 24, 2019, from https://nasional.tempo.co/read/1063703/tidur-panjang-apakah-letusan-gunung-merapi-bakal-lebih-dahsyat/full&view=ok

Tkalac Verčič, A., Verčič, D., & Coombs, W. T. (2018). Convergence of Crisis Response Strategy and Source Credibility: Who can you trust? Journal of Contingencies and Crisis Management, 1–10. https://doi.org/10.1111/1468-5973.12229

Tosi, H. L., & Slocum, J. W. (1984). Contingency Theory: Some Suggested Directions. Journal of Management, 10(1), 9–26. https://doi.org/10.1177/014920638401000103

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. (2008).

Worosetyaningsih, T. (2012). Masih Ada Berkah di Balik Musibah Merapi. (A. M. Husna & U. Elma, Eds.). Surakarta: CV Adi Citra Cemerlang.