MEMBACA DAN MEMAKNAI RUH KEBERLANJUTAN DALAM ARSITEKTUR VERNAKULAR

Linda Octavia, Eko Prawoto

Abstract


Abstract: The human view of nature is infinite creating an exploitative attitude like industry towards the natural world and causing chronic damage to nature. Modern humans need to learn more to live in peace with nature and the tradition of society is the entrance to peace with nature. Traditions in modern Indonesian life are somewhat dubious, tend to be interpreted as a loose past and a burden of cultural identity and uselessness. Seeing tradition is basically deeper in finding and identifying true spirits. This paper seeks to find the concept of balance between nature, humans and culture so that humans live in harmony with nature. The thought of vernacular architecture was appointed as a foothold in finding alternative solutions to natural exploitation. Vernacular architecture is expected to answer a big challenge or problem about the sustainability of the earth. This research is a qualitative research by presenting case examples analyzed descriptively using the concept of vernacular architecture as the basis of analysis. As a result, the notion of the spirit of sustainability is in vernacular architecture to protect the preservation of the culture as a whole to reduce the preservation of the earth. Thoughts in vernacular architecture can be a reference for realizing architectural works that value nature and reduce the burden and pressure on nature.

Keywords: vernacular architecture, spirit of sustainability, sustainability, tradition

Abstrak: Pandangan manusia terhadap alam yang tidak terbatas menimbulkan sikap eksploitatif ala industri terhadap alam dan menimbulkan kerusakan alam yang kronis. Manusia modern perlu belajar lagi untuk hidup berdamai dengan alam dan tradisi masyarakat adalah pintu masuk berdamai dengan alam. Tradisi dalam kehidupan Indonesia modern agak diragukan, cenderung dimaknai sebagai masa lalu yang lepas dan beban identitas budaya serta tidak berguna. Melihat tradisi hakekatnya lebih dalam mencari dan menemukenali ruh yang sejati. Tulisan ini berusaha menemukan konsep keseimbangan antara alam, manusia dan budaya agar manusia hidup harmonis dengan alam. Pemikiran dari arsitektur vernakular diangkat sebagai pijakan menemukan solusi alternatif eksploitasi alam. Arsitektur vernakular diharapkan menjawab tantangan atau permasalahan besar tentang sustainabilitas bumi. Studi ini merupakan kajian kualitatif dengan menyajikan contoh-contoh kasus yang dianalisis secara deskriptif menggunakan konsep arsitektur vernakular sebagai dasar analisis. Hasilnya, pemikiran tentang ruh keberlanjutan ada dalam arsitektur vernakular untuk menjagai keterjagaan budaya secara utuh dalam rangka mengurangi melestarikan bumi. Pemikiran dalam arsitektur vernakular dapat menjadi acuan untuk mewujudkan karya arsitektur yang menghargai alam dan mengurangi beban serta tekanan terhadap alam.

Kata Kunci: arsitektur vernakular, ruh keberlanjutan, sustainabilitas, tradisi


Keywords


vernacular architecture, spirit of sustainability, sustainability, tradition

Full Text:

PDF

References


Faisal, G., Suwarno, N. & Wihardyanto, D., 2012. Tipologi Ventilasi Bangunan Vernakular Indonesia. Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, 1(3), pp.27–35.

Jambak, I. et al., 2014. Kajian Tradisi Teknologi Membangun Bangunan Masyarakat Baduy di Kampung Ciboleger. Jurnal Penelitian Humaniora, 2(4), pp.1–11.

Keraf, G. 2008. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Madge, J & Peckham, A. 2006. Narrating Architecture. New York: Routledge.

Mashuri, 2010. Perwujudan Konsep dan Nilai-Nilai Kosmologi pada Bangunan Rumah Tradisional Toraja. Jurnal Ruang, 2(1), pp.1–8.

Mentayani, I., 2012. Menggali Makna Arsitektur Vernakular: Ranah, Unsur dan Aspek-aspek Vernakularitas. LANTING Journal of Architecture, 1(2), pp.68–82.

Octavia, L. (2013). Makna Dalam Arsitektur Vernakular; Studi Kasus Arsitektur Eko Prawoto. Tesis S2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (unpublished).

Pangarsa, G W. 2006. Merah Putih Arsitektur Nusantara. Yogyakarta: Penerbit Andi Ofset.

Purbadi, Y.D., 2017. Continuity And Change Dalam Arsitektur Vernakular: Kajian Fenomena Lopo di Desa Kaenbaun. Seminar Nasional Riset dan Teknologi Terapan 2017 (RITEKTRA 2017). pp. 69–82.

Purwanto, L.M.F. & Gayatri, C.S., 2004. Arsitektur Vernakular Nabire dan Kondisi Nabire Pasca Gempa. Dimensi Teknik Arsitektur, 35(1), pp.13–22. Available at: http://www.petra.ac.id/~/journals/dir.php?DepartmentID=ARS.

Saraswati, T. 2013. Bangunan Pengering Tembakau di Jawa. Surabaya: Wastu Lanas Grafika.

Saraswati, T., 2009. Vernakularitas Los, Bangunan Pengering Tembakau Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment), 36(1), p.pp–65.

Semi, A. 2003. Menulis Efektif. Padang: Penerbit Angkasa Raya.

Soewarno, N. et al., 2007. Nilai Vernakular dalam Penataan Lingkungan pada Permukiman Lereng Gunung: Studi di Desa Kapencar, Lereng Gunung Sindoro, Wonosobo. Dimensi Teknik Arsitektur Vol., 35(2), pp.190–197.

Triyadi, S. & Harapan, D.A., 2008. Kearifan Lokal Rumah Vernakular Di Jawa Barat Bagian Selatan Dalam Merespon Gempa. Jurnal Sains dan Teknologi EMAS, 18(2).

Triyadi, S., Sudradjat, I. & Harapan, A., 2009. Vernacular Houses Typology and Its Respond to The Earthquake, Case Study: Duku Ulu Village, Bengkulu, Indonesia. Asian Transactions on Engineering, 01(02), pp.33–40.

Triyadi, S., Sudradjat, I. & Harapan, A., 2010. Bengkulu dalam Merespon Gempa, Studi Kasus?: Rumah Vernakular di Desa Duku Ulu. Local Wisdom, 2(1), pp.1–7.

Uehiro, E. 1998. Practical Ethics for Our Time. Tokyo, Japan: Tuttle Publishing.

Zubaidi, F., 2009. Arsitektur Kaili Sebagai Proses dan Produk Vernakular. Jurnal Ruang, 1(September), pp.27–37.




DOI: https://doi.org/10.24002/jars.v12i2.2046

Refbacks

  • There are currently no refbacks.