Representasi Pelanggaran HAM terhadap Anak dalam Novel Orang-Orang Oetimu

Authors

DOI:

https://doi.org/10.24002/jik.v19i2.4864

Keywords:

Children, Violence, Novel, East Nusa Tenggara, Representation

Abstract

Sering kali anak menjadi korban kekerasan kaum dominan di dalam masyarakat. Beranjak dari realitas sosial di lapangan, novel yang merepresentasikan kekerasan anak dapat menjadi konsumsi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, perspektif kritis dengan analisis Norman Fairclough yang bertujuan mendeskripsikan representasi pelanggaran HAM terhadap Anak di NTT dalam novel Orang-Orang Oetimu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa representasi kekerasan di dalam novel menunjukkan keberpihakan penulis terhadap korban. Hal itu dibuktikan dari diksi dan tata bahasa di dalam teks novel. Melalui representasi tersebut, terlihat bahwa novel dapat digunakan sebagai media alternatif perlawanan menentang dominasi kekuasaan.

 

 

Author Biography

Arta Elisabeth Purba, FISIP UAJY

Magister Communication UAJY

References

Adinda, P. (2021, Maret 4). Penahanan Felix K Nesi dan gunung es kasus kekerasan seksual di gereja Indonesia. Asumsi.co. <https://www.asumsi.co/post/59229/penahanan-felix-k-nesi-dan-gunung-es-kasus-kekerasan -seksual-di-gereja-indonesia/>

Akmaliah, W. (n.d.). Menyuarakan suara-suara yang (di)bungkam: Artikulasi perlawanan ingatan lewat sastra dalam antologi cerpen saksi mata karya Seno Gumira Adjidarma. <https://www.academia.edu/ 23598350/Menyuarakan_Suara_Suara_Yang_di_Bungkam_Artikulasi_Perlawanan_Ingatan_Lewat_Sastra_dalam_Antologi_Cerpen_Saksi_Mata_Karya_Seno_Gumira_Adjidarma>

Ama, K. K. (2020, September 11). Kekerasan terhadap Perempuan di NTT Tinggi. Kompas.id. <https://www.kompas.id/baca/nusantara/2020/09/11/tinggi-kekerasan-terhadap-perempuan-di-ntt>

Anderson, B. (1998). Hantu komparasi: Nasionalisme, Asia Tenggara, dan dunia. Yogyakarta, Indonesia: Qalam Pustaka Pemikiran.

---------------. (2008). Imagined communities: Komunitas-komunitas terbayang (ed. III). Yogyakarta, Indonesia: INSISTPress.

Anugrah, D. (2019, 4 Maret). Mengurai Timor, menggugat Indonesia. Asumsi.co. <https://asumsi.co/post/58589/ menceritakan-timor-menggugat-indonesia/>

Astuti, A. V. N. P. (2018). Representation of an Asian-Australian gay in Hsu-Ming Teo’s Behind the Moon. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 15(1), 91–106.

Banda, M. M., & Pidada, I. B. J. S. (2021). Tradisi lisan di Nusa Tenggara Timur sebagai latar daerah dalam penulisan karya sastra modern. Prosiding International Seminar on Austronesian Languages and Literature, [ISALL IX], h. 372-377.

Bajari, A. (2015). Metode penelitian komunikasi: Prosedur, tren dan etika. Bandung, Indonesia: Simbiosa Rekatama Media.

Bayu. (2020). Fatamorgana keadilan yang diperjuangkan Felix K. Nesi. <https://maknacreative.wordpress.com/2020/07/06/fatamorgana-keadilan-yang-diperjuangkan-felix-k-nesi/>

Che & Tim. (2019, Agustus 16). Pramoedya Ananta Toer menghantam penjajahan lewat sastra. CNN Indonesia. <https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20190808111439-234-419463/pramoedya-ananta-toer-menghantam-penjajahan-lewat-sastra>

Daryanto & Rahardjo, M. (2016). Teori Komunikasi. Yogyakarta, Indonesia: Gava Media.

DKJ. (2016). Pertanggungjawaban dewan juri sayembara menulis novel Dewan Kesenian Jakarta 2016. <https://dkj.or.id/artikel/pertanggungjawaban-dewan-juri-sayembara-menulis-novel-dewan-kesenian-jakarta-2016/>

--------. (2018). Pertanggungjawaban dewan juri sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta 2018. <https://dkj.or.id/berita/pertanggungjawaban-dewan-juri-sayembara-novel-dewan-kesenian-jakarta-2018/>

Endraswara, S. (2016). Metodologi penelitian posmodernisme sastra: Penafsiran, pengejaran dan permainan makna. Yogyakarta, Indonesia: CAPS (Center for academic Publishing Service).

Eriyanto. (2009). Analisis wacana pengantar analisis teks media (ed. VII). Yogyakarta, Indonesia: LKIS Yogyakarta.

Fairclough, N. (2010). Critical discourse analysis: The critical study of language. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.

Fathurrozak. (2020, September 28). Novel Orang-Orang Oetimu masuk nomine Kusala Sastra Khatulistiwa. Media Indonesia. <https://mediaindonesia.com/weekend/348400/novel-orang-orang-oetimu-masuk-nomine-kusala-sastra-khatulistiwa>

Gunawan, I. (2017). Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London, UK: SAGE Publications Ltd.

Hayon, Y. W. (2019). Kebebasan berekspresi dan lemahnya konsolidasi sipil. <https://hanshayon.blogspot. com/2019/07/kebebasan-berekspresi-dan-lemahnya.html>

Huraerah, A. (2018). Kekerasan terhadap anak. Bandung, Indonesia: Nuansa Cendekia

Ida, R. (2016). Metode penelitian studi media dan kajian budaya. Jakarta, Indonesia: Prenada Media Group

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Seno Gumira Ajidarma. <https://badanbahasa.kemdikbud. go.id/tokoh-detail/3315/seno-gumira-ajidarma>

Kurnia, S. S. (2007). Menulis ilmiah metodologi penelitian kualitatif. Jakarta, Indonesia: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Kustanti, M. C. (2016). Tema dan pesan dalam fungsi media pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (analisis wacana pragmatik). SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 1(2), 186–195.

Manan, A. (2021a, April 24). Berhulu dari Kajian Panjang. Tempo.co. <https://majalah.tempo.co/read/laporan-khusus/163046/penyusunan-ruu-penghapusan-kekerasan-seksual-berpijak-dari-kajian-panjang-komnas-perempuan>

---------. (2021b, April 24). Jalan Terjal Memutus Kekerasan. Tempo.co. <https://majalah.tempo.co/read/laporan-khusus/163054/jalan-terjal-memutus-kekerasan>

Maslikah, T. (2015). Representasi kepribadian tokoh dalam novel Alisya (analisis isi). Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia.

Marjin Kiri. (2017). Tentang Marjin Kiri. <https://marjinkiri.com/tentang-marjin-kiri/>

Merdeka. (2021). Pramoedya Ananta Toer. <https://www.merdeka.com/pramoedya-ananta-toer/profil>

Nesi, F. K. (2019). Orang-Orang Oetimu (ed II). Tangerang, Indonesia: CV. Marjin Kiri.

Nisak, K., & Putra, C. R. W. (2020). Bentuk kekuasaan dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi. Bahtera: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya, 7(2) 1047–1064.

Nurhadi, Z. F. (2017). Teori komunikasi kontemporer. Jakarta, Indonesia: Kencana.

Nurhidayah, D. I. (2019). Hegemoni kekuasaan dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi: Kajian sosiologi sastra. Prosiding Senasbasa, 3(2), 274–283.

Oematan, R. (2020). Representasi budaya Nusa Tenggara Timur dalam kumpulan cerpen Sai Rai karya Dicky Senda. Tesis. Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Indonesia.

Peoples Dispatch. (2020, Juli 14). Writers and publishers express solidarity with Indonesian author Felix Nesi. Peoplesdispatch.org. <https://peoplesdispatch.org/2020/07/14/writers-and-publishers-express-solidarity -with-indonesian-author-felix-nesi/>

Poedjianto, S. A. (2014). Representasi maskulinitas laki-laki infertil dalam film Test Pack karya Ninit Yunit. Tesis. Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia.

Prabowo, H. (2020, Juli 6). Kekerasan seksual di gereja: Tuding gereja biarkan romo bermasalah, Felix Nesi jadi tersangka. Tirto.id. <https://tirto.id/tuding-gereja-biarkan-romo-bermasalah-felix-nesi-jadi-tersangka-fNYq>

Pradipta, A. D., & Resen, P. T. K. (2020). Representasi transgender pada novel calabai: Perempuan dalam tubuh lelaki. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 3(2): 103–111.

Purwanti, S. H. (2017). Kekerasan pada anak dan wanita: Perspektif ilmu kedokteran forensik. Jakarta: Rayyana Komunikasindo.

Rengka, P. (2019, September 19). Menafsir Felix Nesi melalui Orang-Orang Oetimu. Voxntt.com. <https://voxntt.com/2019/09/19/menafsir-felix-nesi-melalui-orang-orang-oetimu/51627/>

Safutra, I. (2019, Oktober 31). Cara Felix K. Nesi melahirkan Orang-Orang Oetimu. JawaPost.com. <https://www.jawapos.com/features/31/10/2019/cara-felix-k-nesi-melahirkan-orang-orang-oetimu/>

Sholikhah, A. (2020). Relasi dan resistensi kuasa dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi: Kajian kekuasaan Michel Foucault. BAPALA, 7(3), 1-12.

Sobur, A. (2014). Komunikasi naratif: Paradigma, analisis, dan aplikasi. Bandung, Indonesia: PT Remaja Rosdakarya.

Songyanan, Z. (2019). Felix K. Nesi: “Saya sudah berhenti berharap, saya benci terhadap semua hal” (bag. 2). Buruan.co. <https://www.buruan.co/felix-k-nesi-saya-sudah-berhenti-berharap-saya-benci-terhadap-semua-hal-bag-2/>

Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (2014). Jakarta, Indonesia: Kemenkumham

Undang-undang Republik Indonesia No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. (199). Jakarta, Indonesia: Kemenkumham

Undang-undang Dasar 1995. (2018). Jakarta, Indonesia: Sekretariat MPR-RI

Unicef. (2018). Konvensi hak anak: Versi anak. <https://www.unicef.org/indonesia/id/konvensi-hak-anak-versi-anak-anak>

Wahyuni, & Lestari, I. (2018). Bentuk kekerasan dan dampak kekerasan perempuan yang tergambar dalam novel room karya Emma Donoghue. Jurnal Basataka, 1(2), 20–28.

Additional Files

Published

2022-12-15

How to Cite

Purba, A. E., & Astuti, R. V. N. . (2022). Representasi Pelanggaran HAM terhadap Anak dalam Novel Orang-Orang Oetimu. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 19(2), 267–284. https://doi.org/10.24002/jik.v19i2.4864

Issue

Section

Research-based Article