Google Trends dan Analisis Pengelolaan Konflik Sosial di Ruang Publik Virtual

Rofi'ah, Sumardjo , Sarwititi Sarwoprasodjo , Djuara P. Lubis

Abstract


Salah satu fasilitas yang disediakan oleh Google yang dapat digunakan sebagai alat analisis data adalah Google Trends. Penelitian ini bertujuan menganalisis data yang direkam oleh Google Trends pada tahun 2016 dan 2017 perihal konflik sosial Aksi Bela Islam yang terjadi di ruang publik virtual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur kata kunci yang disediakan oleh Google Trends menjadi alat hegemoni media untuk mengarahkan pencari berita pada informasi yang seragam, sehingga mengakibatkan terjadinya polarisasi massa dalam menyikapi fenomena Aksi Bela Islam. Terlebih lagi, kebijakan yang dikeluarkan pemerintahj ustru menguatkan polarisasi.


Keywords


Google Trends, jaringan komunikasi, konflik sosial

Full Text:

PDF

References


Block, E., & Negrine, R. (2017). The Populist Communication Style: Toward a Critical Framework. International Journal of Communication, 11, 178–197.

Bos, L., & Brants, K. (2014). Populist rhetoric in politics and media: A longitudinal study of the Netherlands. European Journal of Communication, 29(6), 703–719. https://doi.org/10.1177/0267323114545709

Fatanti, M. N. (2014). Twitter dan Masa Depan Politik Indonesia : Analisis Perkembangan Komunikasi Politik Lokal Melalui Internet. Iptek-Kom, 16(1), 17–28.

Felicia, R. loisa. (2019). Peran Buzzer Politik dalam Aktivitas Kampanye di Media Sosial Twitter. Koneksi, 2(2), 352–359. https://doi.org/10.24912/kn.v2i2.3906

Hendriadi, A. A., & Dedih. (2014). Analisis Web Mengguakan Google Analytic Untuk Menyajikan Laporan Data Situs Dalam Proses Optimasi. Jurnal Imiah Solusi, 1(4), 7–19.

Ibrahim, Indra. 2013. Google Trends, Apa Itu Google Trend ?, March 2013, http://eproduk.com/wiki/googletrends-apa-itu-google-trend

Johnson, N. F., & Keane, H. (2015). Title: Internet addiction? Temporality and life online in the networked society. Time &Society, 1–30.

Jr, G. M. B. (2010). Netnography : A Method Specifically Designed to Study Cultures and Communities Online

Kaul, V. (2012). Changing Paradigms of Media Landscape in the Digital Age. Mass Communication and Journalism, 2(2), 1–7. https://doi.org/10.4172/2165-7912.1000110

Kozinets, C., Robert, V., Dolbec, P., & Earley, A. (2015). Netnographic Analysis : Understanding Culture through Social Media Data. In Uwe Flick, ed. Sage Handbook of Qualitative Data Analysis (pp. 262–275).

Prajarto, Y. A. N., Tania, S., & Purwaningtyas, M. P. F. (2019). Preferensi Informasi dan Perilaku Bermedia Warganet di Akun Instagram Media Informasi Selebritas. Jurnal Ilmu Komunikasi, 16(2), 191–208.

Riyanto, A. D. (2014). Pemanfaatan Google Trends Dalam Penentuan Kata Kunci Sebuah Produk Untuk Meningkatkan Daya Saing Pelaku Bisnis Di Dunia Internet. In Seminar Nasional Informatika 2014(semnasIF 2014) (Vol. 2014, pp. 52–59).

Rofi’ah. (2013). Efektifitas Komunikasi Antar Budaya (Kasus Manajemen Konflik Suku Sunda dan Suku Madura di Kelurahan Kebon Kelapa Bogor). IPB University.

Rumata, V. (2016). Peluang Dan Tantangan Big Data Dalam Penelitian Ilmu Sosial: Sebuah Kajian Literatur. Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Opini Publik, 20(1), 155–167.

Suciartini, N. N. A., & Sumartini, N. L. P. U. (2018). Verbal Bullying Dalam Media Sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, (1), 152–171.

Sumardjo. (1999). Transformasi Model Penyuluhan Pertanian Menuju Pengembangan Kemandirian Petani (Kasus Di Provinsi Jawa Barat). IPB University.

Tal, A., & Wansink, B. (2011). Turning Virtual Reality into Reality: A Checklist to Ensure Virtual Reality Studies of Eating Behavior and Physical Activity Parallel the Real World. Journal of Diabetes Science and Technology Volume, 5(2), 239–244. https://doi.org/10.1177/193229681100500206

Thurlow, C., Lengel, L., & Tomic, A. (2004). Computer Mediated Communication Social Interaction and The Internet. London: Sage Publications.

Triyono, A. (2019). Contribution of Online Media Citizen Journalism to Create City Images. Jurnal Ilmu Komunikasi, 16(2), 209–224.

Wahyono, E., Kolopaking, L. M., C, T. S. M., & Hubeis, A. V. S. (2019). Jaringan Digital dan Pengembangan Kewirausahaan Sosial Buruh Migran Perempuan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 16(1), 57–76.

Young, K. S., & Abreu, C. N. de. (2011). Internet Addiction: A Handbook and Guide to Evaluation and Treatment. New Jersey: John wiley & Sons, Inc.

Yuliana, I., Santosa, P. I., & Setiawan, N. A. (2015). Analisis Jejaring Media Sosial untuk Pemetaan pada Komunitas Online. In Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATi) (pp. 14–17).

Yusminanda, I. M. (2019). Distraksi pada Pekerja Daring Selama Berinteraksi dengan Internet. Jurnal Ilmu Komunikasi, 16(2), 175–190.




DOI: https://doi.org/10.24002/jik.v18i1.3252

Refbacks

  • There are currently no refbacks.