ANALOGI MUSIK-ARSITEKTUR MELALUI PROSES TRANSFORMASI PADA SIMULASI PERLUASAN GEREJA KATEDRAL BOGOR

Emmelia Tricia Herliana

Abstract


The selection of appropriate approaches for specific design project is the most creative step in a design process. In the recent research report (Herliana 2010), the approach which is derived from auditorial sensation through a conceptual interpretation of the characteristics of liturgical music in the Catholic Church explores the analogy of the musical composition elements and the architectural elements of design. The aim of this study is to implement the interpretation of the analogous of musical composition elements to the simulation in designing the extension of Cathedral Church in Bogor. The synthetic process explores a new configuration pattern of form and space - through the superimposition method of site-pattern interpretation and sound-pattern interpretation - to create a new order. The result is the re-arrangement of the form and space configuration through the process of creating “musical composition” in site, such as maintaining the hierarchy of site and the building structure, creating melodies, elaborating modulations, giving the ornaments, adding accents, and making rhyme; by strengthening dominant patterns and weakening sub-dominant patterns.

Keywords: conceptual interpretation, analogy in Architecture, musical elements, superimposition method

Abstrak: Proses pencarian dan pemilihan pendekatan yang paling tepat untuk suatu kasus proyek yang spesifik adalah tahap yang memerlukan kreatifitas dan paling menentukan di dalam proses merancang. Pada artikel hasil penelitian penulis (Herliana 2010), telah disebutkan mengenai pendekatan yang bersumber dari sensasi bunyi melalui interpretasi konseptual karakteristik musik liturgi pada Gereja Katolik untuk merumuskan analog dari unsur-unsur komposisi musikal terhadap unsur-unsur arsitektural pada perancangan perluasan Gereja Katedral. Tulisan yang merupakan hasil penelitian mengenai proses desain ini bertujuan untuk menerapkan analog-analog dari unsur komposisi musikal pada simulasi perancangan perluasan bangunan Gereja Katedral di Bogor. Proses sintesis dilakukan dengan mencari konfigurasi ruang dan bentuk yang baru melalui metoda superimposisi dari interpretasi pola lahan dan interpretasi pola bunyi yang terjadi pada lahan untuk menciptakan keteraturan. Hasilnya adalah penataan ulang terhadap konfigurasi ruang dan bentuk melalui proses menciptakan “komposisi musikal” pada lahan, seperti dengan mempertahankan hirarki ruang pada struktur bangunan dan “site”, pembentukan melodi, pengolahan modulasi, pemberian ornamen, menambahkan aksen, dan membuat syair; dengan memperkuat pola yang dominan.

Kata kunci: interpretasi konseptual, analogi dalam Arsitektur, unsur-unsur musikal, metoda superimposisi

Keywords


interpretasi konseptual; analogi dalam Arsitektur; unsur-unsur musikal; metoda superimposisi; conceptual interpretation; analogy in Architecture; musical elements; superimposition method

Full Text:

PDF

References


Antoniades, A. C. 1992. Poetics of Archi-tecture: Theory of Design. New York: Van Nostrand Reinhold.

Arnheim, R. 1977. The Dynamics of Architectural Form. California, Ber-keley and Los Angeles: University of California Press.

Broadbent, G. 1973. Design in Architecture: Architecture and the Human Sciences. London: John Wiley and Sons.

Cowan, H. J. 1966. An Historical Outline of Architecutral Science. Amsterdam: Elsevier Publishing Company.

Edwards, T. 1952. Style and Composition in Architecture: An Exposition of the Canon of Number Punctuation and Inflection. London: Alec Tiranti Ltd.

Herliana, E. T. 2000. Sensasi Bunyi sebagai Stimulus pada Proses Perancangan Arsitektur. Tesis Magister tidak diterbitkan. Bandung: Program Studi Arsitektur, Program Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung.

Herliana, E. T. 2010. Sensasi Bunyi sebagai Stimulus Pendekatan Perancangan Arsitektur melalui Interpretasi Konseptual terhadap Karakteristik Musik Liturgi, Jurnal Arsitektur Komposisi, 8 (1): 51-74.

Hesselgren, S. 1975. Man’s Perception of Man-made Environment. Stroudsburg, Pennsylvania: Dowden, Hutchinson and Ross, Inc.

Koch, W. 1980. A Handbook of European Architectural Style. London: W. Foulsham and Co. Ltd.

Krier, R. 1988. Architectural Composition. New York: Rizzoli.

Martasudjita, E., pr & Prier, K. E, SJ. 1998. Musik Gereja Zaman Sekarang. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.

Merleau-Ponty, M. 1987. The Visible and the Invisible, terjemahan oleh Alphonsp Lingis. Evanston: Northwestern University Press.

Mittal, P. K., Dr. 1994. A Textbook of Sound. New Delhi: Har-Anand Publications.

Preziosi, D. 1979. The Semiotics of the Built Environment: An Introduction to Architectonic Analysis. Bloomington & London: Indiana University Press.

Rasmussen, S. E. 1975. Experiencing Architecture. Cambridge, Massa-chussets: The MIT Press.

Simpson, J. & Weiner, E. 1991. The Oxford English Dictionary. United Kingdom: Oxford University Press

Shokes, E. 1989. The Design Process. New York: Whitney Library of Design.

Smith, R. T. 1987. An Illustrated: History of Architectural Styles. London: Omega Books, Ltd.

The World Atlas of Architecture. 1984. The Middle Ages: Gothic Architecture. London: Mitchell Beazley Publishers.

Tzonis, A. & Lefaivre, L. 1986. Classical Architecture: The Poetics of Order. Cambridge, Massachussetts: The MIT Press.

Pusat Musik Liturgi. 1999. Warta Musik (Majalah Informasi dan Pendidikan Musik): Nilai-nilai Inkulturasi, No. 1/XXIV/1999. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.

Tahun Gereja Katedral Bogor: Berbakti, Mengabdi, Melayani. 1996. Bogor: SMK Grafika Mardi Yuana.

Tahun Keuskupan Bogor dalam Lintasan Sejarah. 1998. Bogor: Grafika Mardi Yuana.

Internet:

oxforddictionaries.com [Diunduh Pebruari 2012].

www.merriam-webster.com [Diunduh Pebruari 2012]




DOI: https://doi.org/10.24002/jars.v10i1.1054

Refbacks

  • There are currently no refbacks.