Pelatihan dan Pembentukan Posyandu Remaja “SEMANGKA” Sebagai Upaya Pemberdayaan Pelayanan Kesehatan Berbasis Remaja
DOI:
https://doi.org/10.24002/jai.v6i4.13665Keywords:
Health Empowerment, Youth Health Cadres, Youth Health PostAbstract
Adolescence is a critical phase in the life cycle that requires access to optimal health services. However, Padukuhan Tonalan lacked youth-based health services, resulting in very minimal health understanding among adolescents. Objective: This community service aims to establish the “SEMANGKA” Youth Health Post and train youth health cadres to empower health services in the area. Method: The team utilized audio-visual education methods, five-step system training, and independent simulation mentoring for 17 selected youth cadres. Results: The results showed a 10% increase in average cadre knowledge, with a final score reaching 93%. The lounching of the “SEMANGKA” Youth Health Post successfully facilitated cadre independence in providing sustainable promotive and preventive health services for their peers. Conclusion: Establishing this health platform effectively empowers adolescents as change agents in improving public health status at the community level.
Keywords: Health Empowerment; Health Cadres; Youth Health Post; youth health cadres
Abstrak
Pendahuluan: Masa remaja merupakan fase kritis dalam siklus kehidupan yang memerlukan akses pelayanan kesehatan yang optimal. Namun, Padukuhan Tonalan belum memiliki layanan kesehatan berbasis remaja sehingga pemahaman mengenai kesehatan masih sangat minim. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk Posyandu Remaja “SEMANGKA“ dan melatih kader kesehatan remaja sebagai upaya pemberdayaan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Metode: Tim pengabdi menggunakan metode edukasi audio-visual, pelatihan sistem lima langkah, serta pendampingan simulasi mandiri kepada 17 kader remaja pilihan. Hasil: Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan kader sebesar 10% dengan skor akhir mencapai 93%. Peresmian Posyandu “SEMANGKA“ berhasil memfasilitasi kemandirian kader dalam memberikan pelayanan kesehatan promotif dan preventif secara berkelanjutan bagi rekan sebaya. Kesimpulan: Pembentukan wadah kesehatan ini efektif memberdayakan remaja sebagai agen perubahan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di tingkat komunitas.
Kata Kunci: Posyandu Remaja; Pemberdayaan Kesehatan; Kader Kesehatan; Kader Remaja
References
[1] R. E. Dahl, N. B. Allen, L. Wilbrecht, and A. B. Suleiman, “Importance of Investing in Adolescence from a Developmental Science Perspective,” Nature, vol. 554, no. 7693, pp. 441–450, Feb. 2018, doi: 10.1038/nature25770.
[2] S. Dara and S. Arora, “Adolescent health problems and strategies to improve them,” Int. J. Community Med. Public Health, vol. 10, no. 7, pp. 2645–2651, Jun. 2023, doi: 10.18203/2394-6040.ijcmph20232066.
[3] Kementerian kesehatan RI, Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Posyandu Remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2018. [Online]. Available: https://eprints.triatmamulya.ac.id/1448/1/128.%20Petunjuk%20Teknis%20Penyelenggaraan%20Posyandu%20Remaja.pdf
[4] Kementerian Kesehatan RI, “Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu di Bidang Kesehatan.” Kementerian Kesehatan RI, 2023. Accessed: Jan. 13, 2025. [Online]. Available: https://ayosehat.kemkes.go.id/pedoman-umum-pengelolaan-posyandu
[5] S. Susanti, F. Agustini, D. N. Dewi, and T. Rosmiati, “Pendampingan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Remaja Uswatun Hasanah Desa Cikunir Wilayah Kerja Puskesmas Singaparna,” Kolaborasi J. Pengabdi. Masy., vol. 3, no. 3, Art. no. 3, Jun. 2023, doi: 10.56359/kolaborasi.v3i3.276.
[6] D. Ertiana, A. SEotyvia, A. Utami, E. Ernawati, and Y. Yualiarti, “Program Peningkatan Kesehatan Remaja Melalui Posyandu Remaja,” J. Community Engagem. Employ., vol. 03, no. 01, pp. 30–39, 2021.
[7] E. Waliyanti, F. E. Satria, and D. Puspita, “The Health and Adolescents’ Potential Community Movement,” J. Pemberdaya. Masy. Madani JPMM, vol. 5, no. 1, pp. 1–15, Jun. 2021, doi: 10.21009/10.21009/JPMM.005.1.01.
[8] R. Pandawa and N. T. Djama, “Implementasi Program Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Posyandu Remaja: Studi Kualitatif,” J. Sehat Mandiri, vol. 18, no. 2, pp. 140–148, Dec. 2023, doi: 10.33761/jsm.v18i2.1194.
[9] S. Susanti, F. Agustini, D. Nurfitriani Dewi, and T. Rosmiati, “Pendampingan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Remaja Uswatun Hasanah Desa Cikunir Wilayah Kerja Puskesmas Singaparna,” Kolaborasi J. Pengabdi. Masy., vol. 3, no. 3, pp. 154–158, Jun. 2023, doi: 10.56359/kolaborasi.v3i3.276.
[10] Mulyanti et al., “Pembentukan Posyandu Remaja Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kualitas Kesehatan Remaja di Dusun Dingkikan, Sedayu, Bantul,” J. Atma Inovasia, vol. 2, no. 4, pp. 419–423, Jul. 2022, doi: 10.24002/jai.v2i4.5836.
[11] R. Husnah, N. Andolina, and S. Adienda, “Pemberdayaan Kader Remaja Melalui Peningkatan Sarana Pemeriksaan Kesehatan Dasar di Posyandu Remaja,” JAbdimas Community Health, vol. 5, no. 2, pp. 72–79, 2024, doi: 10.30590/jach.v5n2.1072.
[12] S. Rofi’ah, A. Arfiana, S. Widatiningsih, and A. Ayuningtyas, “Peer Learning: Remaja Sadar Gizi,” LINK, vol. 20, no. 2, pp. 17–25, Dec. 2024, doi: 10.31983/link.v20i2.11594.
[13] T. S. Rusli et al., Pengantar Metodologi Pengabdian Masyarakat, 1st ed., vol. 1. Pidie: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini, 2024. Accessed: Oct. 06, 2024. [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/378776487_PENGANTAR_METODOLOGI_PENGABDIAN_MASYARAKAT
[14] I. Muttaqin, P. D. Puspita, S. H. Lubis, and N. Prihartanti, “Experient learning untuk mensejahterakan anak berkebutuhan khusus,” J. Pembelajaran Pemberdaya. Masy. JP2M, vol. 5, no. 2, pp. 200–210, Apr. 2024, doi: 10.33474/jp2m.v5i2.21508.
[15] A. Zunaidi, Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat Pendekatan Praktis untuk Memberdayakan Komunitas, Cetakan Pertama. Bantul: Yayasan Putra Adi Dharma, 2024. Accessed: Oct. 06, 2024. [Online]. Available: https://repository.iainkediri.ac.id/1030/1/Arif%20Zunaidi_Metodologi%20Pengabdian%20Kepada%20Masyarakat.pdf
[16] A. Afandi, Metodologi Pengabdian Masyarakat, 1st ed. Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, 2022. Accessed: Oct. 06, 2024. [Online]. Available: https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/71356
[17] I. Marcilla-Toribio, M. L. Moratalla-Cebrián, R. Bartolomé-Guitierrez, S. Cebada-Sánchez, E. M. Galán-Moya, and M. Martínez-Andrés, “Impact of Service-Learning educational interventions on nursing students: An integrative review,” Nurse Educ. Today, vol. 116, p. 105417, Sep. 2022, doi: 10.1016/j.nedt.2022.105417.
[18] E. Galmarini, L. Marciano, and P. J. Schulz, “The effectiveness of visual-based interventions on health literacy in health care: a systematic review and meta-analysis,” BMC Health Serv. Res., vol. 24, no. 1, p. 718, Jun. 2024, doi: 10.1186/s12913-024-11138-1.
[19] N. Herawati, P. Kusmaryati, and A. G. Wuryandari, “Audio Visual dan Power Point sebagai Media Edukasi dalam Merubah Pengetahuan dan Perilaku Remaja,” J. Keperawatan Silampari, vol. 6, no. 1, pp. 145–152, Sep. 2022, doi: 10.31539/jks.v6i1.3772.
[20] T. Q. Sadida, T. Salawati, R. Rokhani, M. Ibrahim, and S. E. D. Jatmika, “Difference of Effectiveness Between Educational Video Media and PowerPoint on Sedentary Lifestyle on Students’ Knowledge,” J. Cakrawala Promkes, vol. 6, no. 1, pp. 28–35, Mar. 2024, doi: 10.12928/jcp.v6i1.9140.
[21] M. Yuliani, Y. Yufina, and M. Maesaroh, “Gambaran Pembentukan Kader dan Pelaksanaan Posyandu Remaja dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja,” SELAPARANG J. Pengabdi. Masy. Berkemajuan, vol. 4, no. 2, p. 266, Apr. 2021, doi: 10.31764/jpmb.v4i2.4157.
[22] P. D. Rachmawati et al., “Health Education by Peer Counselors Increases Adolescent Knowledge about Healthy Lifestyles,” J. Pengabdi. Masy. Dalam Kesehat., vol. 6, no. 1, pp. 8–14, Apr. 2023, doi: 10.20473/jpmk.v6i1.49590.
[23] R. Y. S. Subardjo, “The Influence of Ministry of Health Care for Teens Program with Peer Counselors Teens and Proposed Posyandu,” in Proceedings of the 1st Borobudur International Symposium on Humanities, Economics and Social Sciences (BIS-HESS 2019), Magelang, Indonesia: Atlantis Press, 2020. doi: 10.2991/assehr.k.200529.205.
[24] D. Yuliawan, “Laporan Pelatihan Mempersiapkan Calon Kader Posyandu Remaja Padukuhan Tonalan untuk Mendirikan Posyandu Remaja Melalui Pelatihan Lima Meja di Padukuhan Tonalan, Wilayah Kerja Puskesmas Sedayu 1, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,” Universitas Alma Ata, Bantul, Nov. 2024. Accessed: Dec. 22, 2025. [Online]. Available: https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=de0ClboAAAAJ&citation_for_view=de0ClboAAAAJ:YOwf2qJgpHMC
[25] N. L. P. S. Erawati, L. Cintari, G. A. E. Utarini, and L. A. W. Ningtyas, “Pembentukan dan Pelatihan Kader Kesehatan Reproduksi Remaja di Kelurahan Serangan,” Sasambo J. Abdimas J. Community Serv., vol. 6, no. 2, pp. 230–242, May 2024, doi: 10.36312/sasambo.v6i2.1852.
[26] R. Labatjo and A. A. Maridji, “Pelatihan Dan Pendampingan Kader Posyandu Remaja,” JMM J. Masy. Mandiri, vol. 7, no. 1, p. 453, 2023, doi: 10.31764/jmm.v7i1.12230.
[27] R. F. Nuzula and N. Azmi, “Pelatihan Peran Serta Kader Posyandu Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat,” Pengabdi. Masy. Cendekia PMC, vol. 2, no. 2, pp. 56–57, Jul. 2023, doi: 10.55426/pmc.v2i2.257.
[28] M. Situmorang, M. Mulyana, and R. Safitri, “Sistem Pencatatan dan Pelaporan Pasien Pada Sistem 5 Meja Di Posyandu Kawan Seiring Kelurahan Bambu Kuning Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari,” JCES FKIP UMMat, vol. 7, no. 3, p. 274, Jul. 2024, doi: 10.31764/jces.v7i3.24931.
[29] M. Paunno and L. M. Janwarin, “Upaya Peningkatan Peran Kader Posyandu dalam Pelaksanaan Lima Program Terpadu Melalui Implementasi Sistem Lima Meja,” J. Kreat. Pengabdi. Kpd. Masy. PKM, vol. 5, no. 5, pp. 1331–1338, May 2022, doi: 10.33024/jkpm.v5i5.5537.
[30] G. Kostania, R. Yulifah, and Suprapti, “Empowering of Youth Health Community Volunteers Through A Course and Assistance of Integrated Community Service Program: Pemberdayaan Kader Kesehatan Remaja Melalui Program Pelatihan dan Pendampingan Posyandu Remaja,” J. Pengabdi. Masy. Kesehat. Stikes Pemkab Jombang, vol. 7, no. 1, pp. 64–69, Mar. 2022, doi: 10.33023/jpm.v8i1.1023.
[31] F. Fitriani, T. Julianawati, and S. Nurhaliza, “Pembinaan Kader Kesehatan dan Teman Sebaya dalam Pembentukan Remaja Sadar Gizi dalam Kesehatan Reproduksi,” E-Amal J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 4, no. 3, pp. 1301–1308, Desember 2024, [Online]. Available: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4779298
[32] O. Dwijayanti et al., “Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Dini Hipertensi Melalui Program Cerdik dan Penggunaan Alat Tensimeter Pada Kader Posyandu Remaja di Padukuhan Sengon Karang, Argomulyo, Bantul,” Bangun Desa J. Pengabdi. Masy., vol. 3, no. 2, p. 74, Dec. 2024, doi: 10.21927/jbd.2024.3(2).74-82.
[33] R. Rusmini, D. Emilyani, and T. A. Kurnia, “Penguatan Kader Posyandu Remaja sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Kader,” Indones. Berdaya, vol. 5, no. 1, pp. 215–222, Nov. 2023, doi: 10.47679/ib.2024672.
[34] A. P. Utami, Y. Nailufar, A. Faesol, S. N. Dewi, and A. F. Rohmah, “Pemberdayaan Remaja dalam Peningkatan Kesehatan Melalui Program Posyandu Remaja di Harjobinangun Pakem Sleman,” Hayina, vol. 2, no. 2, Apr. 2023, doi: 10.31101/hayina.2754.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Deny Yuliawan, Ufairoh Salma Pratiwi, Rine Alhim, Siska Ristiana, Ucup Firdaus, Vina Utami, Wahyu Fauziah, Vena Kuswandari, I'ana Aulia Andari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








