PERLINDUNGAN BANGUNAN SECARA PERENCANAAN DAN KONSTRUKSI DI DESA KAMPUNG NAGA

Eugenius Pradipto

Abstract


Desa Kampung Naga adalah desa tradisional di Tasikmalaya, Jawa Barat. Masyarakat Kampung Naga masih sangat patuh terhadap ajaran leluhur dan kepercayaan terhadap Makrokosmos. Mereka hidup bersamaan dengan alam dan tetap menjaga keselarasan lingkungan. Desa Kampung Naga yang dibangun dengan material kayu pernah dibumihanguskan dan dibangun kembali pada tahun 1956 dan tetap mengikuti aturan adat. Pada tahun 2009, Kampung Naga pernah diguncang gempa namun tidak ada kerusakan yang berarti pada bangunan rumah Kampung Naga. Penelitian ini ingin mengungkap konsep pemikiran mereka dalam merencanakan kawasan desa dan juga pegkonstruksian sehingga bangunan kayu mampu bertahan lebih dari 60 tahun terhadap perubahan cuaca dan lingkungan. Hasil analisa secara rasional menunjukan bahwa kepercayaan  Makrokosmos, hidup bersama alam menjadi faktor perusak seperti memperlakukan air, rayap, asap beracun, namun dapat bergeser makna menjadi karunia  yang dapat hidup berdampingan hingga sekarang tanpa harus menyingkirkan atau mengalahkan satu dan lainnya.


Keywords


Kampung Naga; Konsep Makrokosmos; Konstruksi Kayu; Perlindungan Bangunan

References


Aini, Q., & Nadia, N. (2016). Kinerja Ventilasi pada Internal Bangunan melalui Pertimbangan Posisi Bukaan yang dipengaruhi oleh Perbedaan Orientasi Bangunan di Lingkungan Perbukitan. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Lingkungan II, 8-14. (Online).

http://lingkungan.ft.unand.ac.id/images/fileTL/SNSTL_II/OP_002.pdf, diaksses pada 8 September 2020.

Darmayanti, T. E., 2016. The Ancestral Heritage: Sundanese Traditional Houses of Kampong Naga, West Java, Indonesia. MATEC Web of Conferences 66, IBCC. (Online). https://www.researchgate.net/publication/305309285_The_Ancestral_Heritage_Sundanese_Traditional_Houses_Of_Kampung_Naga_West_Java_Indonesia, diakses pada 8 September 2020.

El Shabir, F. H., 2014. Kajian Konsep Arsitektur Hijau Kampung Naga, Jawa Barat. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Institur Pertanian Bogor. (Online). https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/72174, diakses pada 8 September 2020.

Hamid, A. L., 2018. Perilaku Keberagaman Masyarakat Kampung Naga Dalam Perspektif Teori Religious Behavior Marie Cornwall. Al-Afkar Vol. 1, No. 1, January 2018. (Online).

https://al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/4, diakses pada 7 September 2020.

Hermawan, I., 2014. Bangunan Tradisional Kampung Naga: Bentuk Kearifan Warisan Leluhur Masyarakat dalam Sosio Didaktika: Vol. 1, No. 2 Des 2014. (Online). https://www.researchgate.net/publication/295101283_BANGUNAN_TRADISIONAL_KAMPUNG_NAGA_BENTUK_KEARIFAN_WARISAN_LELUHUR_MASYARAKAT_SUNDA, diakses pada 8 September 2020.

Kementrian Kesehatan. (1999). Persyaratan Kesehatan Perumahan. Jakarta. Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Mangunwijaya, Y. (1994). Pengantar Fisika Bangunan . Jakarta: Djambatan.

Razak, H., (2015). Pengaruh Karakteristik Ventilasi dan Lingkungan Terhadap Tingkat Kenyamanan Termal Ruang Kelas SMPN di Jakarta Selatan. AGORA Jurnal Arsitektur, 2. (Online).

https://www.trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/agora/article/view/2024, diakses pada 7 September 2020.

Saringedyanti, E., 2008. Kampung Naga, Tasikmalaya Dalam Mitologi: Upaya Memaknai Warisan Budaya Sunda. Hasil Penelitian. Tidak Diterbitkan. Fakultas Sastra Universitas Padjajaran. (Online).

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/kampung_naga_tasikmalaya_dalam_mitologi.pdf, diakses pada 7 September 2020.

Subekti, N., (2010) . Karakteristik Populasi Rayap Tanah Coptotermes spp (Blattodea Rhinotermitidae) dan Dampak Serangannya. Semarang: Biosaintifi ka Vol. 2 No.2, September 2010, ISSN 2085-191X, Hal 110-114. (Online) https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/biosaintifika/article/view/1158, diakses pada 8 Sepetember 2020.

Sukawi, dkk. (2013). Potensi Ventilasi Atap terhadap Pendinginan Pasif Ruangan pada Pengembangan Rumah Sederhana (Studi Kasus di Perumnas Sendang Mulyo Semarang). Temu Ilmiah IPLBI, 57-62. (Online). https://temuilmiah.iplbi.or.id/wp-content/uploads/2015/01/TI2013-05-p057-062-Potensi-Ventilasi-Atap-terhadap-Pendinginan-Pasif-Ruangan.pdf, diakses pada 7 September 2020.

Supriatna, N., (1983). Perilaku Rayap Perusak Kayu dalam Puslitbang Hasil Hutan Departemen Pertanian/Kehutanan. (Online). http://pustaka.pu.go.id/storage/biblio/file/1983_Perilaku_Rayap_Perusak_Kayu.pdf, diakses pada 9 September 2020.

Tarumingkeng, R. C., (2001). Biologi dan Perilaku Rayap (Biology and ethology of termites). Institut Pertanian Bogor. (Online). https://www.rudyct.com/biologi_dan_perilaku_rayap.htm, diakses pada 8 September 2020.

Waryono, T., (2004). Ekosistem Rayap dan Vektor Demam Berdarah di Lingkungan Permukiman. Kumpulan Makalah Periode 1978-2008. (Online).

https://staff.blog.ui.ac.id/tarsoen.waryono/files/2009/12/33-ekosistem-rayap.pdf, diakses pada 9 September 2020.

Wibowo, A. S., 2012. Arsitektur Vernakular Dalam Perubahan: Kajian Terhadap Arsitektur Kampung Naga, Jawa Barat. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2012. (Online). https://temuilmiah.iplbi.or.id/wp-content/uploads/2012/11/TI2012-05-p053-056-Arsitektur-Vernakular-dalam-Perubahan-Kajian-Terhadap-Arsitektur-Kampung-Naga-Jawa-Barat.pdf, diakses pada 7 September 2020.

Widianti, N. T., 2014. Studi Potensi Kampung Naga Sebagai Sebuah Ecovillage. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. (Online).

https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/69335, diakses pada 9 September 2020.




DOI: https://doi.org/10.24002/jars.v14i1.3679

Refbacks

  • There are currently no refbacks.