Implementasi Sistem Informasi Bergerak Untuk Penguatan Surveilans Gizi di Puskesmas Banguntapan II Kabupaten Bantul

L.N. Harnaningrum, Sigit Anggoro, Adiyuda Prayitna, Syamsumin Kurnia Dewi

Abstract


Abstract. Severe malnutrition still exists as a health problem in District of Bantul. A preliminary study at Puskesmas Banguntapan II shows that severe malnutrition rate is still high and the nutrition surveillance is not done optimally. Surveillance activities, like: data collection, data compilation, data analysis and interpretation, and data report are carried out manually. This study is geared to build an application based on short message service to strengthen the nutrition surveillance. This study was conducted on March-November 2013 at Puskesmas Banguntapan II. Subjects were midwives and village health promoters in this area. The application that was built consist of interface set in the user’s cellular phone and server. Data were saved in the puskesmas’s database for the report need. This application is expected to increase the speed, accuracy, completeness and sustainability of data on nutrition surveillance, especially for child severe malnutrition detection, so an adequate treatment can be carried out promptly.
Keywords: mobile information system, nutrition surveillance, severe malnutrition.

Abstrak. Gizi buruk saat ini masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Bantul. Studi pendahuluan di Puskesmas Banguntapan II menunjukkan bahwa selain angka gizi buruk yang masih tinggi, surveilans gizi juga belum berjalan optimal. Sebagian kegiatan surveilans berupa: pengumpulan data, pengolahan dan penyajian data, analisis dan interpretasi data, serta pelaporan, masih dilakukan secara manual. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu aplikasi berbasis short message service untuk membantu penguatan surveilans gizi di lapangan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-November 2013 di Puskesmas Banguntapan II. Subjek penelitian adalah bidan dan kader posyandu di wilayah ini. Aplikasi yang dibangun meliputi: bagian antar muka yang ditanam di handphone pengguna dan bagian server. Data  selanjutnya disimpan ke dalam database di puskesmas untuk bahan laporan lebih lanjut. Dengan implementasi aplikasi ini diharapkan surveilans gizi, khususnya deteksi kasus balita gizi buruk, berjalan lebih cepat, akurat, lengkap, dan berkesinambungan sehingga dapat dilakukan penanganan yang segera dan adekuat.
Kata Kunci: sistem informasi bergerak, surveilans gizi, gizi buruk


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24002/jbi.v5i2.355

Refbacks

  • There are currently no refbacks.