Pemberdayaan Petani Kakao Masamba melalui Implementasi Smart Supply Chain Management Berbasis Teknologi Generative AI
Keywords:
kakao, Smart Supply Chain Management, mitigasi risiko, nilai tambah, Artificial IntelligenceAbstract
Komoditas kakao (Theobroma Cacao L.) merupakan salah satu andalan ekspor perkebunan Indonesia yang memegang peranan strategis dalam perekonomian nasional, termasuk di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Masamba sebagai ibukota kabupaten memiliki potensi besar dalam pengembangan kakao, namun petani setempat masih menghadapi berbagai risiko operasional dan ketidakpastian tata niaga yang menghambat optimalisasi nilai tambah komoditas ini. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan petani kakao di Masamba, Kabupaten Luwu Utara melalui pelatihan Smart Supply Chain Management (SSCM) yang mengintegrasikan teknologi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mengetahui informasi sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahap: (1) identifikasi dan analisis masalah bersama mitra; (2) analisis kebutuhan petani; (3) penyusunan modul pelatihan; (4) pelaksanaan pelatihan dan pendampingan; serta (5) monitoring dan evaluasi. Target luaran meliputi peningkatan kapasitas petani dalam manajemen rantai pasok, adopsi teknologi AI berupa Google Gemini/Chat GPT untuk pemantauan harga dan cuaca real-time, serta terbentuknya jaringan distribusi yang lebih efisien. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta pelatihan mampu mengoperasikan chatbot AI secara mandiri untuk mengakses informasi harga pasar dan prakiraan cuaca. Program ini berhasil memutus asimetri informasi, meningkatkan posisi tawar petani, dan memberikan kontribusi nyata pada optimalisasi nilai tambah kakao di Kabupaten Luwu Utara.




