Implementasi UU JPH terhadap Penguatan Daya Saing Industri Kerupuk Singkong melalui Program Pendampingan Sertifikasi Halal
DOI:
https://doi.org/10.24002/jai.v6i4.14088Keywords:
halal certification, MSMEs, cassava crackers, competitiveness, community serviceAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pangan olahan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan dalam penerapan sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya saing industri kerupuk singkong melalui program pendampingan legalitas usaha dan sertifikasi halal. Metode pelaksanaan meliputi observasi, sosialisasi regulasi halal, serta pendampingan teknis pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS dan pengajuan sertifikasi halal melalui platform SiHalal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap regulasi halal serta keberhasilan penerbitan NIB dan Sertifikat Halal. Capaian ini menegaskan bahwa pendampingan yang terstruktur mampu membantu UMKM memenuhi kewajiban regulasi sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk. Dengan demikian, program pendampingan sertifikasi halal menjadi strategi yang efektif dalam mendukung penguatan dan keberlanjutan UMKM pangan.
References
[1] A. B. Kristanti et al., “Optimalisasi Potensi Desa dan Pengolahan Singkong Desa Kedungkeris,” J. Atma Inovasia, vol. 2, no. 1, pp. 100–104, 2022.
[2] M. R. Pabubung et al., “Pemanfaatan Olahan Singkong dalam Meningkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Desa Girimulyo, Kabupaten Gunungkidul,” J. Atma Inovasia, vol. 5, no. 1, pp. 48–54, 2025.
[3] S. Gunawan, Juwari, H. W. Aparamarta, R. Darmawan, and A. Rakhmawati, “Pendampingan Berkelanjutan Sistem Jaminan Halal Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” SEWAGATI, J. Direktorat Ris. dan Pengabdi. Kpd. Masy. – DRPM ITS, vol. 5, no. 1, pp. 8–14, 2021, doi: doi.org/10.12962/j26139960.v5i1.8120.
[4] A. F. Rukoyah and D. P. Ayu, “Implementasi UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada Produk Makanan Industri Kecil Menengah di Desa Ploso Kabupaten Pacitan,” J. Sharia Econ. Law, vol. 1, no. 1, pp. 43–52, 2023, doi: 10.37680/jshel.v1i1.2324.
[5] A. D. Tuhuteru and M. Iqbal, “Readiness of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the food and beverage sector for halal certification implementation: A case study in Magelang, Indonesia,” J. Islam. Econ. Lariba, vol. 10, no. 2, pp. 1091–1114, 2024, doi: 10.20885/jielariba.vol10.iss2.art24.
[6] A. S. Ahmadiyah, R. Sarno, R. N. E. Anggraini, N. F. Ariyani, A. Munif, and S. C. Hidayati, “Pendampingan Pengurusan Ijin Edar dan Sertifikasi Halal Produk Usaha Mikro dan Kecil,” Sewagati, vol. 6, no. 3, pp. 389–396, 2022, doi: 10.12962/j26139960.v6i3.248.
[7] N. E. Diyah, A. Riyanti, and M. Karim, “Implementasi Sertifikasi Halal Pada Kuliner Umkm Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan,” SIBATIK J. J. Ilm. Bid. Sos. Ekon. Budaya, Teknol. dan Pendidik., vol. 1, no. 12, pp. 2863–2874, 2022, doi: 10.54443/sibatik.v1i12.461.
[8] T. Dewi and N. Sa’adah, “Pendampingan Sertifikasi Halal Oleh Penyuluh Agama Sebagai Strategi Penguatan Ekonomi UMKM Di Indonesia,” J. Landraad, vol. 3, no. 2, pp. 345–361, 2024, doi: 10.59342/jl.v3i2.684.
[9] D. Mutmainnah, “Pendampingan Pembuatan Sertifikat Halal Bagi UMKM Saladei Ketajen Gedangan Sidoarjo,” ABDIMAS Nusant. J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 9–17, 2024.
[10] H. C. Wahyuni and P. Handayani, “Program Implementasi Sistem Jaminan Halal Pada Umkm Binaan Pcm Tanggulangin Sidoarjo,” JMM (Jurnal Masy. Mandiri), vol. 6, no. 1, pp. 177–186, 2022, doi: 10.31764/jmm.v6i1.6163.
[11] B. Wahyudi, Yasmin, A. R. Putri, Z. N. Aziz, and A. Andrean, “The Importance of Halal Labeling in Consumer Food and Beverage Purchasing Decisions Based on Demographic Factors: A Case Study of Minimarket Consumers in Palembang City,” IJIEM (Indonesian J. Ind. Eng. Manag., vol. 6, no. 1, pp. 1–12, 2025, doi: 10.22441/ijiem.v6i1.31482.
[12] A. Fitriani, M. M. Alwi, M. Dawud, and Z. Fanani, “Dynamics of Implementation of Halal Certification for Business Actors,” Proceeding Saizu Int. Conf. Transdiscipl. Relig. Stud., pp. 33–42, 2023, doi: 10.24090/icontrees.2023.289.
[13] A. Atsiriyyah and F. Fitriyanti, “Respon Pelaku Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm) Kemasan Pangan Terhadap Kewajiban Sertifikasi Halal Di Indonesia,” J. Huk. Pembang., vol. 53, no. 2, pp. 367–380, 2023, doi: 10.21143/jhp.vol53.no2.1564.
[14] S. Santoso, S. Alfarisah, A. A. Fatmawati, and R. Ubaidillah, “Correlation Analysis of the Halal Certification Process and Perceptions of the Cost of Halal Certification with the Intentions of Food and Beverage SMEs Actors,” Relig. J. Stud. Agama-Agama dan Lintas Budaya, vol. 5, no. 2, pp. 297–308, 2021.
[15] B. Wahyudi, M. Hastarina, Idealistuti, S. Auladi, and N. Habieby, “Penguatan Produktivitas Usaha Kerupuk Ubi Kayu melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna,” J. Adipati, vol. 05, no. 01, pp. 92–100, 2026, doi: 10.31284/j.adipati.2025.v5i1.8278.
[16] Zuraidah, S. F. Nuzula, and A. Latifa, “Sertifikasi Halal Sebagai Upaya Meningkatkan Branding Produk Usaha Mikro Kecil Menengah Di Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri,” J. Pengabdi. dan Pengemb. Masy. Indones., vol. 2, no. 2, pp. 92–98, 2023.
[17] N. A. Savitri et al., “Pemasyarakatan dan Pendampingan Sinergis Terhadap Pelaku Usaha Mikro di Surabaya Timur Guna Mendukung Proses Sertifikasi Halal,” Segawati, vol. 7, no. 2, pp. 222–229, 2023.
[18] B. U. Ilham, “Pendampingan Sertifikasi Halal Self Declare pada Usaha Mikro dan Kecil Binaan Pusat Layanan Usaha Terpadu Sulawesi Selatan,” J. Pemberdaya. Masy. Univ. Al Azhar Indones., vol. 05, no. 01, pp. 20–25, 2022, doi: 10.36722/jpm.v5i1.1753.
[19] A. Rais, Maimun, A. Q. Zaelani, and L. Faizal, “Analisis hukum ekonomi syariah terhadap kehalalan produk makanan online tanpa sertifikat halal MUI studi Bandar Lampung,” Justisia Ekon., vol. 7, no. 2, pp. 810–824, 2023.
[20] N. Siswanto, H. Ridho, M. Sholihah, R. Widyaningrum, A. A. Pratiwi, and E. Widodo, “Pengembangan Ekosistem Halal Skema Self-Declare pada Kantin Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya,” Segawati, vol. 7, no. 3, pp. 420–425, 2023.
[21] R. Yuniastri, Ismawati, R. D. Putri, I. Hanafi, and N. F. Syahrawi, “Pendampingan Pengajuan Sertifikasi Halal Produk Minuman Herbal Instan,” Abdira, vol. 3, no. 3, pp. 97–104, 2023.
[22] O. Rachmaniah, Y. Rahmawati, N. Hendrianie, A. Altway, and Susianto, “Seluk Beluk Sertifikasi Halal Self-Declare: Studi Kasus Pendampingan UMKM pada Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Berbasis Produk Tahun 2022,” Segawati, vol. 7, no. 6, pp. 887–896, 2024, doi: 10.12962/j26139960.v7i6.556 Naskah.
[23] M. S. Mahmuddin, Z. Abidin, T. S. Harini, H. Jati, L. Jutomo, and Y. T. Rubak, “Increasing competitiveness and assistance in culinary business legality for Islamic council members,” Community Empower., vol. 8, no. 8, pp. 1140–1149, 2023, doi: https://doi.org/10.31603/ce.9128.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bayu Wahyudi, Merisha Hastarina, Idealistuti, Syafaat Auladi, Nabil Habieby

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








