PERILAKU ADAPTASI MASYARAKAT MENANGGAPI AREA PARKIR DI JALUR PEJALAN KAKI (Studi Kasus di Kawasan Ruko Bisnis Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah)

Authors

  • Monika Tjee Mahasiswa Magister Teknik Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.24002/jars.v10i6.1098

Keywords:

area development, pedestrians, behaviour, architectural psychology, parking lots, Pengembangan kawasan, perilaku pejalan kaki, psikologi arsitektur, lahan parkir

Abstract

Abstract:The role of government to decide area development is essential. Government can make decisions that will change the townscape, but unfortunately in many cases there's no prior researches for those issues. It leads to unexpected projects in the end. Solo Baru, the new icon of Sukoharjo lately is being the priority development in Sukoharjo. There were some facilities built, including pedestrian ways. The pedestrian ways were not used properly in some areas, especially at the areas where SOHOs built along Solo Baru's main road. By understanding theories about psychological architecture, this article purposes to see how people in Solo Baru react to the new pedestrian ways, that reduced the parking area. This research's result that shows how new behaviours could be quickly set by the environmental stress, could be the embryo for further research, and for government decision policies in planning process.

Keywords :area development, pedestrians, behaviour, architectural psychology, parking lots

Abstrak:Peran serta Pemerintah Daerah dalam perkembangan pembangunan sebuah kawasan sangatlah penting. Pemerintah Daerah dapat membuat keputusan – keputusan yang berdampak langsung terhadap wajah kawasan, namun terkadang kurang didasari kajian yang mendalam sebelumnya, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Melihat perkembangan kawasan Solo Baru yang akhir – akhiri ini dijadikan ikon dan fokus pembangunan pemerintah kabupaten Sukoharjo, ada beberapa elemen kawasan yang ditambahkan, salah satunya adalah penerapan jalur pejalan kaki di sepanjang jalan utama Solo Baru. Di beberapa ruas, terutama di ruas yang terdapat deretan ruko yang langsung menghadap ke jalan, jalur pejalan kaki tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya. Dengan mengacu pada teori – teori psikologi arsitektur, melalui penelitian ini ingin mengkaji bagaimana masyarakat menanggapi adanya jalur pejalan kaki baru yang mengurangi area parkir di halaman deretan ruko tersebut. Hasil dari penelitian ini bahwa sebuah perubahan perilaku atau adanya seting lingkungan akan membentuk pola perilaku yang baru, nantinya dapat dijadikan acuan awal bagi pemerintah daerah atau pengembang kawasan untuk memutuskan kebijakan saat memodifikasi sebuah kawasan.

Kata kunci : Pengembangan kawasan, perilaku pejalan kaki, psikologi arsitektur, lahan parkir

References

NAHEMOW, L and LAWTON, M P. Toward An Ecological Theory of Adaptation and Aging. Philadelphia Geriatric Center. Philadelphia, Pa.

NTOUMANIS, N., EDMUND, J and DUDA, J L. 2009.Understanding the Coping Proccess from a Self-Determination Theory Perspective. British Journal of Health Psychology, 14 : 246 – 260. DOI 10.1348/135910708X349352.

SNYDER, J C and CATANESE, A J. 1979. Introduction to Architecture : Environment – Behavior Studies. New York : McGraw-Hill.

Downloads

Published

2017-05-01