PERAN ELEMEN ALAM PADA SEQUENCE RUANG IBADAH STUDI KASUS MASJID BAHRUL ULUM, TANGERANG SELATAN

Feby Hendola, Ratna Safitri, Rahma Purisari

Abstract


Abstract: Sacred places are often characterized by architectural elements and arrangement of certain landscapes to form a different impression from the surroundings. Architecture is able to form space symbolically sacred through the arrangement that directs the congregation in worship. The natural elements in the landscape have an important function in forming the beauty that reminds human relations with the universe. Writing shows an understanding of the relationship between elements of nature (land, water, air, and light) with elements of architectural design in a place of worship. The case is Masjid Bahrul Ulum (MBU) in South Tangerang. MBU has a beautiful landscape, which supports the atmosphere from outside to inside the building. The researcher analyzed the role of natural elements in worship activities which were felt starting from the entrance of the mosque, the courtyard, the terrace, the place of ablution to the main worship hall. The search results show, the role of significant natural elements in the worship space sequence becomes a symbol as well as forming an atmosphere.

Keywords: religious architecture, landscapes, mosques, prayer rooms, sacred.

Abstrak: Tempat sakral sering ditandai dengan elemen arsitektur dan penataan lanskap tertentu hingga membentuk kesan yang berbeda dengan sekitarnya. Arsitektur mampu membentuk ruang menjadi sakral, secara simbolik melalui penataan yang mengarahkan jemaah dalam beribadah. Elemen-elemen alam pada lanskap memiliki fungsi penting dalam membentuk keasrian yang mengingatkan hubungan manusia dengan semesta. Tulisan ini merupakan upaya memahami keterkaitan antara elemen alam—tanah, air, udara, dan cahaya—dengan elemen perancangan arsitektur pada tempat ibadah yang mengarahkan umat dalam beribadah. Kasus peneliti adalah Masjid Bahrul Ulum (MBU) di Tangerang Selatan. MBU memiliki lanskap yang asri, sehingga mendukung suasana tentram hingga ke dalam bangunan. Peneliti menganalisis peran elemen alam dalam kegiatan peribadatan yang dirasakan mulai dari masuk lingkungan masjid, pelataran, teras, tempat wudu hingga ruang peribadatan utama. Hasil penelusuran menunjukkan, peran elemen alam dalam sequence ruang ibadah menjadi simbol sekaligus pembentuk suasana.

Kata Kunci: arsitektur religius, lanskap, masjid, ruang ibadah, sakral.


Keywords


religious architecture, landscapes, mosques, prayer rooms, sacred

Full Text:

PDF

References


Alimin, N.N., 2016. Masjid Raya Sumatra Barat Sebagai Simbol Persatuan Muslim Di Sumatra Barat. Penciptaan dan Pengkajian Seni, 1(1), pp.80–89. Available at: http://journal.isi.ac.id/index.php/invensi/article/view/1605/405.

Aufa, N., 2012. Tipologi Ruang Dan Wujud Arsitektur Masjid Tradisional Kalimantan Selatan. Journal of Islamic Architecture, 1(2). Available at: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/JIA/article/view/1722.

Coomans, et. al. 2012. Loci Sacri: Understanding Sacred Places. Leuven: Leuven University Press.

Dictionary by Merriam-Webster: America’s most-trusted online dictionary. (n.d.). (https://www.merriam-webster.com/, diakses pada 9 September 2018)

Girot, C., 2016. The course of Landscape Architecture: A History of our Designs on the Natural World, from Prehistory to the Present. London: Thames & Hudson.

Hendola, F., Safitri, R. & Purisari, R. 2018. Spatial Sequence Manner in Defining Loci Sacri: A Study on Bahrul Ulum Mosque’s Architectural Elements. Makalah disajikan dalam [IN]ARCH International Conference 2018: The Stories of Interior, Universitas Indonesia, Depok, 30-31 Januari 2018

Hoffman, D. R. (2010). Seeking the Sacred in Contemporary Religious Architecture. The Kent State University Press.

Iskandar, M.S.B., 2004. Tipologi Arsitektur Masjid Tradisionalitas Dan Modernitas. Dimensi Teknik Arsitektur, 32(2), pp.110–118.

Kurniawan, S., 2014. Masjid Dalam Lintasan Sejarah Umat Islam. Khatulistiwa, 4(2). Available at: http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/khatulistiwa/article/view/258/212.

Malik, A. & Bharoto, 2010. Studi Eksplorasi Potensi Proporsi Golden Section Pada Perwujudan Arsitektur Masjid Vernakular. Local Wisdom-Jurnal Ilmiah Online, II(4), pp.20–28.

Mariani & Nurlaela, R., 2008. Deskripsi kondisi akustik ruang masjid al markaz al islami makassar. Jurnal SMARTek, 6(4), pp.246–260. Available at: http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/SMARTEK/article/download/494/426.

Matoa, J. L., Sauter, F. (ed.). 2014. The Four Elements and Architecture: Earth, Air, Air, Fire. Zurich: ACTAR.

Pawitro, U. et al., 2014. Kajian Ekspresi Ruang Luar dan Ruang Dalam pada Bangunan Masjid Al – Irsyad Kota Baru Parahyangan Ditinjau Dari Sustainable Design. Jurnal Reka Karsa, 2(2), pp.1–12.

Rony, 2014. Ikonografi Arsitektur dan Interior Masjid Kristal Khadija Yogyakarta. Urban, 1(2), pp.121–134.

Setiyowati, E. & N.E., S.N., 2008. Nilai kualitas akustik ruang pada masjid-masjid di daerah permukiman dengan bentuk plafon yang berbeda. Jurnal Rekayasa Perencanaan, 4(2), pp.1–15.

Sukamto, 2011. Penelitian Makna Arsitektur Masjid Pakualaman Dalam Tinjauan Kosmologi Jawa. Analisa, XVIII(02), pp.211–227.

Tschumi, B. (1994). The Manhattan Transcripts. London: Academy Editions.

Tschumi, B. (1996). Architecture and Disjunction. Massachusetts: MIT Press.

Tuan, Y. (1977). Space and Place: The Perspective of Experience. Minnesota: University of Minnesota Press.

Utaberta, N. et al., 2009. Tipologi Reka Bentuk Masjid Tradisional di Indonesia. International Journal of the Malay World and Civilisation, 27(2), pp.229

Ur Elements And Architecture: Earth, Air, Air, Fire. Architectural Papers Vii




DOI: https://doi.org/10.24002/jars.v12i2.2047

Refbacks

  • There are currently no refbacks.