EFEKTIVITAS SOIL STABILIZER TERHADAP BETON YANG MENGGUNAKAN PASIR DENGAN KANDUNGAN LEMPUNG TINGGI
DOI:
https://doi.org/10.24002/jts.v18i2.10727Abstract
Indonesia terletak di daerah rawan gempa sehingga kuat tekan beton untuk struktur tahan
gempa harus terpenuhi. Namun, material pasir lokal terkadang memiliki kandungan lumpur tinggi
yang menyebabkan penurunan kuat tekan beton sehingga harus menambah biaya untuk menda
tangkan pasir dari lokasi lain. Saat ini sudah ditemukan bahan soil stabilizer yang digunakan untuk
meningkatkan kuat dukung tanah dengan membentuk mineral gibbsite dan ettringite. Akan tetapi,
efektivitasnya terhadap kekuatan beton dengan pasir berlumpur belum diketahui. Penelitian ini
bertujuan mengetahui pengaruh soil stabilizer dalam memperbaiki kuat tekan beton yang
menggunakan pasir berlumpur. Lumpur sebagai zat pengganggu yang digunakan adalah lempung
dengan kadar 10%, 20%, dan 30% serta soil stabilizer sebesar 0 kg/m3, 1 kg/m3, dan 1,5 kg/m3 untuk
setiap kadar lempung. Tiap variasi diuji kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Rancangan mix
design dibuat sama untuk semua variasi. Hasil penelitian menunjukkan soil stabilizer belum bekerja
efektif pada umur 7 dan 14 hari pada kadar lempung 20% dan 30%. Pada umur 28 hari, penambahan
soil stabilizer meningkatkan kuat tekan pada semua kadar lempung. Pada kandungan lempung 10%,
kuat tekan maksimal didapatkan pada penambahan soil stabilizer 1,5 kg/m3 sebesar 23,25 MPa
dengan kenaikan 9% dibandingkan tanpa soil stabilizer. Untuk kadar lempung 20%, didapatkan kuat
tekan maksimal 15,57 MPa dengan kenaikan 9% pada penambahan soil stabilizer 1 kg/m3.
Sementara untuk kadar lempung 30%, kuat tekan tertinggi sebesar 12,10 MPa dengan kenaikan 12%
pada penambahan soil stabilizer 1,5 kg/m3.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Teknik Sipil

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.