Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Pupuk Organik untuk Mendukung Pengembangan Sektor Pertanian dan Perkebunan Desa Segoroyoso

Main Article Content

Ignatius Putra Andika

Abstract

Pupuk merupakan elemen utama dalam pertumbuhan tanaman, salah satu jenisnya adalah pupuk organik. Pupuk organik merupakan pupuk yang bersumber dari bagian hewan, kotoran hewan, tumbuhan yang sudah mati, atau limbah organik lainnya. Pada Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret terdapat banyak limbah kotoran ternak yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan pupuk organik. Pada jurnal ini akan dibahas mengenai proses pembuatan pupuk organik dengan bahan limbah ternak hasil dari kegiatan peternakan Desa Segoroyoso. Metode pembuatan pupuk organik adalah dengan menyusun bahan pembuat kompos secara berurutan yang dimulai dari bawah ke atas. Setelah 3 minggu, kotak kompos dibalik agar susunan kompos yang di bawah menjadi di atas, sehingga dapat tercampur rata. Berikutnya tahapan pembalikan kedua, kompos terlihat sudah menyerupai tanah serta kotoran sudah hancur dan tidak bau. Lalu dilakukan penyaringan dan didiamkan selama 2 minggu. Selanjutnya mengemas kompos kedalam sak plastik dan kompos siap untuk digunakan. Hasil dari pengembangan pembuatan pupuk organik menggunakan bahan dasar limbah ternak dan limbah organik membuat masyarakat memahami efektifitas proses pemanfaatan limbah ternak di Desa Segoroyoso.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Ignatius Putra Andika, Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Program Studi Biologi, Dosen

References

M. A. Hertanto, “Kelayakan Usaha Penggemukan Sapi Potong Pada Kelompok Usaha Ternak Samodra Andini di Desa Segoroyoso Kapanewon Pleret Kabupaten Bantul,” Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia, 2018.

M. L. Rundengan, A. H. S. Salendu, T. F. D. Lumy, and A. K. Rintjap, “P-88 Introduksi Teknologi Pupuk Organik Organic Fertilizer Technology Introduction By Utilizing Cattle Waste,” pp. 565–569, 2020.

D. Nenobesia, W. Mellab, and P. S. A, “Pemanfaatan Limbah Padat Kompos Kotoran Ternak dalam Meningkatkan Daya Dukung Lingkungan dan Biomassa Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.),” J. Pangan, vol. 26, no. 1, pp. 43–55, 2017.

I. Pramana, J. Hutabarat, and V. Herawati, “PERBANDINGAN PEMBERIAN FERMENTASI KOTORAN KAMBING, AMPAS TAHU DAN ROTI AFKIR TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN, KANDUNGAN PROTEIN, DAN ASAM AMINO LISIN Daphnia sp.,” e-Jurnal Rekayasa dan Teknol. Budid. Perair., vol. 6, no. 1, pp. 631–642, 2017, doi: 10.23960/jrtbp.v6i1.1617p631-642.

Z. Arifin, T. Triyono, C. Harsito, S. D. Prasetyo, and E. Yuniastuti, “Pengolahan limbah kotoran sapi dan onggok pati aren menjadi pupuk organik,” Pros. SENADIMAS, no. January 2020, pp. 191–196, 2019.

W. Hartatik and D. Setyorini, “Pemanfaatan Pupuk Organik untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Kualitas Tanaman,” Peneliti Badan Litbang Pertan., no. 12, pp. 571–582, 2011.

I. G. A. Kasmawan, “Pembuatan Pupuk Organik Cair Menggunakan Teknologi Komposting Sederhana,” Bul. Udayana Mengabdi, vol. 17, no. 2, p. 67, 2018, doi: 10.24843/bum.2018.v17.i02.p11.

F. Nuro, D. Priadi, and E. S. Mulyaningsih, “Efek Pupuk Organik Terhadap Sifat Kimia Tanah Dan Produksi Kangkung Darat ( Ipomoea reptans Poir .) ( Effects of Organic Fertilizer on the Soil Chemistry Properties and Yield of Kangkong ( Ipomoea reptans Poir .) PENDAHULUAN Indonesia memiliki sumber biod,” Pros. Semin. Nas., pp. 29–39, 2016.

R. Purnomo, M. Santoso, and S. Heddy, “The efferct of various dosages of organic and inorganic fertilizers on plant growth and yield of cucumber (Cucumis sativus L.) (in Bahasa Indonesia),” j Produksi Tanam., vol. 1, no. 3, pp. 93–100, 2013.

N. Fuadi, “Optimalisasi Pengolahan Limbah Organik Pasar Tradisional Dengan Pemanfaatan Effective Microorganisme4 (Em4),” Teknosains Media Inf. Sains Dan Teknol., vol. 14, no. 1, pp. 73–79, 2020, doi: 10.24252/teknosains.v14i1.13329.