KAITAN MATERIAL DAN KUALITAS AKUSTIK PADA RUANG AUDIO VISUAL UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS PALEMBANG (ECOTECT ANALYSIS)

Triedy Mulia, Abd. Rachmad Zahrial Amin

Abstract


Abstract: An audio-visual room is a room specifically designed to enable users to have enjoyable listening and watching video activities. This study was conducted to find out correlation between acoustics quality and acoustics materials in audio-visual room of Musi Charitas University. The methods of this research were descriptive method using ecotect simulation. The simulation revealed that: (1) The replacement of ceiling materials improve the quality of sound quality since it’s reverberation time approximately 47.9 ms.; (2) The replacement of ceiling materials caused the reverberation time (RT) becomes eligible, with the tolerance of about 10% of the standard 50 ms. Thus, it was not necessary to change the wall layers on the right and the left sides because the RT of the audio-visual room matched the speech RT (0.5-1.0s). Before the ceiling materials were replaced, the RT in the 250 Hz frequency was 0.41s. That is why it is important to decide to use the right absorption coefficient so that the reverberation time in the audio-visual room would be equal or within the range of 0.5-1.0s.

Keywords: room acoustics quality, acoustics materials, Ecotect analysis

Abstrak: Ruang audio-visual merupakan ruang yang dirancang dengan kualitas akustik yang baik yaitu mampu memaksimalkan efek perangkat audio-video sehingga mendukung kenikmatan pemakai dalam mendengarkan dan menonton pertunjukan audio-visual. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan kualitas akustik dengan material akustik pada ruang audio visual di Universitas Musi Charitas. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan simulasi ecotect. Hasil simulasi menunjukkan bahwa (1) Penggantian material plafond meningkatkan kualitas akustik karena garis suara mencapai pendengar di tengah ruangan akibat mengalami pantulan plafond dan dasar sekitar 47,9 ms; (2) Setelah dilakukan penggantian bahan pada plafond, waktu dengung menjadi memenuhi syarat karena adanya toleransi sekitar 10% dari standar 50 ms. Akibatnya, perubahan lapisan dinding samping (kiri dan kanan) tidak diperlukan, walaupun garis suara mengalami sedikit pemantulan pada dinding samping, (3) Waktu dengung ruang Audio-Visual mencapai waktu dengung sesuai dengan kriteria waktu dengung speech (sekitar 0,5 – 1,0 sekon). Sebelum penggantian material plafond, RT pada frekuensi 250 Hz adalah 0,41s dan setelah perubahan mencapai 0,50 s. Penentuan koefisien absorpsi yang tepat, dilakukan agar waktu dengung pada ruang Audio-Visual berada antara 0,5–1,0 s.

Kata Kunci: kualitas akustik ruang, material akustik, Ecotect Analysis


Keywords


room acoustics quality; acoustics materials; Ecotect analysis; kualitas akustik ruang; material akustik; Ecotect Analysis

Full Text:

PDF

References


Autodesk Ecotect Analysis Document, 2003.

Dimensi Interior, Vol. 9, No. 100, 2, Desember 2011: h100.

Dimensi Interior, Vol. 9, No. 98, 2, Desember 2011: h98.

Doelle, L L. Environmental Acoustics, 1972

Lechner, N., 2007 Heating, Cooling, Lighting, Metode desain untuk Arsitektur, Edisi kedua.

Satwiko, P., 2004,2005 Fisika Bangunan 1, Edisi 2. Andi Yogyakarta.

Satwiko, P., 2004, Fisika Bangunan 2, Edisi 1. Andi Yogyakarta.

Satwiko, P., 2009 Fisika Bangunan. Yogyakarta: Penerbit Andi., SNI 03-6575-2001.




DOI: https://doi.org/10.24002/jars.v11i3.1186

Refbacks

  • There are currently no refbacks.