Menggagas Jurnalisme Optimis dalam Pemberitaan tentang Bencana

Authors

DOI:

https://doi.org/10.24002/jik.v15i1.882

Keywords:

bencana, jurnalisme sensitif bencana, jurnalisme optimis, jurnalisme air mata.

Abstract

Para wartawan, mulai dari wartawan yang berada di lapangan sampai dengan redaktur yang berada di ruang redaksi menjadi saksi dan sekaligus korban bencana. Pengalaman menjadi saksi dan korban bencana telah menjadi laboratorium dalam pembentukan gagasan tentang jurnalisme sensitif bencana yang disebut sebagai jurnalisme optimis. Istilah ini menjadi oposisi biner bagi jurnalisme air mata yang selama ini lebih mewarnai media massa di Indonesia dalam pemberitaan bencana. Paper ini membahas secara spesifik tentang jurnalisme optimis yang dimunculkan sejak pra peliputan kebencanaan yang didasarkan pada pengalaman lapangan para wartawan di Yogyakarta.

Author Biographies

Filosa Gita Sukmono, Muhammadiyah Yogyakarta University

Aktif dalam sejumlah penelitian terkait kajian media, iklan dan isu-isu multikultur.  Beberapa tulisan ilmiah terkait dengan Globalisasi Televisi, Jurnalisme Warga, Jurnaslime Sensistif bencana, Ruang Publik, New Media dan Komunikasi Multikultur telah dipublikasikan di beberapa jurnal nasional. Saat ini sedang fokus dalam penelitian-penelitian tentang film Indonesia dan isu-isu multikultur di media, bisa dihubungi melalui email: filosa@umy.ac.id

Fajar Junaedi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Aktif melakukan riset dan publikasi
tentang komunikasi bencana,Beberapa publikasinya
tentang komunikasi bencana adalah sebagai berikut,
Manajemen Penyiaran Bencana yang dimuat dalam SetioBudi [ed] (2011). Komunikasi Bencana. dan MenggagasJurnalisme Penyiaran Tanggap Bencana yang dimuat dalam Endri Listiani dan Askurifa’al Baksin [ed] (2013). Media dan Komunikasi Lingkungan. Korespodensi bisa di fajarjun@gmail.com

References

Arif, Ahmad (2010). Jurnalisme Bencana, Bencana Jurnalisme. Jakarta, KPG

Arif, Ahmad 2011. Jurnalisme Bencana : Tugas Suci, Praktik Cemar, dalam Budi, Setio [ed] (2011). Komunikasi Bencana. Yogyakarta, Aspikom

Badri, M (2011). Paradigma Jurnalisme Bencana, dalam Budi, Setio [ed] (2011). Komunikasi Bencana. Yogyakart, Aspikom dan Buku Litera

Biagi, Shirley (2005). Media / Impact : An Introduction to Mass Media, 7th Edition. Belmont,ThomsonWadsworth.

Budi, Setio HH (2011). Pentingnya Komunikasi Bencana, dalam Junaedi, Fajar; Puspita, Adi ; Oktaviana, Risa [ed]. Sensasi Vulgar Komunikasi Bencana. Yogyakarta, Lingkar Media

Junaedi, Fajar (2012). Menggagas Jurnalisme Penyiaran Tanggap Bencana, dalam Listiani, Endri dan Baksin, Askurifa’al [ed] (2013). Media dan Komunikasi Lingkungan. Bandung, Fikom Unisba dan Buku Litera.

Haddow, George D. dan Haddow, Kim S.(2009). Disaster Communication in The Changing of Media World. Oxford, Butterworth-Heinemann

Junaedi, Fajar (2011). Manajemen Penyiaran Bencana, dalam Budi, Setio [ed] (2011). Komunikasi Bencana. Yogyakarta : Aspikom dan Buku Litera.

Lindlof, Thomas R dan Taylor, Brian C (2002). Qualitative Communication Research Methods, 2nd Edition. London, Sage Publication

Neuman, Lawrence (2000). Social Research Methods : Qualitative and Quantitative Approaches, 4th Edition. London : Sage

Shoemaker, Pamela J. dan Reese, Stephen W (1996). Mediating The Message : Theories of Influences on Mass Media Content. New York, Longman

Downloads

Published

2018-06-02

How to Cite

Sukmono, F. G., & Junaedi, F. (2018). Menggagas Jurnalisme Optimis dalam Pemberitaan tentang Bencana. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 15(1), 107–120. https://doi.org/10.24002/jik.v15i1.882

Issue

Section

Research-based Article